Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kota Denpasar, untuk tahun 2022 mencatakan nilai 3,68 untuk IT maturity level. “Skor tersebut, artinya ‘sangat baik’,” kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistika Denpasar, Ida Bagus Alit Adhi Marta, dalam presentasi virtual untuk Dewan Juri Top Digital Awards 2023, hari ini.
Ida Bagus mengatakan bahwa, untuk tahun 2021, skor tersebut di 3,19. “Nah, untuk tahun 2023 ini, kami menargetkan kenaikan skor menjadi 3,7,” ia berkata.
Ia pun, dalam kesempatan itu, menjelaskan bahwa membangun budaya digital sangatlah dipentingkan oleh dinas tersebut. Yang menarik adalah bahwa datangnya pandemi Covid-19 telah memercepat penetrasi budaya digital tersebut. “Salah satu indikasi hal tersebut,” Ida Bagus mengimbuhkan, “adalah kenaikan tajam terhadap permintaan tanda tangan elektronik.
Kemudian, ia memaparkan bahwa Diskominfos Denpasar punya sebanyak 189 aplikasi. Itu adalah jumlah untuk tahun 2022. Dari jumlah tersebut, sebanyak 98 buah merupakan aplikasi lokal. Sementara itu, aplikasi dari pusat sebanyak 28 buah.
“Untuk aplikasi yang tidak aktif, jumlahnya di 70 buah,” kata dia.
Ida Bagus pun menjelaskan bahwa pihaknya sudah punya peta rencana SPBE (Sistem pemerintahan berbasis elektronik) untuk Kota Denpasar. Basis regulasinya yakni peraturan walikota.
Pada saat ini, untuk pengambangan SPBE, pihaknya berfokus dan proses kepada pembangunan data. “Aplikasi dari pemerintah pusat pun banyak yang harus kami kembangkan,” papar dia.
Bagaimana dengan rasio anggaran TI? Ida Bagus menjelaskan bahwa untuk tahun 2022, anggaran TI pada dinas tersebut sebesar 2,57% dari APBD. Untuk tahun 2023, angka itu di 2,47%.
Saat datangnya pandemi Covid-19, rasio anggaran TI sempat diperbesar menjadi 3,46% dari APBD. “Dalam hal ini, anggaran TI menjadi 3,46% di tahun 2021, Adapun tahun 2020, angka itu masih di 0,49%,” katanya.
Penulis: Achmad Adhito














