Penulis: Albarsyah
Editor: Teguh IS.
PT Bukit Asam Tbk. (Bukit Asam) kembali terpilih menjadi Finalis ajang TOP Digital Awards yang diselenggarakan majalah It Works bekerja sama dengan sejumlah asosiasi dan lembaga konsultan TI dan Telco. Tema yang diangkat dalam TOP DIGITAL Awards 2022 ini adalah “The Strategic Impact of Digital Transformation in Business & Government”.
Bukit Asam telah mengikuti sesi Penjurian TOP Digital Awards 2022 di Jakarta, pada hari Selasa, 11 Oktober 2022 secara daring. Dalam sesi ini Ihwani Maris selaku Asisten VP Perencanaan dan Keamanan TI Bukit Asam membawakan materi yang menjelaskan bahwa Bukit Asam telah menjalankan IT Digital Terintegrasi.
Bukit Asam sudah beroperasi di industri pertambangan batu bara sejak tahun 1996, artinya sudah 44 tahun di industri pertambangan batu bara, dengan mengelola sebagian besar deposit batu bara yang ada di Tanah Air.
“Kami mengelola Wilayah Kerja Produksi (WKP) di Sumatera Selatan, Sumatera Barat (Ombilin), Jambi dan Kalimantan Selatan,” kata Ihwani Maris, menjelaskan sekilas bisnis Bukit Asam.
Sebagai salah satu perusahaan dengan tata kelola terbaik di industri pertambangan di Indonesia, Bukit Asam dalam operasional bisnisnya selalu memberikan layanan prima kepada konsumennya. Saat ini, Bukit Asam melayani konsumen dalam negeri sebesar 60 persen dan sisanya sebesar 40 persen konsumen luar negeri alias ekspor.
Salah satu keunggulan BUMN pertambangan batu bara ini adalah dalam layanan pengiriman atau delivery produk batu bara, secara tepat waktu kepada seluruh penggunanya di dalam negeri. Mereka adalah pembangkit listrik milik PT PLN (Persero) maupun pembangkit listrik milik swasta atau Independent Power Producer (IPP).
Baca: Bukit Asam Gelar Ajang Greenovator, Dorong Riset Teknologi Rendah Karbon
“Di Bukit Asam, sebagai pemilik tambang batu bara, dengan berbagai kontraktor pertambangan batu baranya, kami menghitung betul seluruh permintaan konsumen dan harus menghitung betul jadwal pengiriman dengan tepat. Dengan ketepatan jadwal pengiriman batu bara itu, maka ketersediaan bahan baku ke pembangkitan listrik tidak menjadi kendala,” kata Asisten VP Perencanaan dan Keamanan TI Bukit Asam, Ihwani Maris, saat sesi Penjurian TOP Digital Awards 2022.
Ia menyampaikan ilustrasi bahwa ketidaktepatan jadwal pengiriman batu bara dapat mengakibatkan tertundanya pembongkaran batu bara, dan ketidaktersediaan stok batu bara. “Hal itu, dapat berakibat panjang pula, yaitu pada produksi listrik yang tertunda, dan akhirnya mengakibatkan pemadaman listrik bergilir.”
Maka, untuk memberikan layanan prima kepada konsumennya, Bukit Asam pun telah mengoptimalkan pemanfaatan Teknologi Informatika (TI), yaitu menjalankan IT Digital Terintegrasi.
Bukit Asam tengah menjalankan IT Digital Terintegrasi. Mulai dari hulu, yaitu dari area tambang yang terkait data pertambangan, proses pertambangan dan stock pile di masing-masing area tambang dengan nilai kalorinya. Membangun data transportasi pertambangan yang terintegrasi dengan moda transportasi, mulai dari kereta api, tongkang, dan tug boat. Semuanya lengkap dengan jadwal sangat ketat, agar tidak terjadi permasalahan dengan pengiriman batu bara ke tangan pembeli di dalam maupun luar negeri.
Asisten VP Perencanaan dan Keamanan TI Bukit Asam, Ihwani Maris
IT Digital Terintegrasi
Kepada dewan juri TOP Digital Awards, Ihwani Maris mengutarakan saat ini Bukit Asam tengah menjalankan IT Digital Terintegrasi. “Mulai dari hulu, yaitu dari area tambang yang terkait data pertambangan, proses pertambangan dan stock pile di masing-masing area tambang dengan nilai kalorinya.”
“Berikutnya, kami telah membangun data transportasi pertambangan yang terintegrasi dengan moda transportasi, mulai dari kereta api, tongkang, dan tug boat. Semuanya lengkap dengan jadwal sangat ketat, agar tidak terjadi permasalahan dengan pengiriman batu bara ke tangan pembeli di dalam maupun luar negeri,” tutur Ihwani Maris.
Menurutnya, pembangunan IT Digital Terintegrasi modern, merupakan keharusan bagi industri pertambangan batu bara. Karena bisnis ini, mulai dari kegiatan penambangan, pemrosesan, hingga pengiriman ke konsumen memiliki resiko sangat tinggi.
“Dalam digitalisasi ini, kami telah membangun dashboard, data center, dan data analytic yang akurat dan update. Langkah itu merupakan keharusan bagi operasional pertambangan, untuk memberikan layanan terbaik dari hulu hingga hilir, sampai ke konsumen akhir dengan yang tepat waktu, tepat produk dan kalori, dan juga tidak mengurangi tonase,” tegas Ihwani Maris.
Untuk mencapai hal tersebut, lanjutnya, manajemen Bukit Asam pun tidak tanggung-tanggung mengucurkan belanja modal dalam membangun IT, termasuk Sumber Daya Manusia (SDM) dan talent IT. “Di tahun 2021, belanja modal untuk divisi IT, sebesar Rp 58 miliar,” tutup Ihwani Maris.
Turut mengikuti sesi Penjurian TOP Digital Awards 2022, dari Bukit Asam yaitu Shinta Angreini, dan Mujtahid Hakim.
Sedangkan bertindak selaku Dewan juri yaitu Nurul Yakin SB, Dwinda Ruslan, dan Lim Kurniawan.
Baca: Bukit Asam Innovation Awards 2022 Upaya Dorong Dekarbonisasi














