Ketua Dewan Pembina Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) Rudiantara mengapresiasi upaya e-commerce yang turut serta mengembangkan ekosistemnya.
Meski awalnya e-commerce hanya platform yang digunakan pelaku UMKM untuk berdagang, tapi e-commerce kini justru ikut serta mendorong pengembangan para pelaku UMKM.
Ia pun memaparkan sejumlah contoh upaya e-commerce dalam mengembangkan ekosistemnya seperti melalui program kemitraan, edukasi digital UMKM, dan ekspor yang dilakukan Shopee hingga kurasi produk UMKM oleh GoTo.
“E-commerce seperti Bukalapak juga melakukan pengembangan ekosistem melalui backward integration. Jadi tidak hanya menyediakan platform tapi juga ikut mengembangkan toko-toko kecil,” katanya sebagaimana dikutip dari pemberitaan media nasional, 23/01/2023.
Contoh lainnya, Shopee dengan Kampus UMKM Shopee di 10 kota yang telah memberikan edukasi gratis tentang keterampilan digital bagi puluhan ribu UMKM. Juga Program Ekspor Shopee yang membantu ratusan ribu UMKM untuk mengekspor produk ke berbagai destinasi di Asia Tenggara, Asia Timur, dan Amerika Latin dengan mudah dan gratis.
Menurut Rudiantara, dengan langkah tersebut ekosistem e-commerce akan memiliki nilai lebih. UMKM pun terus bisa fokus mengembangkan produk yang meningkatkan daya saing mereka.
Tantangan e-commerce
Namun, ia mengingatkan adanya tantangan yang perlu diwaspadai para pelaku di industri e-commerce ke depannya dari media sosial.
“Tantangannya, salah satunya adalah ada aplikasi-aplikasi yang sebetulnya bukan e-commerce, lebih ke media sosial, tapi mereka juga bisa menawarkan sistem perdagangan. Ini walaupun masih kecil, kalau dibiarkan bisa jadi besar nanti. Ini jadi tantangan yang harus diselesaikan pemerintah,” kata Rudiantara.
Baca: Sektor e-commerce Diramalkan Jadi Penopang Ekonomi Indonesia di Tahun 2023














