Transformasi digital diharapkan akan membawa masa depan digital pemerintah Indonesia yang lebih baik. Untuk memastikan digitalisasi administrasi pemerintahan 5.0, maka kepercayaan digital (digital trust) dan memperkuat keamanan siber (cyber security) harus dibangun,
Demikian disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas dalam kegiatan Penguatan dan Pembinaan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) Sektor Pemerintahan Tahun 2023, di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (08/06/2023).
Ia menjelaskan bahwa digital trust adalah kepercayaan yang ditempatkan pada suatu organisasi untuk mengumpulkan, menyimpan, dan menggunakan informasi digital pihak lain dengan cara yang menguntungkan dan melindungi mereka yang terkait dengan informasi tersebut.
Baca juga: SPBE Summit 2023 Dorong Kolaborasi untuk Wujudkan Digitalisasi Pemerintahan
Menurut Menteri Anas Keamanan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) melalui layanan kriptografi dan penguatan CSIRT mutlak menjadi fondasi dalam penopang dalam Layanan Digital Nasional. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) memiliki peran sentra dan strategis untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui ketahanan dan kehandalan keamanan informasi.
Ia berharap BSSN dapat melakukan konsolidasi termasuk dengan stakeholders di daerah dalam meningkatkan keamanan siber. Apalagi saat ini banyak hajat nasional yang melibatkan BSSN, seperti digitalisasi birokrasi, keamanan data, termasuk keamanan penyelenggaraan pemilihan umum nantinya.
“Saya apresiasi sebesar-besarnya kepada Kepala BSSN dan jajaran yang telah proaktif dalam upaya mendorong penguatan keamanan siber dan persandian secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan, mengembangkan, dan mengkonsolidasikan semua unsur yang terkait,” tutur Anas.
Namun ia mengakui saat ini masih terdapat tantangan terbesar dalam keamanan siber, salah satunya penguatan kelembagaan keamanan siber (cyber security). Keterbatasan dasar hukum untuk keamanan siber dan kurangnya tenaga profesional serta kerja sama di dalam negeri maupun dengan dunia internasional, sehingga menjadi penting bagi pemerintah untuk melakukan penguatan cyber security dan mempersiapkan orang-orang yang dibutuhkan di dunia yang semakin digital.
“Tantangan lainnya termasuk bagaimana SDM ASN kita untuk terus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan informasi serta situasi global saat ini,” pungkas Anas.
Baca juga: Perkuat SPBE, Pemerintah Jalin Tony Blair Institute














