Jakarta, ItWorks- Meningkatnya transformasi digital di kalangan pelaku usaha, institusi dan masyarakat, telah mendorong terjadinya lonjakan data digital (big data) yang membutuhkan media penyimpanan (storage data center) yang memadai dan aman.
Hasil riset Pure Storage, perusahaan penyedia solusi TI, khususnya storage menyebutkan, bahwa sebagian besar perusahaan dan institusi akan kewalahan menghadapi terjadinya lonjakan data dalam hal pengelolaannya, kebutuhan energi, termasuk kemampuan para sumber daya manusia (SDM). Apalagi dengan adanya tren teknologi baru yang juga terus berkembang, seperti Artificial Intelligence (AI), Internet Of Things (IoT), dan smart technology lainnya.
Sementara di sisi lain, perusahaan dan institusi juga mengadapi adanya tuntutan penerapan ESG (environmental, social, and governance) sebagai kerangka kerja untuk keberlanjutan dengan memperhatikan faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan. “Survei Pure Storage menunjukkan organisasi tidak siap menghadapi kebutuhan energi dan permintaan data AI yang massif. Sebanyak 89% pengguna TI merasa tujuan ESG lebih sulit dicapai karena adanya peningkatan infrastruktur TI untuk adopsi AI ini,” ungkap Shiraz Erosagon Systems Engineer, Pure Storage Indonesia dalam acara “Pure Storage Year End Medai Briefing” pada (12/12/2023), di Jakarta.
Bekerja sama dengan Wakefield Research, Pure Storage merilis laporan terbaru yang mengidentifikasi hambatan yang dihadapi oleh organisasi di seluruh industri dalam mengadopsi kecerdasan buatan (AI), dan mengungkap kebutuhan energi yang sering diabaikan dari teknologi canggih ini. “Menurut laporan terbaru, bertajuk -Pendorong Perubahan: Memenuhi Tantangan Energi dan Data dari Adopsi AI- menunjukkan pentingnya meninjau kembali infrastruktur data agar benar-benar mendapatkan manfaat AI, menjaga biaya energi tetap sesuai dengan alokasi anggaran, dan sesuai dengan rencana perusahaan dalam mencapai tujuan lingkungan hidup,” ujarnya.
Berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 500 pembeli TI di perusahaan yang memiliki lebih dari 500 karyawan di AS dan Eropa, di antaranya mengemukakan bahwa: konsumsi Energi Hanya Salah Satu Dari Beban AI: Sebanyak 73% responden menyatakan AI memerlukan atau akan memerlukan peningkatan manajemen data dan semacamnya. Beberapa peningkatan spesifik yang dilakukan antara lain: alat manajemen data (48%), proses manajemen data (46%), dan infrastruktur penyimpanan data (46%).
Supaya dapat memaksimalkan manfaat dari AI, sebagian besar organisasi disarankan memiliki infrastruktur yang diperlukan untuk menangani permintaan data berkinerja tinggi. Sehinmgga keterbatasan di atas memberikan tantangan terhadap keberhasilan adopsi AI untuk mendukung inisiatif critical perusahaan, termasuk inisiatif mencapai tujuan lingkungan. Hampir semua pembeli TI mendapatkan tekanan untuk mengurangi jejak karbon mereka. Faktanya, sebagian besar setuju untuk mencapai tujuan TI tidak mungkin tercapai jika dilakukan tanpa mempersiapkan infrastruktur TI untuk mendukung AI dengan baik- termasuk salah satunya data center dan sistem keamanan yang bisa diandalkan.
“Infrastruktur yang lebih cerdas kini semakin mendesak dan tinggi permintaannya. Seiring dengan semakin cepatnya adopsi AI, tim TI memerlukan infrastruktur yang efisien, andal, dan berkinerja tinggi untuk memastikan penerapan yang efektif,” ungkapnya.
Solusi Pure Storage
Menyikapi tren dan tuntutan ini Pure Storage memperkenalkan portofolio evergreen® storage terbaru dengan No Data Migration, Zero Data Loss. Solusi ini menawarkan garansi efisiensi ruang dan penggunaan energi, digabungkan dengan upgrade dan sistem pembayaran yang fleksibel, untuk semua portofolio storage evergreen.
“Solusi inobvasi kami menghadirkan garansi SLA terbaru untuk efisiensi energi, optimalisasi kapasitas, dan perlindungan kehilangan data; solusi baru Disaster Recovery as-a-Service; dan kemampuan manajemen bertenaga AI yang scalable,” kata Chua Hock Leng, Area Vice President untuk ASEAN dan Greater China (AGC) di Pure Storage dalam paparan secara virtual dari Singalaura dalam acara ini.
Pure Storage juga mengumumkan produk ketahanan data critical terbaru, yaitu Pure Protect™//DRaaS, solusi Disaster Recovery as a Service (DRaaS) unik, dan layanan storage bertenaga AI melalui platform manajemen Pure1® kepada enterprise global.
Dengan memperkenalkan recovery disaster berdasarkan pemakaian melalui Pure Protect, sistem scoring ketahanan data manajemen sistem bertenaga AI Pure1, dan updates subscription Evergreen yang sudah termasuk pembayaran komitmen Energi dan Rak. “Pure Storage membawa enterprise untuk mengadopsi strategi storage end-to-end yang menjamin ketahanan data, mengurangi biaya SDM, mempercepat inisiatif keberlanjutan dan memberikan manfaat Total Cost Ownership (TCO) yang tidak ada bandingannya,” katanya.
“Pengumuman hari ini menunjukkan evolusi besar STaaS enterprise yang akan datang. Sebagai pengusung teknologi paling efisien dalam pemakaian energi yang ada di pasaran – membantu pelanggan mencapai penghematan penggunaan energi dan emisi karbon hingga 85% dan penghematan ruang rak sampai dengan 95% dibandingkan dengan produk yang sudah ada. Pure Storage kembali lagi mendisrupsi pasar dengan komitmen untuk membayar biaya energi dan ruang rak pelanggan, menyelaraskan dengan penghematan TCO dan tujuan efisiensi jangka panjang,” pungkasnya. (AC)














