ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Data Center Bawah Air, Keuntungan dan Tantangannya

Fauzi
22 January 2024 | 14:00
rubrik: Business Solution
JLL: Indonesia Turut Dorong Pertumbuhan Properti Data Centre di Asia Pasifik

Ilustrasi, Image credit: Shutterstock by Sashkin

Share on FacebookShare on Twitter

Kapasitas data center untuk penyedia layanan cloud besar diproyeksi akan meningkat hampir tiga kali lipat dalam enam tahun ke depan. Demikian menurut laporan yang dikeluarkan Synergy Reseach Group.

Seiring dengan itu, berbagai upaya inisiatif dilakukan oleh sejumlah perusahaan teknologi, termasuk mengembangkan data center bawah air.

Microsoft, misalnya, pada tahun 2018 perusahaan ini telah memulai tahap kedua Project Natick. Dalam proyek ini, Microsoft memasukkan ke dalam laut data center Northern Isles, sebuah fasilitas berbentuk kapsul yang menampung 846 server pada kedalaman sekitar 36 meter di laut timur lepas pantai Inggris. Inisiatif ini disebut memiliki tujuan untuk memanfaatkan sifat pendingin air laut, memangkas biayar, memitigasi bencana alam, serta memanfaatkan tenaga angin pasang-surut lepas pantai sebagai energi.

Penempatan data center di bawah air disebut memberikan keuntungan, seperti dari sisi dekatnya dengan wilayah pesisir. Selain itu, langkah ini juga disebut bisa mengurangi latensi transfer data dan memastikan jaringan yang lebih stabil untuk tugas komputasi tinggi seperti bermain game dan streaming video.

Sukses membangun data center bawah laut selama dua tahun, Microsoft meningkatkan data center Northern Isles dengan tingkat kegagalan yang hanya 1/8 dari data center tradisional yang berbasis di daratan. Departemen Energi Amerika Serikat pun memberi pengakuan untuk Project Natick dan mengusulkan energy laut, dikombinasikan dengan penyimpanan dan energy terbarukan lainnya dapat menjadi sumber listrik yang layak untuk data center.

Seperti dilansir laman DigiTimes, saat ini Microsoft disebut tengah menjajaki integrasi data center bawah air dengan tenaga angin lepas pantai. Perusahaan juga disebut mempertimbangkan kabel serat optic bawah air untuk meningkatkan transmisi data.

Untuk diketahui, kabel data bawah laut sendiri sudah mengantarkan hampir 99% trafik internet antarbenua. Menurut data TeleGeography, lebih dari 550 kabel bawah laut aktif dan atau terencana yang membentang lebih dari 1,4 juta kilometer.

BACA JUGA:  Apa saja Keunggulan Peramban Baru Microsoft Edge?

Tidak hanya Microsoft, China juga sudah melakukan inisiatif yang serupa. Disebutkan China telah mengerahkan data center bawah air komersial pertama di dunia, dengan bobot 1300 ton dengan kekuatan 6 juta PC di lepas pantai kota Sanya di Pulau Hainan. Instalasi ini diharapkan bisa menghemat 122 juta kWh listrik. China juga disebut tengah menjalankan pembangunan data center bawah air di Yangtze River Delta. Lalu ada juga proyek aktif di engera tersebut, yakni di wilayah Pearl River Delta.

Terlepas dari potensi manfaatnya, data center bawah air juga menimbulkan sejumlah tantangan. Sebut saja pemeliharaan dan perbaikan data center bawah air dinilai lebih kompleks karena lokasinya di laut dalam, sehingga memerlukan desain yang memperhitungkan arus laut.

Konektivitas ke sumber energy terbarukan seperti tenaga angin lepas pantai dan tenaga pasang surut cukup menjanjikan, walaupun bergantung pada cuaca variasi pasang surut. Kemudian masalah lain juga datang dari soal perolehan izin, potensi dampak lingkungan, dan konektivitas antara pusat data bawah air dan darat masih menjadi perhatian.

Meskipun data center bawah air menjanjikan efisiensi engergi, pengurangan jejak karbon, dan peningkatan kinerja, industry ini menghadapi kendala, termasuk pertimbangan desain yang rumit, dan peningkatan biaya konektivitas. (Namun) dengan terjunnya Microsoft dan China ke sektor ini, masa depan data center bawah air terlihat cerah.

Dengan demikian, kemampuan industry untuk mengatasi tantangan-tantangan in akan sangat penting untuk penerapan dan kesuksesannya secara luas. Teknologi tinggi dan tensi geopolitik yang semakin tegang mengubah kabel bawah laut menjadi aset ekonomi dan hal yang strategis.

Tags: Microsoft
Previous Post

Bantu Pulihkan Data Korban Ransomware, Alat Dekripsi Gratis Ini Telah Diunduh 360 Ribu Kali

Next Post

Ayoconnect Berhasil Mencapai Pertumbuhan Signifikan di 2023

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BRIN Dan UNSRI Perkuat Riset Keamanan Siber dan Blockchain

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal IPOT, Aplikasi Super untuk Investasi dari Indo Premier

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perluas Portofolio Home Appliances, Acerpure Hadirkan Lini Air Conditioner Acerpure Chill di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cloudera dan VAST Data Berkolaborasi Hadirkan Platform Data AI di Mana Saja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

CEO Rimini Street, Seth Ravin, Paparkan Prospek Agentic AI ERP

CEO Rimini Street, Seth Ravin, Paparkan Prospek Agentic AI ERP

Ahmad Churi
14 July 2026 | 23:20

ItWorks.id- Teknologi Agentic AI ERP diproyeksikan menjadi generasi baru sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang akan mendorong percepatan transformasi digital...

Zebra dan Salesforce Perkenalkan Solusi POS Ritel Berbasis Cloud di Android

Dari Logistik hingga Limbah Tekstil: Mengubah Wajah Industri Ritel melalui RFID dan Digital Product Passport

Fauzi
30 June 2026 | 16:58

Oleh: Eric Ananda, Country Manager Indonesia, Zebra Technologies Industri pakaian dan tekstil merupakan motor penggerak utama bagi perekonomian Indonesia. Sepanjang...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto