Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat. Tujuan kunjungan kerja ini ialah memastikan kemajuan pembuatan satelit di Boeing, SpaceX, dan Hughes Network System.
Boeing perusahaan manufaktur satelit untuk proyek Hot Backup Satellite (HBS). SpaceX perusahaan penyedia roket peluncur (rocket launcher) untuk HBS tersebut. Sedangkan Hughes Network System perusahaan yang menyediakan solusi broadband bagi satelit dengan teknologi High Throughput Satellite (HTS) yang digunakan HBS.
Dalam agenda yang akan selama tujuh hari dari tanggal 23 s.d 30 Juli 2022 itu, Menteri Johnny selain memantau kemajuan pembuatan Hot Backup Satellite (HBS) di pabrik Boeing, SpaceX, dan Hughes Network System, juga bertemu dengan Qualcomm, Cisco, Maxar, dan Meta.
Baca: Lebih Efisien, Satelit HBS Dapat Layani Kebutuhan Telekomunikasi Nasional dan ASEAN
Pada hari Senin, (25/07/2022) waktu setempat, Menkominfo telah mengadakan pertemuan dengan perusahaan Boeing dan SpaceX, “Hari ini, saya adakan pertemuan dengan perusahaan pembuat satelit yaitu Boeing Sattelite, dimana Satelit Hot Backup itu akan siap diluncurkan pada kuartal pertama (April-Mei) tahun depan.”
“Pada saat pertemuan dengan perusahaan Space-X, dikonfirmnasi bahwa perusahaan itu akan menggunakan Roket Falcon-6 untuk meluncurkan tiga satelit Indonesia,” imbuhnya.
Menkominfo menyatakan, Roket Falcon-6, pertama akan meluncurkan Satelit Hot Backup buatan Boeing, yang rencananya akan mengudara pada bulan Mei. Kedua, akan digunakan untuk mengantar Roket SATRIA-1 di bulan Juni atau Juli. Ketiga, mengantar Satelit Telkomsat yang jadwalnya sedang disusun.
Dalam kunjungan ini, Menkominfo didampingi Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kemkominfo Anang Latif, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Ismail, dan Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Usman Kansong.
Baca: Agar Akses Internet Merata, Indonesia Kombinasikan Kabel Serat Optik dan Satelit














