Penulis: Achmad Adhito
Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI (DJPB Kemenkeu) punya 45 sistem aplikasi digital. Satu di antara itu adalah Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI), yang termasuk ke dalam kelompok core system di DJPB.
“Pada saat ini, SAKTI punya sebanyak 240.000 user,” kata Direktur Sistem Informasi dan Teknologi Perbendaharaan DJPB Kemenkeu, Saiful Islam, dalam presentasi online kepada Dewan Juri Top Digital Awards 2022 (16/11/2022).
Saiful menjelaskan bahwa aplikasi tersebut digunakan oleh sebanyak 82 kementerian dan lembaga negara. Dari situ, SAKTI terdistribusi kepada 19.000-an satker (satuan kerja). Dari rangkaian itu, muncullah sebanyak 240.000 user SAKTI.
SAKTI merupakan sistem informasi yang memodernisasi pelaksanaan fungsi pengelolaan keuangan negara di sisi pengguna anggaran, dan mengintegrasikan berbagai sistem aplikasi yang digunakan dalam pengelolaan keuangan negara saat ini.
Dengan SAKTI, berbagai fungsi pengelolaan keuangan negara, mulai dari tahap penyusunan sampai dengan pertanggungjawaban, mulai tingkat Satker hingga Kementerian Negara/Lembaga (K/L), dilaksanakan dalam satu sistem.
Saiful kemudian mengatakan bahwa SAKTI menggunakan proses integrasi yang modern yang aman, akurat, terotomatisasi, dan lain-lain. “SAKTI merupakan back bone integrasi pengelolaan keuangan negara,” dia menegaskan.
Ia kemudian menjelaskan sejumlah hal lain tentang tata kelola TI di DJPB. Antara lain, dijelaskannya bahwa DJPB punya cetak biru TIK untuk tahun 2018-2023. Cetak biru tersebut merupakan penjabaran arah pembangunan TI di DJPB.
Hal tersebut didukung oleh pilar-pilar kesuksesan dalam pengelolaan teknologi, yang dirinci ke dalam empat sasaran. Contoh sasaran ini adalah organisasi dan SDM TIK yang kompeten dan berkesinambungan; sistem aplikasi yang agile, mudah operasional, dan bisa interoperasi dengan sistem lain; dan lain-lain.
Bagaimana dengan IT maturity level di DJPB? Saiful menjelaskan bahwa dari penilaian oleh konsultan di tahun 2017, ada hasil tertentu. Antara lain bahwa sebanyak 2o proses telah mencapai level 1. Kemudian, sebanyak 8 proses, ada di level 2. “Pengukuran tersebut berlangsung terhadap pengembangan sistem yang dilakukan berdasarkan 28 Cobit 5,” kata Saiful.














