Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta bekerja sama melatih pejabat organisasi pemerintah daerah menjadi pemimpin digital yang cerdas. Kerja sama itu bertujuan mendukung akselerasi tranformasi digital nasional dan mewujudkan smart province.
“Dengan Pelatihan DLA diharapkan dapat mendorong peningkatan daya saing ekonomi digital Indonesia dan mampu meningkatkan kompetensi para pimpinan di semua tingkatan dan lembaga publik dan privat dalam menciptakan model bisnis baru dalam transformasi digital,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Kominfo Hary Budiarto dalam Penutupan Pelatihan Digital Leadership Academy (DLA) di Kompleks Kepatihan Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi DI Yogyakarta, Jumat (13/10/2023).
Ia menjelaskan pelatihan DLA ini terdiri dari dua skema. Pertama, skema Smart Digital Leader Provinsi yang didukung UN-APCICT, UNDP dan Arizona State University dengan tema Smart Digital Leader Towards Smart Province DIY.
Sedangkan skema kedua, Smart Digital Leader Indonesia Maju yang bermitra dengan University of Oxford Cohort 2 bertema Digital Leadership Transformation.
Smart Digital Leader Provinsi DIY diikuti oleh 36 orang peserta pimpinan OPD provinsi, kabupaten dan kota, dengan rincian 31 peserta dari Provinsi DIY dan Pemkab. Sleman, Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, dan Pemkot Yogyakarta masing-masing satu peserta.
Adapun Smart Digital Leader Indonesia Maju diikuti oleh 35 orang peserta yang terdiri dari 11 orang akademisi, 6 orang pimpinan BUMN/BUMD, 11 orang Pegawai Negeri Sipil, dan 7 orang dari kalangan swasta.
Dalam skema Smart Digital Leader Provinsi ditetapkan tiga rencana aksi terbaik yaitu Sistem Informasi Geospasial Interaktif Tata Ruang Berbasis Mitigasi Bencana (SI GITAR BAS MINA), Electric Government Interoperability Framework (E-Gif) dalam Mewujudkan Integrasi Layanan Jogja Smart Province, dan Menuju Low Emission Zone di Kawasan Malioboro 2025.
Sementara Smart Digital Leader Indonesia Maju telah ditetapkan tiga policy brief terbaik, yaitu Inovasi Wayfinding Asisten Virtual dalam Peningkatan Pelayanan Bandara di Indonesia, SIPADU Kapan Terwujud, dan Standardisasi Kebijakan Privasi pada Aplikasi Seluler.
Baca juga: DIY dan Kabupaten Sleman Terpilih Sebagai Proyek Percontohan SP4N-LAPOR!














