Guna menaikkan kelas UMKM, termasuk mendorong adopsi teknologi digital, Pemerintah mengupayakan berbagai inisiatif dan kebijakan, salah satunya melalui program Bangga Buatan Indonesia. Program tersebut mendukung UMKM agar mampu memasarkan produknya melalui e-commerce.
“Hingga Mei 2022, persentase UMKM on boarding telah mencapai 63,7 persen dari total target digitalisasi UMKM sebanyak 30 juta atau telah mencapai 29,8 persen dari total jumlah UMKM,” kata Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu, 13/08/2022.
Ia memberi sejumlah saran agar dapat naik kelas. “UMKM untuk lebih memperbaiki administrasi sehingga akan lebih teratur dalam masalah perpajakan,” tutur Airlangga
Terkait permasalahan bahan baku, pengusaha UMKM diharapkan dapat lebih mengutamakan penggunaan bahan dari dalam negeri, ketimbang mengandalkan impor.
Selain itu, branding UMKM lokal juga harus diperkuat lagi dan diberi kesempatan agar makin berkembang dan bisa bersaing dengan brand dari luar negeri.
Adapun pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal 2 tahun 2022 kembali mencatatkan kinerja impresif dengan capaian 5,44 persen (yoy).
Dorongan bagi pertumbuhan ekonomi juga diperoleh dari kinerja positif dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang telah sekian lama menjadi salah satu bagian penting dari perekonomian Indonesia dan terbukti memiliki daya tahan yang sangat baik, termasuk menghadapi pandemi.
Jumlah UMKM di Indonesia tercatat sekitar 60 juta dengan kontribusi terhadap PDB mencapai 60,51 persen dan berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja hingga mencapai 96,9 persen dari total penyerapan tenaga kerja nasional.
Baca: Dukung UMKM Adopsi Teknologi Digital, Pemerintah akan Beri Kemudahan Sertifikat SNI














