PT BPR NTB (Perseroda) merupakan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) atau sekarang Bank Perekonomian Rakyat yang merupakan milik Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Bank ini merupakan hasil transformasi dari delapan BPR yang ada di NTB dan menyatukan diri menjadi BPR NTB pada awal 2022 lalu.
Dalam perjalanannya, BPR NTB terus mengembangkan layanannnya, termasuk dalam peningkatan dalam digitalisasi. Terlebih, pengembangan IT sendiri sudah menjadi Visi-Misi BPR NTB ini. Visinya adalah: ‘Menjadi Bank Perkreditan Rakyat yang sehat, kontributif, tangguh, dan terpercaya sebagai mitra usaha rakyat.’
Dengan Misi: Memberikan pelayanan prima kepada semua stakeholder yang didukung oleh teknologi yang handal; Mendukung pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk mendorong pertumbuhan perekonomian daerah; Meningkatkan pendapatan asli daerah; dan Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing.
Komitmen itu akan diwujudkan dalam anggaran TI yang juga meningkat. Di tahun ini, BPR NTB menargetkan untuk anggaran TI terhadap total pendapatan sebesar 0,47% dari pendapatan di 2023. Memang naiknya tipis dari tahun 2022 yang 0,46% dari pendapatan. Dengan pendapatan yang juga meningkat, berarti secara angka juga menjadi lebih besar.
“Namun kalau dilihat dari angkanya lumayan besar 0,47% itu dari Rp174,31 miliar pendapatan yang kita targetkan di tahun ini. Sedang 0,46% itu dari pendapatan Rp152,12 miliar di tahun lalu. Sama juga untuk anggaran TI terhadap total biaya yakni 0,59% naik jadi 0,60% dari Rp704,17 juta menjadi Rp813,74 juta. Serta anggaran TI terhadap laba dari 2,61% menjadi 2,12%, namun angkanya tetap meningkat. Karena laba kita juga naik dari Rp26,99 miliar menjadi Rp38,38 miliar target di tahun ini,” beber Usman, Direktur Operasional BPR NTB dalam proses penjurian Top Digital Awards 2023 lalu, yang digelar secara online.
Dengan anggaran TI tersebut, BPR NTB terus memperbaiki diri dalam pengembangan IT-nya. Dan untuk pelayanan di tahun 2023 ini, disebut Usman, pihaknya sudah mengembangkan Virtual Account (VA) dan bakal mengembangkan Mobile Banking atau dengan nama BPR Mobile (Zipay) dengan menggandeng pihak vendor.
“Ini sudah berjalan di tahun ini terkait layanan digitalisasinya yang kita terus kembangkan. Dan di tahun 2024 itu kita juga akan terus mengembangkan digitalisasi di BPR NTB ini menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.
Dan agar hal tersebut berjalan lancar, pihak BPR NTB terus memberikan pelatihan yang spesifik dengan pekerjaan kepada karyawan milenial untuk meningkatkan kepuasan dan kinerjanya. “Hal ini dapat dilakukan melalui pelatihan di tempat kerja, lokakarya, dan platform pembelajaran online,” imbuh Usman.
Lebih jauh disebutkannya, BPR NTB sangat mengakui pentingnya tata kelola TI (TI Governance) karena dapat meningkatkan kinerja dan pengelolaan bisnis menjadi lebih baik. Kata dia, IT Governance ini untuk memastikan bahwa TI yang digunakan BPR dapat mendukung perkembangan usaha, pencapaian tujuan bisnis, dan kelangsungan pelayanan.
“Juga kita kembangan prinsip Good Corporate Governance yaitu Transparency, Accountability, Responsibility, Independency, dan Fairness dalam penerapan IT ini,” katanya.
Adapun untuk beberapa produk perbankan yang sudah menggunakan IT dalam aplikasinya adalah, produk Tabungan Haji/Umroh, Layanan Virtual Account yakni berupa sistem layanan perbankan untuk memudahkan transaksi online antar bank, dengan keunggulannya bisa jadi modul untuk setoran tabungan melalui virtual account dan modul untuk transaksi potongan angsuran kredit melalui virtual account.
Juga ada Branchless yakni satu produk TI yang merupakan perangkat yang dapat membantu mobilitas pelayanan bank, dengan fiturnya dapat melakukan transaksi keuangan di luar kantor.
“Jadi aplikasi-aplikasi itu yang di-develop oleh Tim IT di tahun yang bertujuan untuk menunjang kelancaran dan rencana bisnis Bank. Yang lainnya adalah seperti Simoring Bisnis, yaitu aplikasi untuk membantu AO/FO dalam membuat lembar kerja harian. Juga ada Simoring Operasional, yaitu aplikasi untuk membantu bagian accounting di seluruh cabang untuk merekap laporan keuangan per bulan yang sudah dilakukan,” kata Usman, mengakhiri.
Penulis: Busthomi














