Tech startup yang bergerak di bidang retail dan e-commerce, PT Dagangan Karya Indonesia (Dagangan), telah melakukan wawancara sesi penjurian TOP Digital Awards 2022 yang digelar Majalah It Works secara virtual, Rabu (22/11/2022).
Pada kesempatan ini, Dagangan diwakili oleh Natasha Jessica, Impact & Communication dan Andhika Estrada, selaku Chief of Technology & Co-Founder dari perusahaan tersebut.
Natasha menjelaskan Dagangan adalah startup e-commerce yang fokus melayani masyarakat di wilayah rural dengan memberikan berbagai macam kebutuhan rumah tangga, atau kebutuhan primer, dan kebutuhan harian lainnya secara grosir melalui aplikasi.
“Kami adalah perusahaan startup teknologi yang berbasis aplikasi. Jadi, semua implementasi ataupun digital transformation di perusahaan Dagangan semuanya memang menggunakan teknologi. Karena memang apa yang kami tawarkan, produk yang kami tawarkan, service yang kami tawarkan semuanya berbasis aplikasi,” ujarnya di hadapan dewan juri.
Sebagai perusahaan e-commerce, Dagangan, disebut Natasha telah membangun jaringan gudang mikro yang tersebar di berbagai pelosok Pulau Jawa dan sudah meng-cover sekitar 17 ribu desa, yang tersebar di wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
“Jadi, kami adalah aplikasi startup e-commerce untuk melayani kebutuhan sehari-hari yang hanya di wilayah pedesaan. Kami tidak ada di wilayah Jabodetabek ataupun di wilayah kota-kota besar. Tetapi layanan kami hanya tersedia di wilayah-wilayah pedesaan, atau bisa kita bilang wilayah-wilayah rural di Tier 3 dan Tier 4 Indonesia. Contohnya, di Magelang, itu kita melayani daerah Magelang, di daerah Gerabak. Kemudian dari Semarang kami melayani daerah Kendal, kami melayani daerah Klampok, Kutoarjo, Sleman, dan lain sebagainya,” jelas Natasha.
Hadirnya Dagangan di wilayah pedesaan atau rural tentunya bukan tanpa tujuan. Seperti ditegaskan Natasha, Dagangan membawa misi untuk meningkatkan potensi ekonomi masyarakat pedesaan di Indonesia melalui efisiensi rantai pasok atau supply chain dengan aktivitas digital economy (ekonomi digital).
“Dan kami meyakini dengan ketersediaan layanan kami dapat mengakselerasi pemerataan di daerah pedesaan di Indonesia. Kemudian kami juga membawa misi untuk mengembangkan potensi ekonomi pedesaan melalui peningkatan dan pemeliharaan bisnis dengan teknologi dan transformasi rantai pasok atau supply chain,” tandasnya.
Sesuai dengan nilai-nilai yang diusung perusahaan, yakni integrity, impact driven (selalu mengutamakan dampak bagi masyarakat), dan berprikemanusiaan, Dagangan dalam melakukan aktivitasnya bisnisnya selalu mengedepankan komitmen untuk melayani masyarakat dengan empati, hormat, dan martabat.
Kebijakan TI
Selain profil serta visi dan misi sebagaimana telah dipaparkan di atas, pada sesi penjurian TOP Digital Awards 2022, Dagangan juga mengungkap perihal kebijakan IT perusahaan. Dalam hal ini ada tiga hal yang menjadi kebijakan IT di perusahaan tersebut. Hal itu seperti dikatakan oleh Andhika Estrada, selaku Chief of Technology & Co-Founder Dagangan.
Yang pertama Digitalisasi Rural. Karena Dagangan melayani rural/pedesaan, tantangan pertama itu adalah minim sekali informasi.
“Jadi, visi atau kebijakan ini bagaimana kita mendata, melakukan digitalisasi sejak pertama kali menggunakan aplikasi Dagangan. Sehingga next-nya kita bisa dengan baik, melakukan planning atau aksi dan pengolahan data dan lain-lainnya itu, bisa kita lakukan melalui teknologi internet,” jelas Andhika.
Berikutnya yang kedua adalah Local Talent dan Internet Implementation. “Jadi, karena Dagangan itu modelnya kaya gudang mikro, sehingga banyak sekali local talent yang di-hire dari pengiriman, driver, sales, orang-orang gudang, termasuk orang IT-nya juga. Jadi, (orang) IT sebagian besar itu tidak di wilayah Jabodetabek, banyaknya di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Dan kolaborasi ini sangat penting, makanya kita pakai internet untuk melakukan hal itu. Jadi, komunikasi, kolaborasi, dan lain-lain itu kita satukan local talent yang terdirstribusi di berbagai lokasi itu menggunakan internet,” kata Andhika.
Yang ketiga itu, Impact Driven Technology. Ini sesuai dengan fokus Dagangan, yakni impact atau mengutamakan dampak.
“Jadi, kita nggak terlalu concern harus melakukan implementasi teknologi seperti apa, yang penting adalah dampaknya seperti apa kita bisa solve dengan menggunakan teknologi apa. Jadi, berangkatnya, atau proses berpikir awalnya dari impact yang bisa kami berikan,” sambung Andhika.
Inovasi Bisnis
Sesuai dengan aktivitas usaha yang dijalankan, yakni retail dan e-commerce, ada beberapa inovasi yang telah dikembangkan, yang pertama tentunya aplikasi Dagangan untuk Pengguna Warung. Aplikasi ini sudah tersedia di Google Play Store.
”(Aplikasi ini) kita develop secara internal, di mana warung-warung di daerah itu (bisa) melakukan order, melakukan transaksi untuk kebutuhan sehari-hari,” jelas Andhika.
Selanjutnya ada aplikasi Produktivitas Sales Dagangan yang ditujukan untuk internal perusahaan. Diimpelementasikan sejak tahun 2022, aplikasi ini dikembangkan oleh developer dari kalangan internal. Aplikasi ini dideskripsikan sebagai aplikasi informative untuk sales Dagangan dalam membantu mengaturdata pengguna dan kebiasaan berbelanja mereka.
“Jadi, sales-sales atau orang yang kita tugaskan untuk on-boarding ke warung-warung baru kita bekali juga dengan aplikasi sales di mana di situ ada berbagai matriks, ada berbagai bantuan teknologi, suggestion, atau sorting mana (warung) yang harus di-visit duluan, (lalu) ada daily mission, tiap hari apa yang perlu dia lakukan, apa yang perlu dia jadikan goal untuk bisa mencapai target,” ungkap Andhika.
Adapun inovasi yang ketiga adalah All In One BackEnd System Dagangan. Aplikasi ini mulai diimplementasikan tahun 2020 dan dikembangkan oleh developer internal.
”(Aplikasi) Ini lebih (ditujukan) ke internal operation atau warehouse management. Jadi, untuk mengelola gudang, akuntansi, di sana (juga) ada sedikit AI dan machine learning untuk planning. Misalnya, kita ada transaksi seperti ini, terus habis itu kita bisa predict misalnya kira-kira seminggu, dua minggu atau sebulan ke depan kebutuhan supply chain itu seperti apa, berapa yang harus kita kumpulkan, atau berapa yang harus kita bikin purchase order dan lain-lainnya,” jelasnya.
Tidak berhenti sampai di situ, aplikasi inijuga memiliki fitur automated order recommendation, di mana order itu sudah digroup berdasarkan trip-trip-nya. “Jadi, (order) yang berdekatan otomatis bisa di rekomendasi untuk tripnya,” singkat Andhika.














