ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Studi Ungkap Besarnya Investasi Perusahaan untuk Tingkatkan Keterampilan Tim Keamanan Siber

Fauzi
27 March 2024 | 10:00
rubrik: Research
Share on FacebookShare on Twitter

Guna menjaga keterampilan karyawan keamanan siber mereka tetap mutakhir, lebih dari 70% perusahaan membayar lebih dari $100.000 untuk pelatihan tambahan setiap tahunnya. Hal itu seperti dungkap dalam studi Kaspersky yang dirilis baru-baru ini. Namun, perusahaan-perusahaan yang disurvei juga menyoroti kurangnya kursus dan pelatihan relevan yang mencakup bidang-bidang baru di pasar edukasi, dan menyatakan bahwa pelatihan tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan.

Dalam studi terbarunya yang bertajuk ‘The portrait of the modern Information Security professional,’, Kaspersky mengkaji topik kekurangan staf keamanan siber global, menganalisis alasan mengapa bisnis kekurangan pakar keamanan siber, dan mengidentifikasi cara mereka mengevaluasi dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja keamanan siber mereka.

Menurut penelitian, perusahaan berinvestasi dalam jumlah besar untuk meningkatkan keterampilan tim keamanan siber mereka: 43% organisasi mengatakan bahwa mereka biasanya menghabiskan antara $100.000 dan $200.000 per tahun untuk kursus keamanan informasi, sementara 31% bahkan menginvestasikan lebih dari $200.000 untuk program pelatihan. 26% sisanya menyatakan bahwa mereka biasanya membayar kurang dari $100.000 untuk inisiatif edukasi.

Selain itu, penelitian ini juga mengungkapkan bahwa banyak profesional keamanan siber (39%) berpendapat bahwa pelatihan korporat saja tidak cukup. Agar tetap kompetitif di pasar dan terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan, mereka bersedia membayar kursus pelatihan tambahan dengan uang mereka sendiri.

Namun, praktisi keamanan siber juga mencatat bahwa pasar edukasi sedang berjuang untuk mengikuti industri yang berubah dengan cepat dan gagal memberikan program pelatihan yang diperlukan secara tepat waktu. Penelitian menunjukkan bahwa kelangkaan kursus yang mencakup bidang-bidang baru yang kompetitif (49%) merupakan masalah utama bagi mereka yang mencari pelatihan keamanan siber.

Empat puluh tujuh persen responden juga menyatakan bahwa peserta pelatihan cenderung melupakan apa yang dipelajari karena mereka tidak mempunyai kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang didapatkan, sehingga kursus tersebut tidak memberikan benefit signifikan. Kebutuhan akan prasyarat pelatihan khusus seperti coding dan matematika tingkat lanjut, yang tidak ditentukan pada tahap pra seleksi awal juga menjadi masalah bagi sebanyak 45% praktisi.

BACA JUGA:  Studi: Otomatisasi Alur Kerja Dorong Peningkatan Produktivitas 20%

“Dengan lanskap ancaman yang terus berkembang, dunia bisnis harus terus meningkatkan keterampilan personel keamanan siber mereka agar siap menghadapi serangan siber yang canggih. Mengembangkan spesialis tingkat tinggi dalam perusahaan dan membangun keahlian internal dapat menjadi strategi efektif bagi organisasi yang bertujuan untuk mempertahankan karyawan yang ada dan memungkinkan mereka berkembang secara profesional, dibandingkan terus-menerus mencari kandidat baru dan memeriksa latar belakang profesional dan keterampilan praktis mereka,” ujar Veniamin Levtsov, VP, Pusat Keahlian Bisnis Korporat di Kaspersky.

“Bagi organisasi yang didukung oleh Penyedia Layanan Terkelola, penting juga untuk mempertahankan tingkat keahlian yang cukup tinggi secara internal dan menggunakan bahasa yang sama ketika mendiskusikan cakupan layanan hingga Service Level Agreement,” sambungnya.

Beberapa rekomendasi dari para ahli Kaspersky untuk meningkatkan keterampilan tim keamanan siber secara efektif, antara lain berinvestasi dalam kursus keamanan siber yang berkualitas bagi staf agar mereka selalu mendapatkan pengetahuan terkini; gunakan simulator interaktif untuk menguji keahlian karyawan dan menilai cara berpikir mereka dalam situasi kritis; serta memberikan profesional InfoSec Anda visibilitas mendalam mengenai ancaman siber yang menargetkan organisasi Anda. Ancaman Intelijen terbaru akan memberi mereka gambaran yang kaya dan bermakna di seluruh siklus manajemen insiden dan membantu mengidentifikasi risiko ancaman siber secara tepat waktu.

Tags: Kaspersky
Previous Post

Anker dan Audio Soundcore Hadirkan Rangkaian Produk Inovatif

Next Post

Genjot 100 Juta Lebih AI PC di 2025, Ini Program Baru Intel bagi Pengembang Software dan Vendor Hardware

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Intel Integrasikan Agentic AI dengan Intel Xeon 6+, Teknologi Jaringan, dan Sistem AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Studi Akamai: Bank Jadi Target Utama Serangan Siber Finansial Global di Asia Pasifik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Termasuk Monitor QD-LED, Ini Deretan Produk Visual Terbaru Acer

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto