PT Pos Indonesia (Persero) memiliki kiprah yang cukup panjang. Bagaimana tidak, perusahaan BUMN ini ternyata sudah berusia dua abad lebih. Dan hebatnya, seiring perkembangan zaman, layanan yang ditawarkan Pos Indonesia ikut bertransformasi.
“PT Pos Indonesia tahun ini berusia 276 tahun, kita memiliki hampir 4500 kantor cabang, kantor yang kita kelola sendiri, dan lebih dari 100 ribu agensi kemitraan, baik yang sifatnya mobile maupun yang sifatnya fix,” demikian seperti dikatakan Hariadi, Direktur Operasi dan Digital Services, pada sesi penjurian TOP Digital Awards 2022 yang digelar Majalah It Works secara virtual, Rabu (9/11/2022).
Bicara soal layanan dan inovasi, Pos Indonesia yang bergerak di bidang jasa kurir, logistik, dan transaksi keuangan, diketahui telah mengembangkan sejumlah layanan berbasis digital. “Sebagaimana diketahui kita sudah mengembangkan Pos Aja, sebagai digital accounting untuk bisnis kurir logistik dan juga PosPay sebagai digital accounting untuk jasa keuangan,” ungkap Hariadi.
Lebih lanjut Hariadi mengatakan bahwa tahun ini Pos Indonesia tengah dalam proses penyelesaian dari pengembangan PosPay Super App, yang disebut akan menjadi etalase buat Pos Indonesia.
“(Super App) ini nanti tidak hanya bertitik berat terhadap digital accounting untuk jasa keuangan dan kurir logistik , tetapi juga untuk membangun revenue stream-revenue stream yang lain untuk memperkaya revenue stream yang dimiliki oleh Pos Indonesia untuk portfolio manajemen yang baik,” ujar Hariadi.
PosPay SuperApp saat ini disebut tengah dalam tahapan untuk dapat diluncurkan tahun ini. Pos Pay Super App dideskripsikan sebagai digital berbasis rekening Giro yang mencakup semua layanan PT Pos Indonesia (Jasa Keuangan dan Kurir & logistik) dan saat ini dalam masa trial di internal perusahaan.
“Kita harapkan nanti itu (datang) dengan menghadikan fitur-fitur yang kaitannya dengan kurir dan logistik. Kemudian fitur untuk jasa keuangan. Dan dampaknya adalah ini (akan) memperkaya Pos Indonesia yang selama ini dikenal sebagai perusahaan yang menitikberatkan terhadap kehadiran dari sisi loket, atau outlet atau kemitraan,” ujar Hariadi.
Adapun yang terkait dengan layanan konsumen, selain memiliki Call Center 24 jam yang sudah menerapkan Call Center 4.0, Pos Indonesia juga telah memiliki apa yang disebut sebagai Customer Complaint Handling (CCH) APP yang siap menangani keluhan yang masuk masuk.
Aplikasi ini memiliki fitur unggulan antara lain Dashboard real time dan mencakup skala nasional; dilengkapi prosedur complain ditindaklanjuti dan ditutup kurang dari 24 jam; serta Fitur reporting yang menandai complaint handling lebih dari 24 jam (Over SLA).
Manfaat atau dampak untuk perusahaan dari aplikasi CCH ini antara lain:
- SLA penyelesaian CCH secara nasional telah mencapai 98,55%
- Kualitas CCH PT Pos Indonesia memiliki nilai 99,8 (Penilaian mystery shop dari Infomedia).
- Memudahkan tracking dan komunikasi dengan kantor pusat dan kantor cabang di wilayah nasional.
- Meningkatkan rasa tanggung jawab petugas di kantor cabang dan operasi di kantor pusat karena reporting terpantau secara real time.
Tidak hanya terbatas untuk konsumen belaka, Pos Indonesia juga telah mengembangkan aplikasi yang berkaitan dengan bisnis internal perusahaan. Dalam hal ini Pos Indonesia mengembangkan Super App Human Capital Management (HCM).
Hariadi mengatakan bahwa semua fitur-fitur yang dibutuhkan oleh HCM sudah kita hadirkan dalam bentuk SuperApp Human Capital. Dan di antara fiturnya adalah presensi, Benefit, Informasi Pribadi, Penugasan, Manajemen Pengetahuan, Manajemen Pembelajaran, dan lain sebagainya.
Industry 4.0 dan Society 5.0
Berkaitan dengan realisasi transformasi digital dalam pengembangan aplikasi yang mendukung pencapaian Level Industry 4.0 dan Society 5.0. Dalam hal ini Pos Indonesia memiliki dua program transformasi, yakni di Product & Channel Transformation dan Process Transformation.
“Di Product & Channel Transformation, kita memperkaya physical to digital yang kita hadirkan untuk pelanggan PT Pos Indonesia. Dari sisi Process Transformation sendiri kita memulai melakukan modernisasi dengan mengimplementasi RFID, kemudian juga dengan proses robotic sorting di berapa SPP sehingga ini akan menjadi solusi kita pada saat tenaga-tenaga blue colors kita yang sifatnya organik semakin lama semakin berkurang dan tidak akan digantikan sesuai dengan porsinya kita. Sehingga kita mengarah ke automasi dari semua proses transformasi kita,” ujarnya.
Selain itu, masih dalam rangka pencapaian level Industry 4.0 dan Society 5.0, Pos Indonesia juga sudah menerapkan sistem kerja “Work From Anytime, Anywhere, and Any Device” yangsudah mulai diimplementasikan di Super App HCM.
Sementara dari sisi keamanan teknologi informasi, Hariadi mengatakan bahwa pihaknya tengah dalam proses untuk implementasi ISO 27001. “Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Regulasi Kominfo yang baru, sehingga kita mendorong untuk percepatan ISO 27001 untuk bisa kita implementasikan di PT Pos Indonesia,” katanya.
Lebih dari itu, dari sektor EndPoint Security Management, Pos Indonesia juga disebut tengah mulai menjajaki beberapa kerja sama untuk implementasi SOC dengan beberapa Cloud Provider.
Disebutkan pula dalam paparan, sebagai bagian dari pencapaian Industry 4.0 dan Society 5.0, Pos Indonesia sudah menerapkan Data Lake.
Adapun dari sisi teknologi Cloud, Pos Indonesia juga telah memanfaatkan teknologi ini pada sebagian besar aplikasi yang dikembangkan.
“Saat ini 80% lebih dari aplikasi yang ada di PT Pos Indonesia sudah berbasis Cloud. Jadi, sudah sangat minim sekali aplikasi-aplikasi yang berbasis di data center (on premis). Memang arahan kita nanti akan mendorong mayoritas semua aplikasi akan berbasis di cloud dengan tentu mengembangkan beberapa opsi yang kita miliki, baik itu infrastructure as a service, platform as a service, maupun software as a service,” ujar Hariadi.
Bukti Sukses Transformasi Digital Pos Indonesia
Selain upaya digitalisasi layanan yang terus dilakukan sebagaimana telah dipaparkan di atas, Hariadi juga mengungkap beberapa keberhasilan yang telah diraih perusahaan dalam kaitannya dengan penerapan transformasi digital. Bahkan, keberhasilan ini layak untuk direkomendasikan ke perusahaan lain. Pertama, Pos Indonesia telah meraih keberhasilkan dalam penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) yang mendapat apresiasi dari pemerintah.
”Ini salah satu solusi yang kita berikan untuk sumbangsih PT Pos Indonesia ke negara, karena kita mengambil alih beberapa bantuan sosial tunai yang selama ini disalurkan melalui Himbara kemudian mulai tahun ini sudah dihandle oleh PT Pos Indonesia,” ujar Hariadi.
Keberhasilan Pos Indonesia yang juga layak untuk direkomendasikan ke perusahaan lain, yakni berupa pengimplementasian OpenAPI guna mempermudah kolaborasi dengan mitra.
“Kita juga menggunakan konsep OpenAPI sehingga semua pertukaran data kolaborasi dengan mitra itu lebih dimudahkan, dan beberapa mitra-mitra kita sudah ber-API dengan kita,” pungkas Hariadi.














