PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk telah menggelar penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO). Dari aksi korporasi ini, perusahaan mendapatkan dana segar hingga Rp 15,8 triliun.
CEO Grup GoTo Andre Soelistyo mengatakan, GoTo berencana untuk memanfaatkan dana yang diperoleh dari penawaran saham melalui IPO, setelah dikurangi dengan biaya emisi, untuk keperluan modal kerja dalam mendukung strategi pertumbuhan GoTo ke depannya.
Guna mendongkrak kinerja, GoTo telah menyiapkan sejumlah strategi bisnisnya. Pertama, mendorong pertumbuhan jumlah konsumen dan penggunaan layanan GoTo, melalui pengembangan produk dan sinergi antar layanan dalam ekosistem GoTo.
Kedua, akan memperkuat pengalaman berbelanja dan bertransaksi di area terdekat didukung dengan pengembangan infrastruktur, agar konsumen dapat memperoleh akses layanan yang paling relevan dengan mudah, cepat, dan ekonomis.
“Kami juga memperkuat sinergi di dalam ekosistem, termasuk mendorong program loyalitas dan rewards kepada pelanggan, memperluas layanan keuangan, serta memperdalam nilai tambah layanan untuk pedagang,” ujarnya, Senin (11/04/2022).
Selain itu, GOTO berencana untuk berinvestasi di kawasan dengan potensi pertumbuhan yang tinggi, termasuk memperdalam penetrasi pasar di Indonesia, Singapura dan Vietnam, melakukan investasi strategis, memperkuat investasi di teknologi dan infrastruktur serta transisi kepada kendaraan listrik.
Andre mengungkapkan, Indonesia dan Asia Tenggara memiliki populasi muda dan sangat melek teknologi dengan daya beli yang terus meningkat, yang akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi digital kawasan ini.
Baca: IPO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk., Ini Komentar Presiden Jokowi
Baca: Menko Perekonomian: “Ekonomi Digital di Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara”














