Jakarta, ItWorks- Di tengah pandemi covid-19, sistem aplikasi online dan digital technology-Hanwha SMART, menjadi ujung tombak untuk mendukung kelangsungan operasional perusahaan maupun layanan bagi masyarakat atau pelanggan. Hal ini juga dialami PT Hanwha Life Insurance Indonesia (Hanwha Life), di mana sistem aplikasi dan layanan online yang telah dibangun, juga jadi ujung tombak bagi kelangsungan bisnis perusahaan, sehingga kinerjnya tetap terjaga dengan baik.
Era disurpsi yang dipicu pesatanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), internet, dan sistem digital saat ini, ketersediaan layanan berbasis online kian menjadi tuntutan besar masyarakat, termasuk dalam hal layanan bagi nasabah atau pelanggan. Terlebih sejak terjadi wabah covid-19 yang mengharuskan adanya jaga jarak, social distancing dan sejenisnya yang membuat layanan berbasis online kian menjadi kebutuhan yang tak terbendung.
Perkembangan dunia digital yang pesat juga membawa era digitalisasi dunia asuransi. Bisnis layanan asuransi yang sebelumnya masih melakukan cara konvensional, belakangan mulai mengintegrasi perkembangan dengan sistem digital. Menyikapi tren tuntutan digital sekaligus sebagai respons terhadap era Revolusi Industri 4.0 dan antisipasi berkembangnya era masyarakat 5.0, Hanwha Life juga konsisten mengembangkan sistem aplikasi dan process improvement untuk mendukung optimalisasi layanan maupun produk asuransi berbasis online.
Berbagai respons terhadap tren digital society yang berkembang juga telah mewarnai digitalisasi di Hanwha Life. Di sistem manajemen, perusahaan telah menerapkan sistem aplikasi Enterprice Resource Planning (ERP) -Platform Biz, Network Eff -HLI Digital Ecosystem, HR melalui aplikasi Employee Self Services, dan lainnya termasuk hubungan dengan mitra agen asuransi (Hanwha SuperHeroes), digital agency -agen asuransi lepas (freelance), serta solusi bisnis terkait peningkatan layanan konsumen (nasabah) dengan Hanwa Smart yang memudahkan nasabah dalam mengakses polis secara digital.
Masing-masing memiliki fitur unggulan, misalnya Hanwha SuperHeroes yang mulai implementasi 2020. Hanwha SuperHeroes merupakanm aplikasi informasi keagenan dari PT Hanwha Life Insurance Indonesia dengan tujuan membantu segala aktivitas Agent dalam penjualan, pengembangan diri, dan membangun tim untuk Agent (mitra penjualan). Dilengkapi dengan fitur-fitur utama seperti eLearning, berita seputar aktivitas para Agen, infomasi tentang polis dan komisi agen, sampai dengan perekrutan agent baru, yang didesain untuk meningkatkan performa dan efisiensi agen-agen PT Hanwha Life Insurance Indonesia dalam melakukan aktivitas keagenannya sehari-hari.Manfaat atau dampak untuk Perusahaan, yakni membantu agen selalu terinformasi sehingga potensi penjualan diharapkan akan lebih meningkat.
“Inovasi digital ini terus dilakukan sejalan dengan Visi Perusahaan, yakni Add Value, Build Dream, Lead Culture. Valuation No.1 Insure-Tech based on Existing Biz Competency in 2025. Hanwha Life juga memiliki pemimpin yang berkomitmen tinggi untuk keberhasilan implementasi teknologi digital di perusahaan, terutama dari CEO/ Pimpinan Tertinggi kami, Bapak Steven Namkoong. Komitmen dan peran dalam keberhasilan TI di perusahaan, dilakukan dengan memberikan visi perusahaan ke arah digitalisasi yang lebih tajam dan luas,” ungkap Pimpinan Digital & IT Hanwha Life, Zaenani Eko Trianto saat presentasi dan wawancara penjurian “Top Digital Awards 2022” beberapa waktu lalu, secara virtual dengan Tim Dewan Juri.
TOP DIGITAL Awards 2022, merupakan ajang penjurian untuk penghargaan tahunan di bidang IT dan Telco atau teknologi digital yang terbesar dan tertinggi di Indonesia yang akan diberikan kepada perusahaan/ instansi pemerintahan yang dinilai berhasil dalam hal implementasi dan pemanfaatan teknologi digital, untuk meningkatkan kinerja, daya saing, layanan pelanggan maupun layanan kepada masyarakat. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Majalah ItWorks, bekerjasama serta didukung oleh beberapa asosiasi dan Lembaga konsultan IT dan TELCO. Tema yang diangkat tahun ini yakni “The Strategic Impact of Digital Transformation in Business & Government”.
Sedangkan Tim juri terdiri M Lutfi Handayani MM, MBA (Ceo PT Madani Solusi Intrnasional), Nurul Yakin Setiabudi (IDTUG-Indonesia Telecommunication User Group), serta Ahmad Chury (Managing Editor Majalah ItWorks), sekaligus sebagai moderator.
Dalam kesempatan itu, Zaenani Eko Trianto membawakan presentasi berjudul “Hanwha Digital Journey”. Ia memaparkan banyak hal terkaiat proses transformasi digital yang dilakukan di perusahaannya. Mulai dari proses perencanaan dengan menyusun IT masterplan, struktur organisasi IT, implemenatasi sistem IT, pengembangan aplikasi, tata kelola IT, hingga dampak yang telah dirasakan perusahaan dengan melakukan transformasi digital ini.
Saat ini, sejumlah solusi bisnis berbasis digital tersebut telah digunakan dalam berbagai kegiatan perusahaan. Seperti portal atau website Hanwha yang merupakan one stop solutions system yang kini terus dikembangkan. Dengan modul-modul dan fitur unggulan, setiap departemen bisa makin memudahkan untuk koordinasi dan integrasi yang dibuat ke dalam satu sistem yang user friendly. “Manfaat portal ini, di antaranya mendukung proses kerja terutama dalam kaitan informasi untuk membantu operasional dan meningkatkan kinerja, sekaligus memudahkan nasabah atau masyarakat mendapatkan data dan informasi layanan Hanwha Life,” ungkap Zaenani Eko Trianto didampingi Pimpinan IT Development Hanwha Life, I Gusti Putu Anom.
Ditambahkan, salah satu strategi di tengah pandemi agar produktivitas tetap terjaga, yakni dengan mengoptimalkan solusi bisnis (Hanwha Bucket List Plan) sebagai bagian dari perkembangan insurtech. Bucket List Plan yang mengadopsi sistem ROP (return of premium) dirancang untuk para millenials yang ingin mendapatkan pengembalian dana dan tentunya tetap mendapat proteksi asuransi jiwa kecelakaan sesuai dengan nilai premi yang di ambil. Bucket List Plan dirancang untuk memberikan kemudahan pendaftaran hingga kemudahan pembayaran yang bisa dilakukan secara online agar kaum millennials dan mereka yang sebelumnya belum pernah mengenal asuransi merasa nyaman dan mudah secara mandiri melalui website https://bucketlistplan.co.id/. Tidak hanya itu pembayaran Bucket List Plan sudah dapat dilakukan dengan Transfer lewat bank, Virtual Account dan Alfa Group.
Diungkapkan, meski proses transformasi digital masih sedang terus berjalan, namun transformasi digital yang dilakukan selama ini sudah mulai terlihat dampaknya bagi peningkatan kinerja perusahaan. Misalnya penghematan biaya (reduce cost), peningkatan monitoring sistem kerja karena adanya integrasi dengan sistem IT, peningkatan penjualan agent dengan sistem digital, dan lainnya. Secara umum, kinerja keuangan Hanwha Life tetap stabil di tengah situasi pandemi, dengan tingkat risk based capital (RBC) Hanwha Life tahun 2021 tercatat 6.636,03%, jauh lebih tinggi di atas batas minimal 120% yang dipersyaratkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hanwha Life Insurance Indonesia memulai bisnisnya sejak 24 Oktober 2013 dan satu-satunya Asuransi Jiwa dari Korea di Indonesia -telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. (AC)














