ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Pengguna Pembayaran Digital Asia Tenggara Hadapi Ancaman Siber

Teguh Imam Suyudi
7 April 2022 | 13:00
rubrik: Research
Pengguna Pembayaran Digital Asia Tenggara Hadapi Ancaman Siber

Laporan: “Mapping a secure path for the future of digital payments in APAC”,

Share on FacebookShare on Twitter

Penelitian Kaspersky baru-baru ini menunjukkan korelasi positif antara kesadaran risiko ancaman terkait pembayaran digital dan penerapannya di Asia Tenggara.

Dalam banyak hal, kesadaran ini dapat dikaitkan dengan volume pemberitaan di media tentang insiden keamanan siber, terutama tahun lalu, dan upaya kolektif dari pemerintah bersama sektor swasta dalam meningkatkan kesadaran keamanan di tengah maraknya adopsi mobile banking dan e-wallet di wilayah tersebut,” Sandra Lee, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky, dalam keterangannya, 06/04/2022.

Berjudul “Mapping a secure path for the future of digital payments in APAC”, penelitian ini menunjukkan bahwa hampir seluruh responden di Asia Tenggara (97%) mengetahui setidaknya satu jenis ancaman terhadap platform pembayaran elektronik, sementara hampir tiga dari empat (72%) secara pribadi mengalami setidaknya satu jenis ancaman yang terkait dengan teknologi ini.

Lebih dari seperempat responden mengalami penipuan rekayasa sosial melalui teks atau panggilan (37%), situs web palsu (27%), penawaran dan transaksi palsu (27%), dan seperempat melaporkan telah menerima penipuan phishing (25%).

Luar biasanya, penipuan rekayasa sosial adalah ancaman yang paling banyak ditemui di sebagian besar negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia (40%), Malaysia (45%), Filipina (42%), Singapura (32%), dan Vietnam (38%). Satu-satunya pengecualian adalah Thailand di mana ancaman yang paling banyak ditemui yaitu situs web palsu (31%).

Mendapatkan paparan mengenai ancaman dunia maya dapat secara langsung berkorelasi dengan tingkat kesadaran yang lebih tinggi. Penipuan rekayasa sosial, situs web palsu, serta penawaran dan kesepakatan palsu adalah salah satu ancaman yang paling umum ditemui, dengan persentase kesadaran (awareness) yang besar masing-masing sebesar 72%, 75%, dan 64%.

Baca: Startup Pembayaran Digital Berencana Ekspansi ke Asia Tenggara

BACA JUGA:  Survei Google: Para Guru di Singapura Lebih Peduli Tentang Cyberbullying Daripada Orang Tua

Ketika mengukur dampak finansial dari insiden siber yang melibatkan pembayaran digital, jumlah kerugian finansial tampaknya sebagian besar dibatasi kurang dari 100 USD hingga 5.000 USD, dengan jumlah responden sangat kecil yang melaporkan mengalami kerugian sebesar lebih dari 5.000 USD.

Mayoritas responden (52%) mengaku kehilangan uang karena penipuan rekening bank dan kartu kredit. Di kelompok mayoritas ini, sebanyak 23% kehilangan kurang dari 100 USD, 13% kehilangan antara 101-500 USD, sementara 48% menunjukkan bahwa mereka tidak kehilangan uang dari ancaman ini.

Peretasan akun akibat pelanggaran data (47%), penipuan aplikasi palsu (45%), ransomware (45%), serta penawaran palsu (43%) juga terdaftar sebagai lima ancaman teratas yang mengakibatkan kerugian finansial di Asia Tenggara.

Pada saat yang sama, dampak ancaman siber terhadap pembayaran digital tidak hanya membebani konsumen secara finansial, tetapi juga memengaruhi mereka dari perspektif psikologis.

Setelah mengalami insiden siber, lebih dari dua dari tiga responden dari wilayah tersebut (67%) mengatakan bahwa mereka menjadi lebih waspada. Lebih dari seperempat (32%) juga mencemaskan apakah mereka bisa mendapatkan kembali uang yang hilang.

Konsumen juga khawatir tentang kepercayaan mereka. Sekitar 36% mengindikasikan mereka masih percaya bahwa bank dan penyedia e-wallet dapat menyelesaikan isu yang ada, tetapi 18% mengatakan mereka kurang percaya pada penyedia pembayaran digital. Meskipun demikian, sejumlah konsekuensi terus berlanjut.

Lebih dari seperempat (30%) responden menyalahkan diri sendiri atas kesalahan tersebut, sementara sebagian kecil (12%) mengakui bahwa mereka terlibat dalam kesalahpahaman dengan pasangan, anggota keluarga dan teman karena hal itu.

Baca: Telah Hadir tara.app, Dukung UMKM Adopsi Pembayaran Digital

Dalam hal tindakan yang dilakukan setelah menghadapi ancaman, hampir dua dari tiga responden (64%) melakukan perubahan terhadap kata sandi dan pengaturan keamanan lainnya di aplikasi perbankan dan e-wallet mereka, setengahnya (50%) menelepon bank atau perusahaan e-wallet terkait, sementara 45% memberi tahu anggota keluarga dan teman-teman mereka tentang insiden tersebut.

BACA JUGA:  Upaya Phishing di Indonesia Mengincar Sektor Keuangan, Diperlukan Kolaborasi untuk Memberantasnya

Perlindungan keamanan siber menjadi lebih diperhatikan oleh konsumen begitu mereka berhadapan dengan ancaman. Sedikit lebih dari seperempat responden (26%) mengatakan mereka menginstal solusi keamanan pada perangkat yang terinfeksi, sementara persentase yang sama (26%) mengatakan mereka melakukannya terlepas dari apakah perangkat mereka terinfeksi atau tidak.

“Memulai baru dari awal” juga merupakan pilihan, 15% responden mengatakan bahwa mereka mengunduh e-wallet baru dan membuat akun baru hanya untuk keamanan.

Laporan Kaspersky “Mapping a digitally secure path for the future of payments in APAC” mempelajari tentang interaksi kita dengan pembayaran online. Ini juga memeriksa sikap kita terhadap kenyamanan tersebut, yang memegang kunci untuk memahami indikator yang selanjutnya mungkin akan mendorong atau membendung adopsi teknologi ini.

Studi ini dilakukan oleh lembaga penelitian YouGov di wilayah utama di Asia Pasifik, termasuk Australia, Cina, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Thailand, dan Vietnam (10 negara). Tanggapan survei dikumpulkan pada Juli 2021 dengan total 1.618 responden yang disurvei di seluruh negara yang disebutkan. Responden berkisar antara 18-65 tahun, yang seluruhnya merupakan pekerja profesional dan pengguna pembayaran digital.

Baca: Studi Ungkap Pembayaran Digital Melesat Saat Pandemi, Siapa Mendominasi?

Tags: Kaspersky
Previous Post

Ini Aplikasi yang Bisa Beri Akses ke Pasar Saham Amerika Serikat

Next Post

Begini Cara Menggunakan Pembayaran Digital yang Aman

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Aplikasi SITUNTAS, Inovasi Andalan PA Jakpus Tingkatkan Layanan Masyarakat

TOP Digital Awards 2026: Aplikasi SITUNTAS, Inovasi Andalan PA Jakpus Tingkatkan Layanan Masyarakat

Ahmad Churi
22 September 2026 | 16:46

TOP Digital Awards 2026: Angkasa Pura Dorong Penerapan AI Efektif & Efisien Selaras Prinsip GCG

TOP Digital Awards 2026: Angkasa Pura Dorong Penerapan AI Efektif & Efisien Selaras Prinsip GCG

Fauzi
17 September 2026 | 23:06

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

Fauzi
11 September 2026 | 22:31

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

Ahmad Churi
11 September 2026 | 22:27

MSI Group Kembali Gelar Ajang Corporate Rating TOP Digital Awards 2026

MSI Group Kembali Gelar Ajang Corporate Rating TOP Digital Awards 2026

Fauzi
10 September 2026 | 13:18

Load More

TERPOPULER

  • Huawei Kenalkan Lini Smartwatch Terbaru

    Huawei Kenalkan Lini Smartwatch Terbaru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lindungi UMKM Lokal, Akses ke Aplikasi TEMU Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2023: Ini Strategi PLN Icon Plus Tingkatkan Keandalan IT Security

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perumda Paljaya Manfaatkan TI untuk Layanan Pelanggan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

Ahmad Churi
2 September 2026 | 10:17

ItWorks.id- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mendorong penguatan peran fungsional sandiman dalam menghadapi kejahatan siber yang semakin kompleks dan...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto