PT Krakatau Steel Tbk terus melakukan akselerasi transformasi dalam beberapa tahun terakhir. Upaya transformasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari perbaikan proses bisnis, restrukturisasi organisasi, meningkatkan pengembangan talenta dan transparansi data melalui transformasi teknologi informasi.
Direktur Komersial Krakatau Steel Akbar Djohan menyampaikan, transformasi yang dilakukan tersebut sudah membuahkan hasil. “Hasilnya mulai terlihat dari meningkatnya kinerja dan kontribusi BUMN terhadap pertumbuhan ekonomi,” katanya dalam keterangan resminya, Sabtu (18/05/2024).
Direktur Utama Krakatau Steel Purwono Widodo mengatakan, pihaknya akan terus mengupayakan untuk tetap mencatat kinerja positif tahun 2024 dengan berbagai rencana bisnis yang dapat dilakukan, di antaranya kerjasama mill-to-mill kapasitas KRAS dan group serta afiliasi, termasuk optimalisasi kinerja sub-holding.
Ia melihat permintaan baja di awal tahun 2024 ini secara keseluruhan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini ini didukung oleh berakhirnya status pandemi dan stimulus pemerintah seperti proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, serta proyek-proyek swasta yang sempat terhenti mulai berjalan kembali.
Krakatau Steel memprediksi permintaan baja global tahun ini akan tumbuh 1,9% dari tahun ini. Menurut Purnomo, kondisi ini tentu menjadi peluang ekspor bagi industri baja di Indonesia. “Terlebih, target produksi dan penjualan tahun 2024 diharapkan mengalami pertumbuhan seiring dengan pertumbuhan demand dan program-program pemerintah dalam mendukung industri baja nasional,” ungkap Purwono.
Untuk menopang permintaan baja nasional dan mendukung proyek-proyek strategis, Krakatau Steel bertransformasi menjadi perusahaan induk strategis dengan membentuk tiga subholding yang digarap tiga anak usaha, yakni PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI) bergerak di bidang pengelolaan kawasan dan infrastruktur penunjang industri, PT Krakatau Baja Konstruksi (KBK) sebagai penyedia baja turunan untuk keperluan konsumtif, dan PT Krakatau Niaga Industri (KNI) sebagai penyedia baja untuk keperluan industri hilir.
Meski demikian, perusahaan ini memproyeksikan permintaan baja untuk segmen konstruksi dan infrastruktur belum akan sepenuhnya terserap dengan baik di tahun 2024. Kondisi itu lantaran sejumlah proyek, termasuk pembangunan IKN baru akan ditargetkan selesai pada pertengahan atau akhir tahun 2024.














