ItWorks- Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sejak November 2021, telah meluncurkan program BTS (Buy The Service) Layanan Angkutan Umum Massal Perkotaan berbasis BRT (Bus Rapid Transit) di Kota Bogor. Salah satu keunggulan layanan transportasi umum yang diberi nama Biskita Trans Pakuan ini yakni memanfaatkan dukungan teknologi digital untuk operasional dan infomasi pendukung memudahkan masyarakat pengguna.
Direktur Angkutan BPTJ Tatan Rustandi mengungkapkan, kehadiran Biskita Trans Pakuan Sejak diluncurkan, layanan Biskita Trans Pakuan mendapat sambutan sangat positif oleh warga Kota Bogor. Karena itu, konsep ini akan dikembangkan di kota-kota lain.
“Kehadiran Biskita Trans Pakuan merupakan bagian dari penataan angkutan perkotaan di kawasan aglomerasi Jabodetabek yang belum memiliki layanan angkutan umum massal dengan sistem BRT yang merata. Padahal di sisi lain kebutuhan masyarakat dalam bermobilitas di wilayah Jabodetabek sangat tinggi dan tidak lagi mengenal batas wilayah administrasi. Melalui modernisasi, warga bisa merasakan peradaban transportasi di angkutan umumsehingga naik angkutan umum menjadi gaya hidup perkotaan. Melalui dukungan sistem teknologi digital, warga yang sedang melakukan perjalanan makin mudah mendapatkan beragai informasi pendukung tanpa hambatan,” ujar Tatan Rustandi saat menjadi pembicara Ngopi Jabodetabek “Ngobrol Seputar Transportasi Jabodetabek” yang bertema “Biskita: Inspirasi Angkutan Umum Perkotaan Terintegrasi di Bodetabek” yang diselenggarakan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), di Jakarta (19/4/2022).
Adapun aplikasi digital itu bernama BISKITA dapat diunduh di ponsel melalui playstore. Melalui aplikasi ini dapat diakses informasi layanan terutama untuk mengetahui headway atau jarak kedatangan maupun keberangkatan bus.
Selain itu, layanan BISKITA juga memiliki akun media sosial tersendiri @biskita.id untuk semakin memudahkan masyarakat pengguna untuk menjangkau informasi terbaru yang dibutuhkan.
Pelibatan teknologi digital juga dilakukan dengan pemasangan berbagai peralatan berbasis internet (Internet of Things) IOT, seperti passenger counting, GPS Tracking dan camera surveillance pada setiap unit bus, yang berguna untuk mendukung aspek monitoring, pengawasan dan keselamatan.
Saat ini, menurut Tatan, perkembangan Biskita Trans Pakuan menujukkan kenaikan jumlah penumpang yang signifikan yang berarti angkutan ini diterima masyarakat Bogor. Sejak Januari hingga April 2022 terjadi peningkatan jumlah penumpang yang signifikan dengan load factor hingga mencapai 61,3 persen pada pertengahan April 2022. Jika pada Januari 2022 total jumlah penumpang mencapai 46.292 orang, pada Februari bertambah menjadi 201.627 penumpang dan semakin bertambah pada Maret 2022 yaitu 310.552 penumpang. Hingga pertengahan April, total penumpang Biskita sudah mencapai 184.280 orang.
“Karena itu BPTJ mempertimbangkan pengembangan lanjutan Biskita pada tahun depan, tetapi rencana ini harus dibicarakan lebih dalam di lingkup internal BPTJ, Kementerian Perhubungan hingga lintas Kementerian,” ujarnya. (AC)














