ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Studi: Komputasi Cloud Dorong Penyerapan Teknologi Baru di Asia Pasifik

Fauzi
22 December 2023 | 10:00
rubrik: Research
Share on FacebookShare on Twitter

Penyedia solusi open source papan atas, Red Hat Inc., melansir penemuan terbaru dari Anatomy of adaptive leaders: Navigating emerging technologies, laporan yang dibuat oleh Economist Impact dengan penugasan dari Red Hat. Penelitian ini mengungkap cloud sebagai teknologi baru yang dominan di Asia Pacific (APAC), dengan 85% pemimpin bisnis melaporkan bahwa organisasi mereka sudah memulai pengadopsian.

Marjet Andriesse, senior vice president dan general manager, APJC, Red Hat, “Laporan Economist Impact memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai lanskap bisnis Asia Pasifik. Di tengah kerumitan dan tantangan yang dihadapi, daya tahan ekonomi wilayah ini tetap kuat. Sebagian besar dari perusahaan di APAC membuat kemajuan dalam mengintegrasikan teknologi baru ke dalam bisnis mereka. Kami bersemangat karena komputasi cloud menikmati popularitas yang lebih besar dalam pengadopsian penuh di kalangan perusahaan di wilayah ini, dan pengadopsian tahap awal juga tampak jelas di antara perusahaan APAC untuk AI, generative AI dan platform data. Saat perusahaan ingin meningkatkan kesiapan mereka di masa depan menghadapi pertumbuhan dan transformasi, kami di Red Hat bersemangat untuk mendukung pelanggan kami menghadapi berbagai hal yang akan datang sehingga mereka bisa membuka potensi di dunia.”

Sementara Charles Ross, principal of policy dan insights, Economist Impact mengatakan “Di seluruh wilayah Asia Pasifik, tantangan ekonomi secara negatif berdampak terhadap profitabilitas sebagian besar perusahaan. Merespon hal tersebut, banyak perusahaan ingin meningkatkan produktivitas dengan memprioritaskan investasi di area-area seperti komputasi cloud, platform data dan generative AI. Namun implementasinya tidak mudah karena mereka bergumul dengan biaya investasi yang dibutuhkan dan keterampilan digital di tengah semakin banyaknya kekhawatiran mengenai keamanan siber. Para pemimpin bisnis semakin menekankan keharusan untuk menjadi kolaboratif selama masa menantang ini, mengakui bahwa cara yang paling efektif untuk mencapai kesuksesan bisnis adalah cara di mana semua orang berusaha mencapai visi yang sama.”

BACA JUGA:  Pengapalan Smartphone 5G Diproyeksi Tembus 278 Juta Unit Tahun Ini

Lanskap teknologi baru di Asia Pasifik
Menurut penelitian tersebut, mayoritas perusahaan Asia Pasifik membuat kemajuan dalam mengintegrasikan teknologi baru ke dalam bisnis mereka, terutama pengadopsian cloud. Pengadopsian tahap awal untuk AI – termasuk generative AI dan platform data, juga terjadi. Perusahaan melaporkan bahwa mengadopsi teknologi ini telah meningkatkan daya saing, produktivitas dan efisiensi mereka.

Pengadopsian cloud
Meskipun cloud sudah ada di mana-mana di seluruh perusahaan dan organisasi, teknologi ini terbilang baru dan akan terus berkembang.

  • Jepang menunjukkan tingkat tertinggi integrasi dengan 87% eksekutif Jepang mengonfirmasikan bahwa mereka telah sepenuhnya mengadopsi teknologi komputasi cloud dan 64% eksekutif menyebutkan peran teknologi ini dalam membantu mengamankan pekerjaan di dalam perusahaan mereka dengan menjadikan mereka memiliki daya saing sebagai alasan utama pengadopsian.
  • Di Singapura, 68% responden telah melaporkan pengadopsian penuh.

Kemampuan data science

  • 73% perusahaan di Korea Selatan sudah membuat kemajuan besar hingga sangat besar dalam pengadopsian kemampuan data science
  • 71% dari perusahaan di India sudah membuat kemajuan besar hingga sangat besar dalam pengadopsian kemampuan data science.

Artificial Intelligence/AI
Sejak teknologi generative AI menjadi hal yang mainstream, penelitian juga dilakukan untuk memahami sudut pandang para pemimpin bisnis, dan apakah mereka menerapkan teknologi ini dalam organisasi mereka.

Temuan mengungkap bahwa sebagian besar organisasi APAC belum mengadopsi kecerdasan buatan, akan tetapi beberapa sudah mengambil langkah awal.

  • Di Singapura, 70% dari pemimpin bisnis yang mengatakan bahwa organisasi mereka belum mengadopsi generative AI dikarenakan kurangnya tenaga kerja dengan keterampilan untuk mengintegrasikan ini ke dalam bisnis mereka, menekankan pentingnya bagi perusahaan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja mereka agar bisa tetap mengimbangi inovasi.
  • Namun, di China, 40% dari pemimpin bisnis mengatakan organisasi mereka sedang berada di tahap awal pengadopsian AI dan teknologi otomatis karena mereka telah melihat produktivitas yang maksimal karena pengadopsian teknologi tersebut.
BACA JUGA:  Multipolar Technology Tawarkan VisionDG dan Red Hat OpenShift Sebagai Model Strategi Inovasi Digital Jalur Cepat

Selain menjadi alasan utama rendahnya pengadopsian generative AI saat ini di seluruh Asia Pasifik, kurangnya tenaga kerja yang terampil juga diakui sebagai risiko terbesar yang tengah memberikan dampak terhadap organisasi (77%). Hal ini menjadi kekhawatiran khususnya bagi para pemimpin bisnis di Jepang (87%), Australia (84%) dan Korea Selatan (81%), serta di sektor sumber daya alam dan layanan.

Peran kepemimpinan adaptif dalam menavigasi lingkungan makro ekonomi yang menantang
Menanggapi tantangan dan tren yang sudah teridentifikasi, para pemimpin di Asia Pasifik yang disurvei ingin meningkatkan tingkat keterampilan karyawan dan mengurangi risiko yang dihadapi bisnis mereka dengan memprioritaskan strategi-strategi berikut:

  • Membuat perkiraan untuk performa bisnis dalam skenario merugi dan optimis (54%).
  • Memfokuskan kembali strategi rantai pasokan mereka (46%).
  • Memotong biaya operasional (45%).

Penelitian ini juga menemukan bahwa kompleksitas dan tantangan yang berlangsung saat ini menjadikan peran pemimpin bisnis sangat fokus. Ketika para pemimpin bisnis diminta untuk menilai pentingnya sifat kepemimpinan spesifik untuk menavigasi disrupsi ekonomi dan teknologi saat ini, mereka memprioritaskan kolaborasi, membangun kepercayaan dan membuka jalan untuk bekerja dengan karyawan dan pemangku kepentingan sebagai hal yang sangat penting (82%), diikuti dengan kelincahan dalam berpikir dan mengambil keputusan (89%), dan kerendahan hati (81%), yang di dalam konteks ini menunjukkan kesadaran akan keterbatasan dan kesediaan untuk bekerja sama dengan mereka yang memiliki pengetahuan yang dibutuhkan.

Metodologi
375 pemimpin bisnis dari berbagai organisasi, termasuk pelanggan Red Hat, disurvei di seluruh wilayah Asia Pasifik, mewakili Indonesia, Malaysia, Singapura, Australia, China, Hong Kong, Taiwan, India, Jepang dan Korea Selatan. Para responden adalah berbagai eksekutif yang memegang peran teknis seperti chief technology officer dan chief information officer, serta mereka dari bidang non-teknis seperti chief executive officer dan chief operations officer. Sorotan survei ini juga dilengkapi dengan program interview dengan pemimpin bisnis dari perusahaan layanan keuangan, telekomunikasi, e-commerce dan utilitas.

BACA JUGA:  Ansible Lightspeed, Solusi Baru Red Hat untuk Otomatisasi IT Berbasis AI
Tags: Red Hat
Previous Post

Adopsi Digital Menjadi Tren untuk Mempercepat Pertumbuhan Bisnis di Indonesia 2024

Next Post

Rilis di Indonesia, itel P55 5G Dilego Rp 1 Jutaan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelar FGD, Telkomsel Berupaya Hadirkan Solusi Inovatif untuk Dukung Bisnis Ritel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Maxim Luncurkan Fitur e-Payment ‘Maxim Wallet KasPro’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Garmin Ungkap Melesatnya Tren Lari di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apple Watch Series 5 Resmi Masuk Indonesia 6 Desember, Ini Harganya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto