Penulis: Teguh IS.
PT Perkebunan Nusantara VI (PTPN VI) untuk pertama kalinya menjadi Finalis ajang TOP Digital Awards yang diselenggarakan majalah It Works bekerjasama dengan sejumlah asosiasi dan lembaga konsultan TI dan Telko. Tema yang diangkat dalam TOP Digital Awards 2022 adalah “The Strategic Impact of Digital Transformation in Business & Government”.
PTPN VI telah mengikuti sesi Penjurian TOP Digital Awards 2022, pada hari Kamis, 6 Oktober 2022 secara daring. Dalam sesi ini Budi Irawan selaku Kasubag TI membawakan materi bertajuk “Digital Transformation PTPN VI.”
Di bagian awal presentasinya ia menjelaskan aktivitas usaha perusahaan yaitu mengelola komoditi berupa kelapa sawit, karet, teh, dan kopi. Dengan strategi bisnis yang dijalankan yaitu perluasan areal tanaman dan penggabungan anak perusahaan menjadi unit usaha.
PTPN VI memiliki 14 (empat belas) Unit Usaha, 8 (delapan) Pabrik Kelapa Sawit (PKS), 1 (satu) pabrik karet remah (CRF), 2 (dua) pabrik teh, dan 2 (dua) unit mesin teh celup.
“Saat ini, lokasi perkebunan yang kami kelola ada di Provinsi Jambi dan Sumatera Barat,” kata Budi Irawan.
Baca: TOP Digital Awards 2021: PTPN IX Optimalkan Peran Digital untuk Tunjang Kinerja Bisnis
Transformasi Digital PTPN VI
Kepada dewan juri TOP Digital Awards 2022, Budi Irawan mengungkapkan PTPN VI tergolong masih baru menjalankan transformasi digital.
“Latar belakang PTPN VI menjalankan transformasi digital karena usaha kami ini padat karya melibatkan banyak orang, pekerjaan dijalankkan secara manual berulang-ulang, banyak menggunakan kertas. Maka 1-2 tahun terakhir, kami mulai menjalankan digitalisasi,” jelasnya.
Meski demikian, dari tahun 2021 sampai pertengahan 2022 ada sejumlah capaian yang menurutnya cukup signifikan dalam perjalanan transformasi digital perusahaan.
“Pertama, bekerjasama dengan pihak ketiga yaitu PT Telkom Indonesia dalam penyediaan infrastruktur jaringan di kantor pusat dan unit usaha”
“Kedua, aplikasi e-Office, mulai digunakan tahun 2021. Ini mendukung kegiatan surat menyurat (memo, nota dinas dan surat masuk). Aplikasi ini punya fitur unggulan dimana setiap surat-menyurat di integrasikan dengan Whatsapp Blast.”
“Aplikasi ini tersedia dalam versi web dan android. Manfaatnya untuk perusahaan, mempercepat dalam mengambil keputusan. Bahkan, kami memperoleh efisiensi sekitar Rp1,2 miliar per tahun dari penghematan penggunaan kertas menjadi paperless,” tutur Budi Irawan.
Lebih lanjut, ia memaparkan aplikasi yang digunakan perusahaan, antara lain, aplikasi pembelian TBS, yang digunakan untuk meng-input hasil panen Tandan Buah Segar kelapa sawit (TBS) dari setiap unit usaha atau mitra secara online. “Manfaatnya, pembayaran pembelian TBS dapat dilakukan lebih cepat yaitu H+2,” ungkap Budi Irawan.
PTPN VI juga telah memanfaatkan aplikasi lainnya yaitu e-Faktur, e-Spp, Intranet produksi, aplikasi SDM, dan Digital Farming.
“Ada juga aplikasi EWMS, untuk early warning monitoring systems dari alat-alat di pabrik yang dapat memberikan peringatan dini sebelum terjadi kerusakan. Sehingga kerusakan alat dapat dicegah sedini mungkin,” kata Budi Irawan kepada dewan juri.
Untuk infrastruktur TI, selain kerja sama penyediaan jaringan dengan Telkom, PTPN VI juga punya ruangan server sendiri yang tergolong Tier 3.
Terkait Big Data atau IoT, PTPN VI telah terintegrasi dengan ERP-SAP, selaras dengan kebijakan holding PTPN.
Baca: Ingin Tumbuh Bersama Mitra, PTPN IX Selaraskan Program CSR dengan Bisnis Intinya
Capaian Membanggakan
Kepada dewan juri, Budi Irawan pun memaparkan sejumlah keberhasilan terkait TI PTPN VI dalam satu tahun terakhir yang menurutnya layak dicontoh oleh perusahaan/instansi lain.
“Pertama, aplikasi e-Office, mulai digunakan tahun 2021. Ini mendukung kegiatan surat menyurat (memo, nota dinas dan surat masuk). Aplikasi ini punya fitur unggulan dimana setiap surat-menyurat di integrasikan dengan Whatsapp Blast. Manfaatnya, mempercepat dalam mengambil keputusan dan paperless sehingga ada penghematan biaya kertas.”
“Capaian kedua, aplikasi PKBL, aplikasi ekternal yang digunakan dalam memudahkan mitra dalam melakukan pinjaman sesuai dengan SOP yang berlaku. Saat ini namanya PKBL diganti menjadi TJLS (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan).”
Baca: PTPN X Lakukan Tanam Perdana Pemantapan Teknis MTT 2021
Komitmen dan Peran Pemangku Kepentingan
Kepada dewan juri, Budi Irawan menegaskan komitmen dan peran pemangku kepentingan PTPN VI dalam mensukseskan Program Transformasi Digital.
“Di CEO, Direktur Utama mendukung digitalisasi Internal PTPN VI dengan mengharuskan Subbag. TI untuk membuat aplikasi setiap bulannya untuk mendukung/mempermudah bagian terkait dalam menjalankan proses bisnis yang ada.”
“Di tingkat CIO, Kabag. Pengadaan dan TI memberikan masukan terkait pembangunan aplikasi pembelian TBS pihak ketiga,” tutup Budi Irawan.
Turut mengikuti sesi Penjurian TOP Digital Awards 2022, dari PTPN VI yaitu Alen Abdi N.
Sedangkan bertindak selaku dewan juri yaitu Lim Kurniawan, Benyamin De Haan, Dwinda Ruslan, dan Thendri Soeprijatno.
Baca: Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Resmi Luncurkan Indonesia Plantation Institute














