ItWorks- Inovasi sistem aplikasi Jogja Smart Service (JSS) yang dikembangkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kota Yogyakarta, tahun ini berhasil lolos untuk penghargaan “the United Nations Public Service Awards (UNPSA) 2024. Inovasi JSS masuk 11 dalam nominasi di ajang ini setelah sebelumnya lolos seleksi nasional yang dilakukan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB)- masuk “Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Terpuji KIPP Tahun 2023”.
Rangkaian proses penilaian untuk Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tahun 2023 yang digelar oleh Kementerian PANRB baru saja usai. Kompetisi ini menghasilkan Top Inovasi Pelayanan Publik Terpuji yang terdiri dari Top 45 Inovasi Kelompok Umum dan 5 pemenang Outstanding Achievement of Public Service Innovation. Inovasi sistem aplikasi digital JSS yang dikembangkan Pemkot Yogyakarta melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kota Yogyakarta, termasuk salah satu pemenangnya untuk kategori smart city – Klaster Pemerintah Kota- Kategori Inovasi pada Institusi Publik (Innovation in Public Institutions).
“Bagi kami, penghargaan ini juga cambuk agar ke depan implementasinya bisa lebih berdampak bagi masyarakat luas. Sejak awal, tujuan utama inovasi sistem aplikasi Jogja Smart City (JSS) adalah meningkatkan kualitas layanan publik bagi masyarakat luas dengan sistem teknologi digital. Tentu kami bersyukur, ternyata inovasi ini juga mendapat apresiasi dan pengakuan luas. Sejauh ini juga sudah banyak pemerintah daerah lain yang melakukan studi banding ke kami. Tahun ini, setelah melewati seleksi nasional melalui KIPP yang dilakukan oleh Kementerian PANRB, JSS masuk 45 sebagai salah satu Top Inovasi Pelayanan Publik 2023 dan juga terpilih sebagai inovasi untuk dikompetisikan di ajang internasional,- United Nations Public Service Awards (UNPSA) 2024. Untuk persiapan lebih matang, kami juga mendapat pendampingan dari pusat- Kementerian PANRB,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta, Ignatius Trihastono didampingi Kabid Informasi dan Komunikasi Publik, Edy Sugiharto kepada ItWorks, di kantornya, belum lama ini.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta, Ignatius Trihastono (kiri) bersama Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo.UNPSA merupakan ajang penghargaan internasional paling prestisius dalam bidang pelayanan publik yang diselenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pada tahun 2024, terdapat tiga kategori, yakni Inovasi pada Institusi Publik, Pelayanan Publik Responsif Gender, serta kategori khusus Mengatasi Perubahan Iklim.
Mengawali langkah tersebut, Kementerian PANRB juga telah menggelar Focus Group Discussion (FGD) Identifikasi Penentuan Inovasi UNPSA 2024 bersama Tim Pendamping Penulisan Proposal untuk menentukan inovasi pelayanan publik terbaik yang akan dikirim ke UNPAS tersebut.
Sumber Kementerian PANRB menyebutkan, untuk persiapan dan setelah mengkurasi database KIPP untuk mencari inovasi pelayanan publik yang sesuai dan layak untuk dikompetisikan dalam ajang UNPSA 2024, juga dilakukan pendampingan. Pendampingan inovasi untuk dikompetisikan ke UNPSA ini dilakukan mulai pertengahan Agustus hingga Oktober 2023. Dan diharapkan persiapan UNPSA 2024 bisa selesai tepat waktu untuk dapat di-submit pada Oktober 2023 mendatang.
Melansir dari lembar pendaftaran UNPSA, tiap inovasi yang didaftarkan akan dinilai berdasarkan tiga kriteria umum yang meliputi inovasi, dampak, serta kemampuan beradaptasi. Lebih lanjut, masing-masing kategori inovasi juga akan dilihat berdasarkan dua kriteria spesifik.
Untuk kategori Inovasi pada Institusi Publik (Innovation in Public Institutions), kriteria spesifik meliputi user-centered design serta keterbukaan dan transparansi. Kriteria spesifik pada kategori Pelayanan Publik Responsif Gender adalah pengarusutamaan gender dan inklusivitas. Sedangkan kategori Mengatasi Perubahan Iklim akan dinilai secara spesifik pada kriteria adaptasi iklim dan co-creation (Special category on Tackling Climate Change).
JSS Balaikota Virtual Pemkot Yogyakarta
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta, Ignatius Trihastono mengatakan, inovasi JSS dikembangkan dengan tujuan utama untuk memudahkan dan meningkatkan kualitas layanan masyarakat atau public services dengan dukungan teknologi digital. Jogja Smart Service (JSS) bisa dikatakan sebagai portal maya atau Balaikota Virtual Pemerintah Kota Yogyakarta yang dihadirkan dalam rangka memberikan layanan yang lebih mudah, efisien, cepat dan transparan bagi semua masyarakat di Kota Yogyakarta. Tersedia platform web ( jss.jogjakota.go.id ) dan mobile ( Android dan iOS ).
JSS sejak awal dikembangkan sebagai bagian dari program smart city – yakni Gerakan Menuju 100 Smart City di Indonesia yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia sejak 2018. Konsep smart city dikembangkan untuk mendukung sebuah kota agar mampu merubah cara berpikir dan juga cara melayani masyarakat lebih baik dengan dukungan sistem teknologi digital.
Inisiasi JSS adalah untuk menjawab kebutuhan pelayanan Pemerintah Kota Yogyakarta dalam melayani masyarakat (warga Kota Yogyakarta maupun luar Kota Yogyakarta) dan pegawai dengan proses yang sederhana, transparan, dapat dimonitor secara onine dan realtime. Prinsip kerja smart city yang dikembangkan pada JSS memiliki spirit bagaimana kota Yogyakarta dikelola secara cerdas dengan mempertimbangkan sumber daya yang ada dan berorientasi pada peningkatan dampak ke pelayanan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pengembangan Smart City Kota Yogyakarta tetap mengacu pada masterplan yang dibuat sebelumnya. Di antaranya terdiri dari smart governance, smart branding, smart economy, smart living, smart society, dan smart environment.
“Smart city dalam pengembanganyn, tentu bukan pencitraan atau untuk sok-sokan dengan teknologi digital, namun dikembangkan terus agar penggunaan sistem teknologi digital ini benar-benar bisa dirasakan dampak dan manfaatnya oleh masyarakat untuk menambahkan kenyamanan dan kesejahteraan mereka. Di Kota Yogya juga ada Perda pemanfaatan teknologi komunikasi dengan dasar perwal terkait SPBE dan smart city serta penerapan banyak aplikasi dalam JSS. JSS sebagai super app Yogya, kini di dalamnya ada sekian ratus menu pelayanan publik,” jelas Trihastono.
Sejalan dengan dinamika dan tuntutan yang juga makin berkembang, inovasi sistem aplikasi JSS juga terus ditingkatkan, baik di sistem aplikasi maupun kemampuan teknologi dengan versi yang lebih mumpuni. Dari kemudahan aksesnya, saat ini sistem aplikasi JSS sudah ditingkatkan, mengarah ke aplikasi super atau Super App sebagai aplikasi all-in-one yang menawarkan banyak layanan melalui sistem aplikasi terintegrasi.
Dengan pengembangan dan inovasi ini, lanjutnya, masyarakat kini bisa mengakses cukup melalui satu aplikasi super ini, untuk bisa memperoleh berbagai layanan yang mereka dibutuhkan. Hal ini karena, seluruh sistem informasi dari tiap-tiap organisasi perangkat daerah (OPD), kini juga sudah disatukan atau diintegrasikan dalam aplikasi tersebut.
Masyarakat bisa menyampaikan keluhan atau laporan terkait apa pun di lingkungan sekitar, mengajukan berbagai permohonan perizinan, aplikasi marketplace untuk mengiklankan produk, layanan kependudukan, kesehatan, pendidikan, sosial, memantau kondisi langsung wilayah Kota Yogyakarta melalui CCTV di ratusan titik lokasi, Layanan Pemadam Kebakaran , dan lainnya hingga layanan kegawatdaruratan. Berbasis Android, aplikasi ini mengintegrasikan berbagai layanan sistem informasi yang sudah ada ke dalam aplikasi yang lebih praktis untuk digunakan yang bisa diunduh atau download melalui ponsel.
Terkait inovasi JSS, dijelaskan bahwa JSS dibuat dengan konsep Single ID, Single Window, Single Sign On, serta terintegrasi aplikasi menjadi super app. Dengan konsep itu, masyarakat akan makin dimudahkan untuk mendapatkan berbagai layanan public, termasuk untuk kepemerintahan (e-government) melalui sistem online. “Dengan menjadi Super App dan single sign on, mereka tidak perlu lagi log in berkali-kali dan menginstal banyak aplikasi layanan ke perangkat digital mereka. Jadi cukup menggunakan satu aplikasi saja untk semua layanan Pemkot Yogyakarta yaitu Jogja Smart Service,” ujarnya.
Pengembangan sistem aplikasi JSS sendiri, juga menuntut seluruh OPD di lingkungan Pemkot Yogyakarta untuk lebih cepat tanggap, merespons setiap laporan yang masuk. Karena itu, untuk optimalisasi implementasi aplikasi smart city di JSS, kemampuan dan skill di internal Pemkot Yogyakarta hingga level paling bawah, juga terus ditingkatkan melalui berbagai kegiatan dan pelatihan.
Sesuai dengan sipiritnya, JSS juga terus dikembangkan sejalan dengan tuntutan era industri 4.0 dan juga Society 5.0. Konsep ini memungkinkan berbagai kalangan menggunakan ilmu pengetahuan yang berbasis smart tecnology, seperti Internet of things (IoT), AI atau kecerdasan buatan, Robotik dan sejenisnya untuk mendukung aktivitas danm menambah kenyamanan hidup. Di era Society 5.0 ini, masyarakat bisa menggunakan berbagai platform seperti Podcast, Video on Demand, Virtual Reality, hingga membangun platform Metaverse tersendiri untuk merealisasikan berbagai gagasan untuk memudahkan aktivitas kehiduoan. Sebagai contoh dalam lingkup Virtual Reality, menjadikan Virtual Youtuber sebagai alat untuk mempromosikan produk dan jasa kepada khalayak luas berbasis online sistem melalui internet. Sejak Peluncuran 07 Juni 2018 hingga 21 Agustus 2023, JSS telah digunakan oleh : 227.000 lebih pegguna.
Dalam hal ini, sistem aplikasi JSS juga terus dikembangkan untuk dikepentingan lebih luas yang saat ini sudah versi 5.0 dengan spirit “Accelerating Transformation and Sustainability of Local Government”. Inovasi versi 5.0 dilalkukan untuk makin memberikan memudahkan pengguna. Misalnya untuk proses Login ke akun JSS, pengguna terdaftar bisa menghubungkan/menautkan akun Google ID dan atau Apple ID untuk dapat login dengan tanpa username dan password, melainkan melalui akun Google ID yang telah terlogin di device andorid dan atau melalui akun Apple ID yang telah terlogin di device iOS. Untuk memanfaatkan Free Wifi bagi pengguna JSS dan Wifi intra Segoro Amarto bagi pegawai, pengguna JSS dapat login ke WIFI : Free Hotspot Pemkot Yogyakarta ( bagi masyarakat ) dan Segoro Amarto ( Bagi Pegawai Pemkot YK) dengan menggunakan akun JSS.
Sistem aplikasi yang dihadirkan tidak hanya yang berkaitan langsung dengan kebutuhan layanan warga kota Yogyakarta saja, namun juga dikembangkan untuk masyarakat luas pada umumnya. Termasuk untuk mendukung optimalisasi potensi ekonomi, bisnis, dan juga wisata yang menjadi salah satu andalan kota Yogyakarta ini.
Maklum Kota Yogyakarta meski kota kecil yang terletak di Tengah 2 Pulau Jawa dengan luas 32.5 Km2 ini, juga banyak penduduk pendatang maupun wisatawan. Jumlah penduduk per Juni 2022 tercatat: 412.589 jiwa dengan kepadatan penduduk per Juni 2022 : 12.695 jiwa/km2. Namun sebagai daerah urban : siang hari mencapai 3 kali jumlah penduduknya. Pendapatan utama dari pariwisata, pendidikan dan perdagangan berwawasan lingkungan.
Dalam hal regulasi pemerintah pusat juga telah banyak memberikan ruang untuk kreasi dan inovasi berbasis digital ini. Di antaranya ada Peraturan Menteri Kominfo No. 8/2019 yang memberikan kesempatan daerah untuk bisa berinovasi dengan leluasa. Pemerintah juga mengeluarkan Perpres Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dan Perpres Satu Data Indonesia, dan kebijakan pendukung laiannya.
Terkait wisata, di JSS antara lain juga terdapat aplikasi sistem informasi untuk event wisata yang ada di Kota Yogyakarta. Melalui aplikasi ini, masyarakat luar Yogyakarta pun bisa makin mudah mendapatkan data dan informasi terkait event-event wisata yang ada di kota Yogyakarta. Begitu juga layanan terkait lainnya, seperti jasa transportasi, perhotelan, restoran, dan lainnya.
“Hingga kini JSS terus kami kembangkan, baik sistem aplikasi dan teknologinya, termasuk juga aspek keamanannya (IT security). Sehingga di JSS telah mengalami banyak transformasi. Sistem aplikasinya tak hanya yang terkait dengan layanan kepemerintahan untuk warga, namun juga terdapat sejumlah aplikasi pendukung untuk memudahkan makin masyarakat luas mendapatkan berbagai informasi tentang Jogja. Misalnya terkait informasi wisata, transportasi, jasa perhotelan, restoran dan lainnya. Hal ini juga selaras dengan Komitmen Bapak Penjabat (Pj) Walikota Yogyakarta Singgih Raharjo, SH, M.Ed, yang punya konsen besar untuk mengejar akselerasi pemulihan Yogyakarta sebagai kota wisata pasca pandemi covid-19 agar cepat bangkit untuk mendukung perekonomi masyarakat dan juga menambah tingkat kenyamanan bagi wisatawan,” ujarnya.
Implementasi SPBE
Terkait transformasi digital di sistem pemerintahan, sesuai Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Pemkot Yogyakarta juga telah menerapkan E-Goverment atau sekarang dikenal dengan SPBE sejak tahun 2007. Bahkan berbagai inovasi yang dilakukan, juga telah mendapat apresiasi dari pemerintah pusat dalam evaluasi SPBE oleh Kementrian PANRB.
Sampai saat ini, implementasi SPBE di Kota Yogya juga sudah makin berkembang dengan adanya aplikasi JSS yang telah terintegrasi dengan berbagai layanan publik. Terkait pengembangan e-government, Pemerintah Kota Yogyakarta juga telah memiliki Masterplan E-Government Pemerintah Kota Yogyakarta yang telah dibuat sejak 2015.
Tercatat pengelolaan SPBE di Pemerintah Kota Yogyakarta mendapatkan nilai Baik dengan indeks SPBE 3,36 pada Smart Government. Nilai tersebut berdasarkan Evaluasi SPBE yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) pada tahun 2019.”Sejak digitaliasi diterapkan tahun 2018, kita selalu meningkat nilai SPBE-nya. Terlebih pada Smart Goverment. Dari target nilai normalnya 5, kita sudah berada di kisaran 4, ini sudah bagus dan diharapkan di setiap tahunnya nilai indeks nya bisa terus meningkat apalagi OPD nya juga antusias,” ujarnya.
Untuk optimalisasi pemanfatan layanan digital ini, Pemkot Yogya melalui Diskominfosan juga terus melakukan desiminasi atau proses penyebaran informasi atau pengetahuan kepada khalayak luas. Terutama ke warga untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan mereka dalam memanfaatkan sistem aplikasi layanan digital ini. Tidak dilakukan sendiri, namun untuk hasil yang optimal, juga dilakukan melalui kolaborasi dengan sejumlah pihak, Seperti komunitas atau pegiat bidang IT, mahasiswa saat melakukan program KKN, dan para relawan lainnya.

Di antaranya terdapat Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang anggotanya tersebar sejumlah daerah, hingga tingkat Kelurahan. KIM merupakan kelompok yang dibentuk dari oleh masyarakat, dari masyarakat dan untuk masyarakat sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. KIM juga bisa menjadi wadah untuk berdiskusi bagi Masyarakat, termasuk menangkal adanya disinformasi hingga adanya hoaks (berita bohong).
“Perkembangan teknologi saat ini semakin cepat, baik itu internet, media sosial, maupun media online yang juga punya dampak negative yang harus diantisipasi. Masyajkat juga harus cermat dan berhati-hati. Kita semua harus bijak, dimana adanya hoaks memang tidak bisa dipungkiri. Karena itu, kami juga mengapresiasi inisiasi dan peran serta relawan, akademisi seperti KKN mahasiswa untuk membantu mensosialisasikan tentang teknologi di Tengah Masyarakat, termasuk bagaimana melawan hoaks yang bisa merugikan banyak pihak ini,” ungkapnya.
Guna untuk mendukung kegiatan mereka, Pemkot menyediakan internet gratis masyarakat dengan menempatkan wifi publik di sejumlah lokasi yang bertujuan menjadi kepanjangan tangan informasi pemerintah. Pemkot melalui APBD dan CSR telah menyediakan lebih 900 titik wi-fi publik gratis yang tersebar di ruang public dengan spesifikasi kecepatan dan jangkauan yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan, yaitu sekitar 10-15 Mbps per titik. Seperti di RT, RW, Masjid, pos ronda dan ruang terbuka hijau public lainnya.
Layanan WIFI publik tersebut juga untuk mendukung pemanfaatan aplikasi Jogja Smart Service (JSS) yang dimiliki Pemerintah Kota Yogyakarta untuk berbagai layanan publik yang bisa diakses secara on line. Pihak juga mengajak peran swasta dalam program CSR untuk membantu pengembagan dan penyediaan WiFi public ini.
“Sosialisasi untuk meningkatkan utilisasi atau penggunaan sistem IT dan layanan digital pemerintah, baik SPBE maupun smart city, juga terus kami tingkatkan melalui berbagai forum dan kelompok seperti relawan masyarakat di wilayah kota Yogyakarta,” pungkasnya. (AC)
















