Kerangka ekonomi digital sangat penting karena potensi ekonomi digital di Indonesia yang luar biasa. Berdasarkan hasil riset dari Google, Temasek, dan Bain & Company, nilai dari ekonomi digital Indonesia mencapai 70 miliar dolar AS pada 2021 atau terbesar di Asia Tenggara. Potensi ekonomi digital tersebut masih terus tumbuh dengan nilai yang diperkirakan akan melonjak menjadi 146 miliar dolar AS pada 2025.
Berdasarkan data We Are Social, dapat diidentifikasi terjadinya lonjakan populasi pengguna internet di Tanah Air. Pada 2018, jumlah pengguna internet di Tanah Air mencapai 132,2 juta pengguna, melonjak menjadi 202,6 juta pada 2021, dan tahun ini diproyeksikan 210 juta pengguna.
“Kondisi tersebut menunjukkan betapa besarnya potensi ekonomi digital untuk segera kita optimalkan dalam perekonomian,” tutur Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita lewat keterangannya di Jakarta, Selasa, 23/08/2022.
Kemenperin mengambil langkah strategis dalam menunjang digitalisasi tersebut, di antaranya dengan turut mengakselerasi transformasi bisnis pada sektor manufaktur melalui peta jalan Making Indonesia 4.0.
Kemudian sesuai komitmen untuk memperluas dan meningkatkan kemampuan industri software konten dalam negeri, Kemenperin menyelenggarakan program bimtek untuk melatih generasi muda agar dapat berkontribusi secara riil dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Melalui program tersebut, Kemenperin mengharapkan software aplikasi, gim, dan animasi buatan lokal dapat bersaing dengan produk global. Bimtek Pengembangan Industri Software Konten diberikan kepada 100 santri dari empat pesantren di Indonesia.
“Melalui program ini, kami memberikan pemahaman dan motivasi kepada generasi muda tentang pentingnya digitalisasi dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional,” kata Direktur Jenderal Industri Logam, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Taufiek Bawazier.
Kemenperin juga memprogramkan kegiatan pengembangan industri Artificial Inteligence (AI), Big Data, serta teknologi lainnya yang diperlukan dalam ekonomi digital.
Upaya itu pun harus didukung dengan keamanan siber yang mumpuni. Untuk itu Kemenperin telah membangun kawasan pengembangan pusat teknologi dan inovasi (Digital Technopark) di lima lokasi, yaitu Batam, Bandung, Semarang, Bali, dan Makassar.
“Selain itu, pemerintah juga mempercepat peningkatan infrastruktur secara fisik maupun digital, seperti pengembangan jaringan 5G serta rencana pengadaan low orbital satellite untuk menyediakan layanan internet sampai ke pelosok Indonesia,” tutup Taufiek.
Baca: Menperin Kembangkan Potensi Ekonomi Digital di Indonesia














