Pemberdayaan UMKM menjadi salah satu agenda penting pemerintah dalam Presidensi G20 Indonesia.
Deputi Bidang Kewirausahaan KemenKopUKM Siti Azizah dalam menyambut forum The Third Quarterly Group Discussion “Digital Economy to Support SDGs”, menjelaskan akselerasi adaptasi UMKM di era digital merupakan salah satu narasi besar pemerintah Indonesia dalam G20 terkait UMKM.
“Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengenai percepatan transformasi digital UMKM Indonesia,” katanya, sebagaimana dikutip dari pemberitaan media nasional, 13/09/2022.
Mengutip whitepaper Boston Consulting Group bersama Blibli juga Kompas Data yang bertajuk “Menciptakan Pertumbuhan Inklusif melalui Digitalisasi UMKM di Indonesia”, disebutkan dengan pemberian dukungan yang tepat, Indonesia bisa meningkatkan literasi digital UMKM dari 20% menjadi 50% pada tahun 2024.
Langkah itu diperkirakan menghasilkan peningkatan ekonomi sebesar USD38 milyar (setara dengan Rp546,5 triliun), sekaligus memperluas peluang ekonomi lainnya yang lebih besar.
Lebih jauh menurut riset itu, potensi UMKM dapat didorong lewat digitalisasi untuk memperkuat perekonomian Indonesia dan menghasilkan manfaat sosio-ekonomi yang lebih luas bagi komunitas dan masyarakat.
Peningkatan sistemik melalui adopsi digital menawarkan langkah strategis untuk menyempurnakan seluruh ekosistem bisnis Indonesia sehingga dapat meningkatkan pendapatan, PDB, dan perluasan kesempatan kerja.
Sementara, Managing Director Boston Consulting Group Haikal Siregar mengatakan bahwa UMKM yang telah go digital, bisa menghasilkan pendapatan 1,1X lebih tinggi dari UMKM yang hanya eksis secara offline (berkat ekspansi geografis).
“UMKM online juga 2,1X lebih berpeluang untuk menjual barang di skala nasional, dan 4,6X lebih berpeluang untuk mengekspor barang ke luar negeri. Namun, terlepas dari keunggulan tersebut, baru 20% UMKM Indonesia yang telah melek digital,” ungkapnya.














