Harga rumah selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya. Penyebabnya di antaranya adalah terjadinya inflasi, ketersediaan tanah yang tak pernah bertambah sementara jumlah penduduk terus bertambah, dan kenaikan harga bahan bangunan.
“Berdasarkan data Rumah.com Indonesia Property Market Index, indeks harga rumah dalam 3 tahun terakhir meningkat 10%. Walaupun sempat mengalami perlambatan akibat pandemi di tahun 2020-2021, tapi tren peningkatan harga kembali berlanjut di tahun 2022 dengan kenaikan 5% secara tahunan,” jelas Marine Novita, Country Manager Rumah.com, Kamis (14/07/2022).
Rumah.com Indonesia Property Market Index juga mengungkap bahwa tingkat kenaikan harga terjadi lebih besar lagi di area Jabodetabek dimana kenaikan harga mencapai 11,5%, di Tangerang Selatan naik 24,5%, di Kabupaten Tangerang, 8,5% di Kabupaten Bogor, dan 7,5 % di Depok terutama didorong oleh area-area idaman yang menjadi incaran pencari rumah.
Baca: Hasil Studi Rumah.com Ungkap Tingginya Minat Pembiayaan KPR Syariah
Menurut Rumah.com, data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) memiliki akurasi yang cukup tinggi untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Indonesia, karena merupakan hasil analisis dari 700.000 listing properti dijual dan disewa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman yang dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya.
Temuan Rumah.com Consumer Sentiment Survey H1 2022, mengungkap bahwa hanya ada 2% responden yang menjadikan apartemen sebagai pilihan utama ketika mempertimbangkan untuk membeli hunian dalam waktu satu tahun ke depan.
Rendahnya minat responden tidak mempertimbangkan untuk membeli apartemen disebabkan dua alasan utama yaitu pertama nilai lebih untuk harga yang sama dengan membeli rumah tapak dan alasan kedua adalah ketidaksukaan tinggal di gedung bertingkat tinggi.
Rendahnya minat terhadap apartemen ini cukup mengkhawatirkan di tengah semakin terbatasnya lahan dan kemampuan untuk membeli.
“Menjadikan apartemen sebagai pilihan yang menarik bagi pencari rumah adalah pekerjaan rumah bagi segenap industri properti dan pemerintah. Keengganan dan kekuatiran pencari rumah harus dijawab dengan kepastian, rasa aman, dan pilihan produk yang tepat. Mengingat keterbatasan lahan, tugas ini makin mendesak untuk segenap pemangku kepentingan,” tegasnya.
Baca: Survei Rumah.com: “Pencari Rumah yang Tunda Transaksi Mulai Berkurang”














