Jakarta, ItWorks- Smart technology yang digerakkan kemampuan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan juga Internet of Things (IoT), ke depan bakal makin jadi andalan berbagai kalangan, termasuk industri, rumah tangga, government untuk transformasi layanan digital, dan lainnya. Menyikapi tren dan tuntutan ini, MediaTek sebagai perusahaan semikonduktor atau chipset global, berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi baru untuk dukung AI generative, dan juga IoT sebagai peluang penting di masa depan.
MediaTek hari ini mengumumkan komitmen kuat perusahaan untuk mendukung pengembangan solusi teknologi chipset atau SoC (System on Chip) bagi pengembangan teknologi AI dan IoT masa depan untuk beragam segmen. Tak hanya pada perangkat smart phone, namun juga perangkat mobile devices lainnya, termasuk mesin-mesin elektronik untuk rumah tangga maupun industri yang ditenagai teknologi AI.
Mediatek berkomitmen mendorong platform-platform pengembangan baru yang berbeda, sesuai tuntutan pasar untuk beragam perangkat sesuai tuntutan di era transformasi digital yang kian bergerak cepat. Pengembangan MediaTek di antaranya telah mencakup chipset IoT untuk perangkat asisten suara, multimedia, dan perangkat AI.
“Perusahaan menyadari potensi AI yang sangat besar dalam mendorong inovasi dan efisiensi di berbagai aplikasi. Seiring dengan terus berkembangnya teknologi AI, MediaTek terus bertujuan untuk menjadi yang terdepan, memanfaatkan keahliannya dalam mengembangkan solusi yang memenuhi permintaan konsumen dan industri di seluruh dunia yang terus meningkat,’ ungkap Finbarr Moynihan, Vice President bagian Coorporate Marketing MediaTek, dalam acara “MediaTek Indonesia Media Gathering 2024”, yang berlangsung (27/06/2024), di Jakarta.
Turut hadir memberikan paparan dalam acara ini, di antaranya Chinlin Low, Technical Account Manager, APAC, MediaTek, serta Harry H Tran – Business Development Manager, MediaTek for Indonesia. Selain itu juga menghadirkan Corporate & Marketing Public Relations Lead at OPPO Indonesia, Arga Simanjuntak yang menyampaikan testimony sebagai perusahaan pengguna teknologi MedeiaTek ini. Oppo merupakan salah satu produsen smartphone yang telah menyematkan teknologi Chipset buatan MediaTek ini bebrapoa produk, teramsuk yang sudah mendukung jaringan 5G. Bahkan rata-rata smartphone yang menggunakan chipset ini telag mendapatkan skor dan respons besar dari konsumen.
“Saat ini kami telah menggunakan chipset MediaTek yang bisa ditemui di beberapa produk smartphone kami, termasuk di segmen flagship. Kami sangat senang mendapat
dukungan ini untuk keunggulan produk kami dengan chipset MediaTek yang memiliki performa tinggi,” ujarnya.Selain Oppo masih ada beberapa smartphone brand lain yang juga menggunakan prosessor atau chipset MediaTek. Seperti Infinix Zero Ultra 5G, Tecno Pova Neo 2, Redmi 12C, Samsung Galaxy, vivo , Xiaomi 13T, Realme 11 Pro 5G dan lainya.
Dalam kesempatan itu, MediaTek mengungkapkan bahwa mereka telah menjadi vendor cipset selular No. 1 dunia selama hampir 4 tahun berturut-turut sejak kuartal ke-3 tahun 2020, yang menegaskan posisinya sebagai pemimpin berkelanjutan di pasar ini. Mereka juga menekankan bahwa kawasan Asia Tenggara termasuk di antara tiga pasar yang mencatatkan Total Addressable Market (TAM) sebesar 50% pada ponsel pintar tahun lalu.
Angka-angka ini semakin memperkuat bahwa MediaTek secara khusus ditempatkan untuk memenuhi permintaan konsumen teknologi modern, terutama di kawasan Asia Tenggara, di mana tingkat kecanggihannya yang tingkat tinggi merupakan bukti kualitas yang ditawarkan oleh MediaTek.
Berfokus Pada AI Teknologi Masa Depan
Pada acara MediaTek Indonesia Media Gathering 2024, MediaTek mengumumkan bahwa mereka terus menduduki posisi No.1 di pasar prosesor ponsel pintar, dengan menguasai hampir 64% pangsa pasar di negara tersebut. Pencapaian ini mencerminkan teknologi inovatif MediaTek serta komitmen mereka terhadap kemitraan lokal yang kuat. Selain itu, meningkatnya tingkat penetrasi ponsel 5G di negara ini diperkirakan akan memberikan dorongan lebih lanjut bagi pertumbuhan.
MediaTek juga mendukung industri FinTech untuk memajukan pembayaran non-tunai melalui solusi IoT yang didedikasikan untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan teknologi digital di Indonesia.
MediaTek melihat teknologi AI dan AI generatif sebagai peluang penting dan transformatif yang akan membentuk masa depan teknologi. Perusahaan menyadari potensi AI yang sangat besar dalam mendorong inovasi dan efisiensi di berbagai aplikasi. Seiring dengan terus berkembangnya teknologi AI, MediaTek terus bertujuan untuk menjadi yang terdepan, memanfaatkan keahliannya dalam mengembangkan solusi yang memenuhi permintaan konsumen dan industri di seluruh dunia yang terus meningkat.
Gen-AI atau AI generatif diharapkan dapat mendorong inovasi di berbagai pasar. MediaTek mengumumkan bahwa mereka memperluas ekosistemnya dengan dukungan dari Baidu dan LLama, antara lain, untuk memberdayakan Gen-AI dalam perangkat dengan fitur-fitur real time seperti penghapusan objek dan pembuatan gambar.“Kami berada di posisi strategis sebagai pendorong pertumbuhan teknologi AI Generatif di banyak aplikasi, tidak hanya pada ponsel pintar, chromebook, dan TV pintar, namun juga solusi otomotif dan solusi cerdas yang akan sangat dipengaruhi oleh teknologi AI,” ujar Finbarr Moynihan.
Selain itu, MediaTek kini juga berfokus pada pusat data cloud. Infrastruktur cloud dan pusat data untuk teknologi AI sangatlah penting, dan perusahaan melihat hal ini sebagai peluang besar bagi MediaTek. Area fokus utamanya adalah generatif AI (Gen-AI), yang diharapkan dapat mendorong inovasi di berbagai pasar. MediaTek mengumumkan bahwa mereka memperluas ekosistem Gen-AI-nya dengan dukungan dari Baidu dan LLama, antara lain, untuk memberdayaan Gen-AI pada perangkat dengan fitur-fitur real time seperti penghapusan objek dan pembuatan gambar. (AC)















