Saat ini marak tawaran penyediaan layanan pembuatan video deepfake dengan biaya bervariasi mulai dari US$300 hingga US$20.000 per menit. Tawaran berkisar dari pembuatan deepfake pornografi untuk motif balas dendam, hingga simulasi cryptostreams yang dimaksudkan untuk digunakan dalam penipuan kripto.
“Deepfake ini tidak hanya menimbulkan risiko bagi reputasi dan privasi seseorang, tetapi juga membahayakan keuangan mereka. Video dan gambar yang dimanipulasi ini dapat digunakan untuk berbagai tujuan berbahaya, termasuk penipuan keuangan, manipulasi politik, balas dendam, dan pelecehan,” dikutip dari siaran pers Kaspersky, 12/05/2023.
Pembuatan deepfake berkualitas tinggi memerlukan keahlian teknis dan perangkat lunak canggih, itulah sebabnya individu yang ingin membuat media palsu beralih ke layanan pembuatan deepfake yang tersedia di web gelap.
Agar terlindung dari ancaman terkait deepfake, Kaspersky merekomendasikan:
- Periksa praktik keamanan siber yang diterapkan di organisasi Anda – tidak hanya dalam bentuk perangkat lunak, tetapi juga dalam bentuk keterampilan TI yang dikembangkan. Gunakan Intelijen Ancaman Kaspersky untuk mengungguli lanskap ancaman saat ini.
- Tingkatkan “firewall manusia” perusahaan: pastikan karyawan memahami apa itu deepfake, cara kerjanya, dan tantangan yang mungkin mereka hadapi. Tingkatkan kesadaran dan edukasi berkelanjutan untuk mengajari karyawan cara menemukan deepfake.
- Gunakan sumber berita yang berkualitas baik. Mengupgrade informasi menjadi faktor penting untuk menghindari bahaya deepfake.
- Memiliki protokol yang baik seperti ‘trust but verify.’ Sikap skeptis terhadap pesan suara dan video tidak menjamin kita aman dari penipuan, tetapi menjadi langkah awal yang dapat membantu menghindari banyak jebakan paling umum sekalipun.
- Perhatikan karakteristik utama video deepfake yang harus diwaspadai agar tidak menjadi korban: gerakan tersentak-sentak, pencahayaan yang berubah dari satu bingkai ke bingkai berikutnya, perubahan warna kulit, kedipan yang aneh atau tidak berkedip sama sekali, bibir tidak selaras dengan ucapan, artefak digital pada gambar, video sengaja dikodekan dalam kualitas dan pencahayaan yang buruk.
Baca juga: Bisakah Anda Mempercayai Apa yang Anda Lihat? Tips untuk Mengenali dan Tetap Aman Dari Deepfake














