Penulis: Nurdian Akhmad
Di era digital saat ini, PT BPR Bank Bapas 69 (Perseroda) terus mengimplementasi berbagai solusi informasi teknologi (IT) guna meningkatkan kinerja bisnis dan layanan kepada pelanggan. Tak hanya itu, BPR milik Pemerintah Kabupaten Magelang ini juga berupaya membangun Digital Culture di perusahaan.
Pimpinan TI sekaligus Kepala Bagian (Kabag) Akutansi PT BPR Bank Bapas 69 Suhadi menjelaskan, Digital Culture tidak mudah dilakukan di lingkungan BPR karena budaya kerja yang menjunjung tinggi sopan santun dan tatap muka.
“Konsumen merasa BPR memiliki kelebihan di dalam pendekatan yang maksimal, tidak menghilangkan budaya lingkungan, dan tidak terlalu bersikap ‘resmi’,” kata Suhadi dalam penjurian TOP DIGITAL Awards 2022 yang dilakukan secara daring, Selasa (25/10/2022).
Hadir pula dalam penjurian ini Direktur Utama BPR Bank Bapas 69 Rohmad Widodo, Direktur Umum dan Kepatuhan Dyah Retno Andiani, serta Direktur Operasional Heni Astuti.
Suhadi menjelaskan, persiapan Digital Culture yang dilakukan di lingkungan BPR Bank Bapas 69 adalah dengan mengubah kinerja internal ke arah digital sebelum meluncurkan fasilitas ke eksternal.
“Beberapa aplikasi android dikembangkan untuk memudahkan mengolah data seperti aplikasi Collecting untuk transaksi tabungan di lingkup fasilitas umum dan aplikasi Portal untuk memudahkan seluruh pegawai berinteraksi mengenai pekerjaan sehari-hari,” kata Suhadi.
Implementasi Solusi Bisnis
Sedangkan untuk solusi bisnis yang diimplementasikan BPR Bank Bapas 69 di antaranya yang terkait pengembangan bisnis adalah Kurda Mabur (KUR Daerah Magelang Bunga Murah). Solusi yang dibangun tim IT internal ini diimplementasikan BPR Bank Bapas pada 2022 ini.
Kurda Mabur merupakan aplikasi untuk pinjaman bunga murah bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM baru maupun yang sudah jalan atau bersifat nasabah baru. “Fitur unggulannya adalah syarat lebih mudah namun tidak mengurangi uji kelayakan kredit. Sedangkan manfaat dari solusi ini untuk perusahaan adalah promosi pengenalan bank lebih luas,” ujar Suhadi.
Selanjutnya adalah solusi bisnis terkait peningkatan layanan konsumen, dengan nama Mobil Kas Keliling dan Penggunaan virtual account (VA). Solusi bisnis yang diimplementasikan pada 2021 ini dibangun oleh tim IT internal dan eksternal atau kombinasi.
Menurut Suhadi, fitur unggulan dari Mobil Kas Keliling ini adalah mengoptimalkan fasilitas “jemput bola” untuk memudahkan konsumen yang berada pada lingkungan tertentu sehingga pelayanan selalu hadir di manapun.
Sedangkan manfaat atau dampak untuk perusahaan adalah kepercayaan dari konsumen semakin meningkat dengan adanya pelayanan yang lebih interaktif dan siap sedia dalam lingkup sosial seperti pasar, sekolah, perkantoran dan lain sebagianya. “Tidak terlewat juga dalam momen acara tertentu Bank Bapas 69 dapat hadir melayani konsumen,” kata Suhadi.
Untuk solusi bisnis terkait internal atau operasional perusahaan adalah aplikasi FormKita. Aplikasi ini dibangun oleh tim IT internal dan eksternal pada 2021 dan mulai diimplementasikan pada 2022.
“FormKita merupakan aplikasi berbasis web untuk menunjang operasional karyawan di saat mencari nasabah,” ucap Suhadi.
Fitur unggulan di FormKita adalah dapat mengisi formulir pembukaan kredit maupun tabungan pada saat itu juga. Sedangkan manfaat atau dampak untuk perusahaan adalah mengurangi penggunaan kertas (cetakan formulir) dan mempercepat proses kredit.
Solusi bisnis selanjutnya adalah terkait eksternal atau mitra perusahaan dan konsumen, yakni ATM Cardless. Solusi layanan mesin tarik tunai tanpa kartu tersebut saat ini masih on progress. Dengan ATM Cardless, nasabah dapat melakukan transaksi 24 jam tanpa terbatas jam operasional bank.
“Manfaat untuk perusahaan adalah mendapat nasabah tabungan lebih banyak dan meningkatkan pelayanan terhadap nasabah lama,” kata Suhadi.
BPR Bank Bapas 69 juga berupaya mencapai Level Industry 4.0 atau Society 5.0, terutama terkait dengan aplikasi, infrastruktur IT, keamanan IT, penerapan big data/IoT, serta Cloud App.
Untuk yang terkait aplikasi, kata Suhadi, upaya yang dilakukan BPR Bank Bapas 69 adalah mengembangkan aplikasi web baru bersifat online dan realtime (Collecting, WartaQ, Otorisasi, QuickBapas/e-banking ) dan berusaha melakukan penambahan fasilitas lain untuk mempermudah kinerja perusahaan.
Sedangkan pengembangan infrastruktur IT yang dilakukan adalah penambahan dan peningkatan perangkat yang digunakan seperti Server, Switching, router, jalur komunikasi private, dan saving battery (UPS). Upaya tersebut juga dibarengi dengan peningkatan keamanan IT perusahaan. “Kami meningkatkan security seperti SSL, antivirus, dan firewall router,” ucapnya.
Untuk implementasi Big Data/IoT saat ini masih dalam proses untuk meningkatkan SDM pada Tim TI. Sedangkan untuk teknologi cloud app saat ini sudah digunakan namun tidak mengurangi kemungkinan akan semakin banyak migrasi seluruh akses ke cloud app.
Implementasi berbagai solusi bisnis yang dilakukan berdampak pada meningkatnya kinerja keuangan BPR Bank Bapas 69 pada 2021. Total aset meningkat dari Rp 1,28 triliun menjadi Rp 1,35 triliun.
Meskipun total pendapatan pada 2021 turun dari Rp 141,05 miliar pada 2020 menjadi Rp 133 miliar, tapi laba bersihnya naik dari Rp 34,47 miliar (2020) menjadi Rp 35,62 miliar (2021). Padahal, porsi anggaran TI terhadap total laba BPR Bank Bapas 69 ada penurunan dari 3,1 persen (2020) menjadi 1,98 persen pada 2021.
Implementasi IT di BPR Bank Bapas 69 didukung oleh empat karyawan IT yang mumpuni, dengan 3 orang karyawan tetap dan 1 orang karyawan TI tidak tetap. Sedangkan total karyawan BPR Bank Bapas 69 pada 2021 sebanyak 104 orang.














