Jakarta, ItWorks- Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) pada semester I 2023 tetap terjaga baik sejalan dengan berlanjutnya pemulihan perekonomian domestik. Konsistensi, inovasi, dan sinergi menjadi tiga prinsip utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Meski dihadapkan pada lingkungan risiko suku bunga global yang tinggi dalam jangka panjang (higher for longer), namun selama semester I 2023, stabilitas sektor keuangan masih terjaga dengan baik.
Bank Indonesia berupaya menjaga stabilitas dan momentum pemulihan ekonomi dengan menaikkan suku bunga kebijakan sebesar 25 bps menjadi 6,00% untuk memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak meningkat tingginya ketidakpastian global. Hal ini juga sebagai langkah pre-emptive dan forward looking guna memitigasi dampaknya terhadap imported inflation.
Demikian diungkapkan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Juda Agung saat membuka peluncuran Buku Kajian Stabilitas Keuangan (KSK) No.41 September 2023 yang mengangkat tema “Konsistensi, Inovasi, dan Sinergi Mendorong Intermediasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan” yang diluncurkan (23/10/2023) di Solo-Jawa Tengah.“Selanjutnya untuk menghadapi tantangan ke depan, Bank Indonesia terus melakukan penguatan respons kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” ujarnya dilansir dalam siaran pers.
Lebih lanjut dikatakan, penguatan dilakukan melalui tiga upaya. Pertama, mengembangkan inovasi kebijakan seperti penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM), dan QRIS Cross Border. Kedua, memperkuat ketahanan siber yang bersifat end to end untuk memastikan keamanan data masyarakat yang berpengaruh pada kelancaran sistem pembayaran. Ketiga, mendukung pembiayaan hijau melalui berbagai instrumen kebijakan dalam mengantisipasi tantangan perubahan iklim.
Buku KSK No.41 dapat diunduh dalam format digital melalui website Bank Indonesia. KSK merupakan publikasi utama Bank Indonesia di bidang SSK setiap semester yang menyajikan hasil asesmen makrofinansial sistem keuangan dalam periode laporan, asesmen stabilitas sistem keuangan Indonesia, respons kebijakan Bank Indonesia, proyeksi kondisi sistem keuangan dan arah kebijakan.
Selain memberikan informasi perkembangan dan isu-isu penting di sektor keuangan, KSK diharapkan menjadi referensi dalam proses pengambilan keputusan, sehingga otoritas, industri keuangan, dunia usaha, serta publik umum bersama-sama mewujudkan stabilitas sistem keuangan Indonesia.
Dari sisi transparansi dan tata kelola Bank Indonesia, penerbitan buku KSK merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia untuk memenuhi amanat Pasal 58 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK).
Acara peluncuran KSK 41 dirangkaikan dengan seminar “Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM): Insentif untuk Kredit/Pembiayaan Sektor Pariwisata”. (AC)














