Kebocoran data yang marak terjadi dalam tiga tahun belakangan membuat organisasi atau perusahaan kian waspada. Tidak terkecuali bagi PT PLN Tarakan, guna memperkuat aspek cyber security perusahaan ini telah menerapkan fungsi kriptografi pada sistem database untuk menjaga kerahasiaan data dan informasi. Adalah Arief Suko Pranoto, Manager Bidang Sistem dan Teknologi Informasi PT PLN Tarakan yang mengungkap hal tersebut pada wawancara penjurian TOP Digital Awards 2023 yang diselenggarakan Majalah ItWorks pada 16 Oktober 2023 lalu.
“Jadi, penerapan fungsi kriptografi ini baru kita running (go live) bulan kemarin. Kita bekerja sama dengan BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) untuk menerapkan fungsi kriptografi ini,” ungkap Arief di hadapan dewan juri.
Memang, dari tahun 2020 hingga tahun 2023 ini banyak terjadi kebocoran data, sehingga Arief pun menilai perlu ada langkah mitigasi. Harapannya agar hal tersebut tidak terjadi lagi di masa yang akan datang.
Dalam upaya melindungi kebocoran data atau kerentanan siber lainnya, PLN Tarakan sejatinya telah melakukan sejumlah hal.
”Jadi, kalau dari awal dari PLN Tarakan di data center ini Firewall juga sudah ada, authentication juga sudah ada, access control di server juga sudah ada, antivirus sudah ada, employed protection juga sudah ada,” ujar Arief.
“Yang paling terakhir adalah perlindungan database. Jadi, model-model serangan itu macam-macam ya ada serangan database, ada serangan enkripsi, ada serangan software, phishing dan sebagainya. Nah, pertahanan terakhir terhadap tingkat serangan (protection layer) itu ada di database itu sendiri. Jadi, sebenarnya hacker-hacker ini mengincar apa sih kalau kita lihat dari tahun kemarin? Mereka itu mengincar data terutama data pribadi, ada data nomor telepon, KTP, KK, Nama, nomor induk, dan sebagainya,” tandasnya.
Tidak hanya itu, upaya PLN Tarakan dalam memperkuat keamanan siber juga sudah dilakukan dari berbagai sisi, mulai dari luar (outside), server, bahkan browser sudah dilakukan pengamanan.
Adapun pengambangan dari sisi databse, hal itu dilakukan PLN Tarakan dalam bentuk enkripsi.
“Jadi amit-amit ya database ini sampai jebol, sampai masuk ke dalam, yang data diambil oleh hacker adalah berupa enkripsi, jadi tidak bisa dibaca. Nah ini kita juga terapkan di PLN Tarakan. Supaya apa? Supaya kita bisa mengamankan data dari sisi database. Karena database ini merupakan perlindungan terakhir terhadap kerawanan data, terutama data pribadi. Kan semua dari aplikasi yang ada pasti ujung-ujungnya larinya mengambil data itu dari database. Maka dari itu kita coba protecting data melalui kriptografi di sistem database itu sendiri,” jelasnya.
Sebagaimana telah disebut di awal, perapan fungsi kriptografi oleh PT PLN Tarakan dilakukan berkat kerja samanya dengan BSSN.
“Fungsi enkripsi ini dibuat oleh BSSN. Artinya kita kerja sama dengan BSSN untuk saling menjaga kerahasiaan terkait proses enkripsi data ini. Jadi, fungsi enkrip kriptografi ini murni dibuat oleh sendiri BSSN. Jadi , kita dari PLN Tarakan menerapkan, menggunakan dan mengimplementasikan dari aplikasi yang sudah ada,” ujar Arief.
Lebih lanjut Arief menyebut bahwa fungsi enkripsi ini diterapkan pada aplikasi yang ada kaitannya dengan data pribadi, yakni aplikasi Human Resource Information System atau sistem kepegawaian. “Jadi, data-data ini kita enkripsi supaya harapannya bisa aman (secure),” tandasnya.
Diangkatnya judul presentasi ‘Penerapan Fungsi Kriptografi pada Sistem Database Untuk Menjaga Kerahasiaan Data dan Informasi’ oleh PT PLN Tarakan selain sejalan dengan tema yang diangkat TOP Digital Awards 2023, yaitu “IT Governance and Cyber Security in Innovation of Business and Services”, hal tersebut juga sesuai dengan Ringkasan IT Master Plan tahun 2020-2024 yang telah disusun perusahaan. Di mana pada tahun 2023 ini perusahaan sedang menerapkan Microsystem dan Kriptografi, serta pengembangan ERP.
Tidak ketinggalan pada sesi penjurian ini, PT PLN Tarakan juga mengungkap perihal IT Maturity Level atau tingkat kematangan penerapan IT di perusahaan.
”Untuk IT Maturity Level saat ini yang terakhir diukur tahun 2022 di bulan Desember itu 2,13. Saat ini sedang berproses juga diharapkan di bulan Desember tahun 2023 ini angkanya sekitar 2,2,” pungkas Arief.














