Eksportir kopi asal Indonesia, CATUR Coffee Company, telah meneken kontrak kerja sama dan nota kesepakatan pembelian kopi dengan Biji Kakao Trading senilai lebih dari USD 1,5 juta atau setara dengan Rp 22 miliar.
Biji Kakao Trading merupakan perusahaan trading asal Belanda yang memiliki misi untuk membantu para petani dan mitra bisnis Indonesia untuk memasarkan biji kakao dan biji kopi ke kancah internasional.
Proses penandatangan kontrak tersebut disaksikan juga oleh menteri BUMN, Erick Thohir, beserta perwakilan dari Asosiasi Kopi Spesialti Indonesia (AKSI/SCAI) dalam ajang Pameran Pasar Kopi yang diselenggarakan di Amsterdam, Belanda pada 1-7 September 2022.
Co-founder dan CEO CATUR Coffee Company, Mikael Jasin, menjelaskan bahwa kontrak yang ditandatanganinya ini berlaku dalam jangka waktu dua tahun, terhitung sejak September 2022 hingga September 2024.
“Kami bekerja sama dengan Biji Kakao Trading selama dua tahun berturut-turut untuk mengirimkan biji kopi asli Indonesia dengan jumlah kurang lebih lima sampai enam kontainer yang masing-masing berisikan 20 ton biji kopi berjenis arabika,” ujar Mikael, dalam keterangannya 07/09/2022
Ia berharap kerja sama ini dapat menjadi batu pijakan untuk membantu lebih banyak prosesor serta petani kopi lokal untuk menjajaki pasar internasional.
Sebagai informasi, CATUR Coffee Company telah bekerjasama dengan lebih dari 1.000 petani kopi dan prosesor lokal dari beberapa daerah di Indonesia dan melakukan edukasi dan pendampingan sehingga kualitas kopi daerah meningkat.
“CATUR Coffee Company memiliki misi sebagai agen perubahan pada industri kopi yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas kopi dari petani lokal, tetapi juga aware dengan kesejahteraan para pemangku kepentingan industri kopi,” tutup Mikael Jasin.














