Andalkan IQ-FAST, Kementan Percepat Karantina dan Ekspor Komoditas Pertanian

Penulis Fauzi

Pusat Data dan Informasi Pertanian (Pusdatin) Kementerian Pertanian mengungkap banyak hal terkait ‘Dinamika Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi’ di Kementerian tersebut.

Dikatakan Ir. Bayu Mulyana, MM, Kepala Bidang Pengembangan Sistem Informasi Pertanian, Pusdatin Kementan mengusung visi menjadi sumber data dan informasi pertanian yang lengkap, akurat, tepat waktu dan terpercaya untuk mendukung pembangunan pertanian.

Indeks SPBE Kategori Baik
Khusus untuk bidang teknologi informasi dan komunikasi, Kementan telah memiliki master plan untuk tahun 2017 – 2021, yang mencakup layanan, proses, serta teknologinya. Selain itu, Kementan juga sudah menyiapkan rencana induk SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik).

“Dan kemudian tahun ini kami sudah menyiapkan juga rencana induk SPBE sesuai dengan arahan Perpres No. 95 tahun 2018 tentang SPBE, kita sudah coba untuk menyusun rencana induk SPBE, dokumen-dokumen arsitektur SPBE, dan lain-lain, ini sedang kita susun, insya Allah tahun depan sudah bisa kita formalkan,”ujar Bayu dalam sesi Presentasi dan Wawancara dengan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2020 secara online yang diselenggarakan majalah IT Works.

Sementara untuk meningkatkan kemampuan Human Capital-nya, Bayu menegaskan bahwa Kementan selalu melakukan training setiap tahun. Di samping rekrutmen SDM sesuai dengan kebutuhan TI Pusdatin.

Masih dalam hal tata kelola, secara umum penerapan TI, khususnya yang berkaitan dengan SPBE, Kementan tergolong masuk kategori baik dalam dua tahun terakhir. “Untuk SPBE, Kementerian Pertanian sendiri tahun 2018 (mendapat) nilaii 3,13. Kemudian tahun 2019 (mendapat nilai) 3,34. Untuk ISO kita sudah punya (sertifikasi) ISO: 9001:2015,” ungkap Bayu.

IQ-FAST
Sejatinya ada banyak solusi unggulan yang telah dikembangkan oleh Kementan, namun ada satu yang cukup menarik. Itu adalah IQ-FAST (Indonesian Quarantine Full Automation System). Bayu mengatakan IQ-FAST merupakan aplikasi yang dinilai sebagai inovasi nasional dan 45 besar (Top 45 Inovasi Pelayanan Publik tahun 2020).

Diimplementasikan untuk kebutuhan eksternal mulai tahun 2018, IQ-FAST merupakan layanan yang bertujuan memberikan kemudahan dan percepatan sistem perkarantinaan pertanian serta menjamin akurasi dan jaminan kesehatan serta keamanan produk pertanian.

IQ-FAST memiliki fitur unggulan seperti sudah terintegrasi dengan Indonesia Nasional Single Window (INSW) dan Sistem Informasi PNBP Online (SIMPONI) Kemenkeu, transparansi, mempercepat akselerasi ekspor, peta komoditas ekspor, monitoring secara realtime komoditas pertanian di seluruh pintu masuk ekspor impor, dan PPK Online (Permohonan Pemeriksaan Karantina Online).

Masih dari kategori solusi eksternal, Kementan juga memiliki beberapa aplikasi lainnya, seperti SIMPEL (Sistem Perizinan Pertanian Elektronik), SI KATAM TERPADU (Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu), BAST BANPEM (Aplikasi Berita Acara Serah Terima Bantuan Pemerintah) , dan eRDKK (Sistem Informasi Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani).

Solusi Unggulan Lainnya
Adapun untuk solusi bisnis internal, Kementan juga memiliki beberapa aplikasi, seperti ePersonal yang diimplementasikan sejak tahun 2019. “ePersonal (dikembangkan) untuk mengkoordinasikan dan memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan dari biro organisasi dan kepegawaian untuk memonitor kinerja pegawai, di mana ada fitur untuk mencatat kinerja daftar kehadiran, dan untuk penghitunan tunjangan kinerja,” ujar Bayu.

Aplikasi ePersonal sudah menerapkan absensi online dan dapat diketahui secara realtime. Selain itu, ada juga manfaat untuk instansi seperti data kepegawaian dapat diketahui secara langsung, pencatatan dan evidence aktivitas harian, dan penilaian kinerja dapat dipantau secara langsung.

Masih untuk penggunaan secara internal, selain ePersonal, Kementan juga sudah menerapkan aplikasi SIMONAS (Sistem Informasi Monitoring Anggaran Satker/simonas.pertanian.go.id). Diimplementasikan pada tahun 2020 SIMONAS merupakan aplikasi yang digunakan untuk monitoring realisasi anggaran satker. Aplikasi ini memiliki fitur unggulan laporan realisasi anggaran per bulan, triwulan, tahunan, per akun sampai per detail anggaran. Aplikasi ini memiliki dampak positif untuk instansi dalam hal peningkatan efektivitas kerja.

Kementan memiliki aplikasi lain, seperti aplikasi Fungsional (Aplikasi Pengusulan Penetapan Angka Kredit bagi Fungsional (Hayati dan Non Hayati)). Berikutnya ada solusi yang disebut sebagai Katalog Aplikasi yang diimplementasikan tahun 2020. “Katalog aplikasi ini (berguna) untuk mencatat/menginventarisasi aplikasi-aplikasi apa yang ada di pertanian yang sudah dikembangkan dan dipetakan berdasarkan klaster-klaster,” ujar Bayu. (Fauzi)

BACA JUGA

Leave a Comment