Saat ini masih terdapat ketidaksetaraan digital antara laki-laki dan perempuan yang disebabkan faktor ekonomi, sosial, maupun budaya. Perempuan lebih rentan karena banyak beraktivitas di sektor paling terdampak pandemi, seperti ritel, perhotelan, dan UMKM.
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudataan, Femmy Eka Kartika, menegaskan urgensi partisipasi perempuan dalam sektor ekonomi seperti UMKM sangatlah tinggi. Namun, berbagai tantangan masih dihadapi wirausaha perempuan, seperti keterbatasan akses pada pelatihan kewirausahaan, pemahaman teknologi digital yang masih minim, juga kesulitan dalam mendapatkan akses permodalan
“Pemerintah menyadari signifikannya peran kewirausahaan dalam mendukung perekonomian nasional. UMKM terbukti menjadi tulang punggung perekonomian kita. Dari jumlah usaha, hampir 99 persennya merupakan UMKM, yang mana sedikitnya 60 persen merupakan UMKM yang dikelola oleh perempuan,” tegasnya di Jakarta Pusat, Minggu (17/04/2022)..
Oleh karena itu, transformasi digital menjadi salah satu kunci utama untuk bangkit dari keterpurukan di masa pandemi. Lapangan ekonomi digital memerlukan partisipasi aktif dari perempuan untuk menjawab tantangan kreativitas dan kemampuan adaptasi untuk perubahan.
“Pemerintah mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan. Mengingat perempuan pewirausaha sangat terdampak di masa pandemi. Kerja sama dengan berbagai pihak menjadi salah satu langkah pemerintah untuk melatih perempuan lebih tahu mengenai fintech dan digitalisasi,” ujarnya.
Pemerintah berusaha menumbuhkan pola pikir yang lebih positif agar teknologi dapat dimanfaatkan secara produktif. Lebih dari itu, permerintah juga memfasilitasi perempuan lewat pelatihan agar saling bertemu, berbagi pengalaman dan pengetahuan untuk pengembangan produk, mitra, serta pasar bagi perempuan pelaku UMKM.
Untuk itu, dalam peringatan Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April 2022, Kementerian Kominfo bekerja sama dengan IEEE Indonesia Section akan menyelenggarakan webminar dengan tema “Women in Digital Entrepreneurship (WiDE): #RecoverTogether with Digital Entrepreneurship”.
Selain webinar, dalam WiDE juga berlangsung dua sesi panel pelatihan, pertama “Women in Digitalpreneur: Aspiring Speech from the Government” yang dipandu stakeholders pemerintah untuk memperbaiki asimetris informasi mengenai dukungan pemerintah terhadap Digital Entrepreneurship.
Adapun sesi kedua, “Women in Digitalpreneur: Inspiring Speech from Professionals” menghadirkan profesional, asosiasi perempuan, maupun perusahaan teknologi global untuk memberikan inspirasi dan membangun semangat perempuan menjadi Digipreuneur dengan memanfaatkan teknologi.














