Kalau mendengar kata Lenovo, tidak salah jika kita terbayang jajaran laptop, baik untuk bisnis dan gaming atau lini produk TI consumer.
Tapi, ternyata perusahaan terkemuka di bidang teknologi-informasi ini juga punya lini produk yang tergolong enterprise, seperti server, storage, networking. Yaitu Lenovo Infrastructure Solution Group (Lenovo ISG).
“Saat ini, Lenovo memiliki 3 lini bisnis yaitu Solutions & Services Group (SSG); Infrastructure Solutions Group (ISG); dan Intelligent Devices Group (IDG),” jelas Sumir Bhatia, President Lenovo Infrastructure Solutions Group, Asia-Pasific, dalam Media Briefing Session, di Jakarta, 22/09/2022.
Adapun strategi bisnis yang tengah dijalankan Lenovo disebut “3S” yaitu, smart verticals & services; smart infrastructure; dan smart IoT.
“Nah, Lenovo ISG menyediakan infrastruktur cerdas, yang menyediakan daya komputasi (computing), penyimpanan (storage), dan jaringan (networking) untuk mendukung kecerdasan (intelligence),” tutur Sumir.
Kalau sering mendengar istilah berbeda untuk pusat data, ia melanjutkan, itu karena Lenovo menawarkan portofolio pusat data yang kaya untuk mendukung berbagai kebutuhan pelanggan yang berbeda.”
“Mulai dari pusat data tradisional untuk aplikasi inti perusahaan; software-defined (virtualisasi) untuk pelanggan yang membutuhkan kelincahan dan fleksibilitas yang lebih baik; hyperscale untuk perusahaan cloud publik; dan komputasi berkinerja tinggi untuk komputasi ilmiah dan aplikasi kecerdasan buatan (artificial intelligence). Itu semua adalah empat mesin bisnis Pusat Data kami,” tutur Sumir.
Kinerja Bisnis
Dalam kesempatan ini, Sumir pun mengungkapkan kinerja Lenovo ISG untuk Q1 2022, “Pendapatan ISG melampaui US$2 miliar untuk pertama kalinya, naik 14% YoY dan telah mencatatkan keuntungan selama tiga kuartal berturut-turut, sementara laba operasionalnya tumbuh lebih dari 202%.”
“Sedangkan segmen penyedia layanan Cloud, serta Server dan Storage mencatatkan rekor raihan pendapatan sepanjang masa dan semuanya secara signifikan melampaui pasar.”
“Demikian juga pendapatan dari Edge Computing yang tumbuh hampir dua kali lipat dari tahun ke tahun, dan untuk High Performance Computing, bisnis ISG mempertahankan posisi kepemimpinan menempati nomor 1 dalam daftar Top500 dengan menambahkan lebih banyak sistem Lenovo, yaitu teknologi pendingin cair Neptune yang unik,” kata Sumir.
Target Pencapaian untuk Masa Depan
Dengan semua capaian itu, menurut Sumir, ada sejumlah target yang ingin dicapai Lenovo ISG ke depannya, “Pertama, masuk 3 besar dunia untuk Edge dan penyedia solusi infrastruktur Cloud; kedua, jadi penyedia infrastruktur Hyperscale terbesar sedunia.”
“Ketiga, jadi perusahaan superkomputer terbesar yang paling dihormati sedunia; terakhir, menjadikan AI sebagai elemen penting dalam semua aspek yang kami lakukan,” harap Sumir.
Baca: Lenovo Indonesia Berdayakan Penggiat Startup Melalui Sekolah Beta














