KB Bukopin, yang mayoritas sahamnya dimiliki investor asal Korea Selatan, menyatakan akan merilis aplikasi perbankan terbaru yang diekspektasikan untuk melampaui aplikasi yang sekarang serta memberikan pengalaman-pengalaman di luar layanan perbankan seperti virtual concert, live concert, dan dunia metaverse.
Sebelumnya, bank ini telah melakukan peningkatan layanan dan produk di bawah strategi baru yang bertajuk Next Level Banking dan merilis Television Commercial (TVC) kolaborasi bersama girlband aespa, KB Bukopin akan melanjutkan momentum perubahan mereka.
Selain akan merilis aplikasi baru dengan pengalaman baru, KB Bukopin juga telah mengakomodasi investasi-investasi asing di antaranya melalui program Korean Link Business.
Mengutip siaran pers KB Bukopin, Kamis, 02/06/2022, hingga Q1-2022, Korean Link Business telah menjaring 51 korporasi Korea Selatan di Indonesia, 44 di antaranya dalam penghimpunan dana, serta 7 lainnya dalam penyaluran kredit dan trade finance, menurut KB Bukopin dalam siaran persnya, Kamis.
Perusahaan yang masuk dalam daftar itu, di antaranya Krakatau Posco, Lotte Group, LG Electronics, Hyundai, Hankook Tire, Lock&Lock, dan masih banyak lagi.
Sejak Korean Link Business dijalankan pada Q1-2021, tingkat penghimpunan dana (funding) KB Bukopin meningkat dari Rp6,3 triliun menjadi Rp7,8 triliun. Sementara penyaluran kredit sampai dengan 31 Desember 2021 telah mencapai Rp420 miliar.
Selain mengakomodasi pelaku usaha dan korporasi Korea Selatan yang beroperasi di Indonesia, KB Bukopin yakin bahwa program Korean Link Business telah berhasil mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia dan sekaligus memperkuat eksistensi KB Bukopin menuju bank terbesar di Indonesia dan global.
KB Bukopin juga telah bekerjasama dengan pabrikan otomotif Korea Hyundai. Melalui cabang Palembang, KB Bukopin telah menjalin kerja sama dalam hal pembiayaan purchase order unit kendaraan ke ATPM Hyundai Indonesia.
Saat ini, Hyundai merupakan pionir dari mobil listrik yang paling terjangkau bagi pasar Indonesia melalui produk Hyundai Kona dan Hyundai Ioniq. Berdasarkan data GAIKINDO, model Battery Electric Vehicle (BEV) dari Hyundai berhasil mendominasi penjualan ritel dengan pangsa pasar hingga 87,3 persen.
Dengan semakin berkembangnya mobil listrik di Indonesia, tentunya dampak ke KB Bukopin juga akan besar. KB Bukopin memiliki kedekatan dengan Hyundai dimana Hyundai Pusat merupakan debitur KB Kookmin Bank di Korea Selatan.














