ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Restorasi dengan Aplikasi Sesame, Menjaga Gambut Tetap basah

Ahmad Churi
27 September 2016 | 17:17
rubrik: Indeks, Telco
Share on FacebookShare on Twitter

sel_punca_3Jakarta, Itech-  Deputi Penelitian dan Pengembangan Badan Restorasi Gambut (BRG)  Dr Haris Gunawan mengatakan, restorasi gambut  merupakan  agenda nasional  yang bertujuan  menyehatkan kembali lahan gambut yang terdegradasi akibat terbakar.

Penyelamatan gambut tropis memerlukan teknologi yang tepat dan BRG pun kedepan akan  mewajibkan perusahaan pengelola konsesi di gambut untuk menggunakan teknologi SESAME atau Sensory Data Transmission Service Assisted by Midori Engineering  (alat pengukur sensor online) sebagai  alat deteksi dini terhadap kondisi lambut di lokasi restorasi yakni kubah gambut berkanal dan gambut berkanal.

BRG menargetkan melakukan pemasangan alat tersebut sebnyak 836 unit di beberapa lokasi atau titik titik yang diperioritaskan pada areal terbakar pada 2015 lalu. Pad APBN 2017, tersedia dana untuk 500 unit dari total 2.300 unit  yang rencananya akan dipasang di 7 provinsi area kerja BRG. Selain itu, ke depan BRG juga mewajibkan pengelola konsesi di gambut yang jadi obyek resorasi untuk memasang SESAME.

‘Kubah gambut perlu dipelihara untuk menjamin ketersediaan air. Karena itu diperlukan pengaturan tata air yang baik sehingga tidak mengeringkan dan menimbulkan konflik dengan masyarakat. Kesalahan dalam pemanfaatan gambut selama ini adalah pengeringan melalui pembangunan kanal yang masif.’ katanya dalam Jica Sesame Project, second workshop for the sesame system di gedung BPPT  Jakarta, (27/9). Pembicara lainnya, Ketua Dewan Riset Nasional (DRN) Bambang Setiadi.

Nah,   untuk restorasi lahan gambut ada dua cara, yakni restorasi Fegetasi dengan cara menanam plasma nutfah atau menanam pohon yang dapat memulihkan kembali lahan gambut. Cara restorasi kedua, restorasi  hidrologi yakni mengelola tata air di dalam gambut dengan  menjaga lahan gambut agar tetap basah. Diantaranya membuat sekat kanal, bukan membuat kanal.

BACA JUGA:  Lewat IDCamp 2023I, IOH & KADIN Berkolaborasi Penuhi Kebutuhan Talenta Digital

Ketua DRN Bambang Setiadi  mengatakan  teknologi  Sesame  bisa digunakan ketika sekat kanal yang dirancang pemerintah selesai. Dengan begitu, akan terukur seberapa basah gambut di suatu daerah sehingga bisa dilakukan pencegahan kebakaran gambut secara efektif. “Kami sangat mendukung pembuatan sekat kanal di daerah bergambut karena gambut harus basah agar tidak terbakar. Namun, saya dengar pembuatan sekat kanal itu ternyata tidak begitu sukses di lapangan,” katanya.

Sesame berguna untuk  memantau kadar air lahan gambut. Selain untuk memantau kebasahan gambut, alat ini juga bisa digunakan untuk mengetahui gerakan air. “Alat Sesane  ini nantinya akan terkoneksi dengan pusat data di Serpong, sehingga, BRG dan para koordinator pengendali kebakaran gambut lain punya info yang seragam soal kondisi gambut,  akan cepat pula pembasahan gambutnya jika terdeteksi kering,” ungkap Bambang Setiadi yang juga ahli gambut  dari  Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

“Misi restorasi gambut terdegradasi yakni menjaga agar permukaan gambut tetap lembab dan basah.. Alat pemantau berbasis sensor ini dapat memberikan data secara real time setiap 10 menit. “Kadar air dalam gambut perlu dimonitor setiap saat. Ini dalam rangka mencegah kebakaran di lahan gambut. ,” tambahnya.

Lebih lanjut Bambang menambahkan, dengan Aplikasi Sistem Sesame maka dimungkinkan untuk melakukan pengukuran tinggi permukaan air, temperature dan emisi karbonnya. Aplikasi ini juga dapat memprediksi kondisi permukaan air untuk tiga hari ke depan, sehingga apabila terindikasi terjadi penurunan air pada tiga hari mendatang maka bisa direncanakan hujan buatan untuk peringatan dini kebakaran gambut.

“Kebakaran di lahan gambut tahun 2015 menjadi isu yang besar.  Pada lahan gambut, 95% adalah air”. Gambut jika kering akan mengambang dan sensitif terhadap api.  Inti masalah gambut adalah mengetahui apa yang terjadi dengan permukaan air gambut. Hal ini sangat penting sehingga data harus akurat,” paparnya.

BACA JUGA:  SKKL Ruas Sorong-Merauke Telah Kembali Normal

Diketahui alat Sesame ini sudah ditemukan sejak tahun 2007 silam. Yakni hasil riset antara Indonesia dengan Universitas Hokkaido Jepang. Namun baru di tahun 2015 alatnya bisa dibawa ke Indonesia. Sebab berpapasan dengan momentum terjadinya kebakaran hutan. Alat Sesame, ini menghabiskan dana sebesar Rp 10 Miliar. Dimana dana totalnya merupakan bantuan dari Jepang sepenuhnya. (red/ju)

 

Tags: Deputi Penelitian dan Pengembangan Badan Restorasi Gambut (BRG) Dr Haris GunawanKetua Dewan Riset Nasional (DRN) Bambang SetiadiSensory Data Transmission Service Assisted by Midori Engineeringworkshop for the sesame system
Previous Post

Lintasarta Technopark Data Center Siap Berikan Layanan Pusat data Terbaik

Next Post

IAEA Lakukan Misi EPREV kesiapsiagaan & kedaruratan nuklir

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Andalkan JOSS, PA Sidoarjo Optimalkan Layanan untuk Pencari Keadilan

TOP Digital Awards 2026: Andalkan JOSS, PA Sidoarjo Optimalkan Layanan untuk Pencari Keadilan

Albarsah
5 November 2026 | 16:16

TOP Digital Awards 2026: PELNI Tancap Gas Transformasi Digital, AI Jadi Kunci Efisiensi dan Layanan

TOP Digital Awards 2026: PELNI Tancap Gas Transformasi Digital, AI Jadi Kunci Efisiensi dan Layanan

Mi’roji
4 November 2026 | 15:41

TOP Digital Awards 2026: Kemenkeu Perkuat Transformasi Digital melalui SPBE, Integrasi Sistem, dan Tata Kelola Data

TOP Digital Awards 2026: Kemenkeu Perkuat Transformasi Digital melalui SPBE, Integrasi Sistem, dan Tata Kelola Data

Agus Haryanto
4 November 2026 | 12:32

TOP Digital Awards 2026: BPOM Bangun Ekosistem Digital Terpadu, Perkuat Pengawasan dari Hulu ke Hilir

TOP Digital Awards 2026: BPOM Bangun Ekosistem Digital Terpadu, Perkuat Pengawasan dari Hulu ke Hilir

Albarsah
2 November 2026 | 13:28

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pemkab Banyuwangi Berdampak Langsung Bagi Masyarakat

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pemkab Banyuwangi Berdampak Langsung Bagi Masyarakat

Fauzi
30 October 2026 | 22:28

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Andalkan JOSS, PA Sidoarjo Optimalkan Layanan untuk Pencari Keadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • APJATEL Perkuat Kolaborasi, Dorong Akselerasi Infrastruktur Digital Indonesia di Era AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lenovo Tunjuk Presiden Motorola Mobility Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lewat Kelas Kr3asi, Tri dan Adobe Express Ajak Pelajar Bikin Konten Naik Level

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Lenovo Tunjuk Presiden Motorola Mobility Baru

Lenovo Tunjuk Presiden Motorola Mobility Baru

Fauzi
5 November 2026 | 14:38

ItWorks.id - Lenovo mengumumkan penunjukan Amar Babu sebagai Mobile Business Group General Manager and Motorola Global President, efektif mulai 1...

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto