Reporter: Albarsyah
Editor: Teguh IS.
Kinerja industri pertambangan batu bara sangat menekankan sinergi dan integrasi seluruh divisi, dalam proses bisnis dari hulu-hilir sampai di konsumen. Untuk itu, diperlukan dukungan Teknologi-Informatika (TI) untuk meningkatkan kehandalan operasional di industri pertambangan batubara ini. Maka, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) pun membangun digitalisasi teknologi dari hulu hingga hilir secara terintegrasi.
Digitalisasi PT BA
PTBA dalam menghadirkan pelayanan prima, telah membangun digitalisasi teknologi yaitu aplikasi CISEA (Corporate Information System and Enterprise Application). Aplikasi ini dapat mendukung seluruh operasional proses bisnis di perusahaan tambang batu bara plat merah ini.
Aplikasi CISEA memiliki sejumlah kelebihan, antara lain:
- Mendukung proses bisnis yang efektif dan efisien (agile) dengan proses bisnis terintegrasi di seluruh lini dan unit-unit mulai dari operasional hingga ke operator pertambangan batubara
- Mendukung pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) atau Human Capital (HC) secara lengkap dan terintegrasi, berbagai komponen terkait peningkatan kualitas SDM, dan data seluruh karyawan
- Dilengkapi dengan Supply Chain Management, bagi seluruh vendor dan pemasok. Mereka dapat masuk ke aplikasi ini untuk menawarkan produk ke PT BA, dan mendapatkan pembinaan bagi UMKM.
Intinya, Aplikasi CISEA satu untuk semua ini sangat memberikan efektivitas dan efisiensi bagi seluruh stakeholders yang langsung berhubungan dengan industri pertambangan batu bara ini.
Dashboard
Dalam pembangunan digitalisasi ini, PTBA memiliki Dashboard yang terdapat di kantor pusat Sumatera Selatan untuk memantau seluruh kegiatan: Production, Handling dan Transportion, hingga Port and Sales Distribution secara realtime.
Di Dashboard itu juga menampilkan kinerja seluruh unit-unit kerja, Board of Director (BOD), manager lapangan di unit tambang serta unit-unit lainnya.
Kelebihan lainnya, dashboard juga untuk melakukan pemantauan dan pengendalian jarak jauh mengunakan Mobile Apps.
Menurut VP Teknologi Informasi PTBA, Andri Mahendra, “Dengan pengunaan Teknologi Digital ini performa perusahaan kami semakin confident, pertumbuhan penghasilan pun meningkat tajam, dan pertumbuhan laba kami pun sangatlah baik.”
“Juga memberikan kepercayaan yang sangat tinggi bagi seluruh konsumen dalam hal pengiriman batu bara secara tepat waktu dan tepat produk juga,” tambahnya kepada Dewan Juri TOP Digital Awards 2023, secara daring, Jumát, 20/10/2023.
“Tentunya, keunggulan teknologi yang meningkatkan kinerja dan performa perusahaan dan anak perusahaan kami menghadirkan pelayanan yang tepat, cepat dan berkualitas sehingga memberikan benefit yang besar dan peningkatan penghasilan bagi perusahaan,” tuturnya.
Pengelolaan Data
Kinerja industri pertambangan batu bara sangat menekankan ketepatan waktu pengiriman barang kepada konsumen (delivery time). Hal itu, menjadi kunci, untuk menjaga kepercayaan atau trust dari seluruh konsumen, dalam dan luar negeri.
Pembangunan digitalisasi terintegrasi PTBA contohnya pengelolaan data batu bara, antara lain data dari seluruh unit-unit lokasi pertambangan, data spesifikasi seluruh kalori di seluruh unit-unit lokasi tambang dan lokasi tambang, data stock pile tambang secara realtime, hingga data ketersediaan stok batu bara yang tersedia dengan kalorinya.
Berikutnya, pengelolaan data terkait konsumen antara lain data permintaan konsumen per hari, per minggu, per bulan. Termasuk, data permintaan konsumen dengan kalori yang diminta dan jadwal pengirimannya, dan data melakukan blending kalori tertentu.
Transportasi
Yang tak kalah penting, perusahaan tambang batu bara pun harus mengelola transportasi pengirimannya dengan cepat dan tepat. Mulai dari transportasi darat dari lokasi tambang batubara ke terminal pengumpul menggunakan truk atau kereta api.
Dilanjutkan transportasi di perairan menggunakan tongkang, tugboat dan vessel (kecil, menengah dan besar) untuk dikirimkan ke seluruh konsumen pembangkit listrik dan industri penguna batu bara di dalam negeri hingga luar negeri.
Dalam semua tahapan transportasi itu, diperlukan kehatian-hatian agar batu bara tersebut tidak terbakar ketika dilakukan pengisian ke vessel-vessel yang sedang bersandar di tengah laut atau sungai.














