
Jakarta, Itech- IKTII (Ikatan Konsultan Teknologi Informasi Indonesia) mengatakan bahwa dalam kerjasama ICT Indonesia-Korea, dapat membuka peluang, menciptakan kerjasama berkelanjutan antara perusahaan TIK Indonesia dan Korea sehingga diharapkan semakin memperkuat hubungan jangka panjang dan membangun pertumbuhan industri TIK di Indonesia.
“IKTII bersama KAIT (Korea Association for ICT Partnership) yang menjembatani jalinan kemitraan antara perusahaan Korea dengan perusahaan Indonesia sehingga terciptanya kerjasama dan usaha saling menguntungkan, Apalagi telekomunikasi di masa mendatang lebih menekankan kepada penambahan nilai-nilai layanan.” kata Ketua Umum IKTII Teddy Sukardi, di Jakarta, Senin (28/11). Korea-Indonesia ICT Partnership sudah digelar sejak lama. Acara tahun ini merupakan gelarannya yang pertama bersama IKTII selaku penyelenggara Tercatat ada 18 perusahaan ICT Korea yang berpartisipasi dalam Korea-Indonesia ICT Partnership tahun ini.
Sementara dari pihak perusahaan Indonesia dikatakan jumlahnya jauh lebih banyak. Adapun perusahaan Indonesia yang hadir dalam pertemuan ini terdiri dari beberapa kategori, seperti networking solutions, sofware, security solution, internet security, mobile technology solutions, mobile banking solution, dan mobile money transfer solution.
Di tempat yang sama, Executive Director Global Business Team KAIT Troy Choi, menambahkan, Indonesia menjadi prioritas bagi Korea untuk menjajagi kemitraan. Selain jumlah penduduk Indonesia yang besar, juga karena tren perkembangan TIK di tanah air begitu pesat. “Bagi Korea, kemitraan dengan Indonesia adalah yang terbaik. Jika dulu pengembangan bisnis lebih kepada produk, sekarang lebih kepada pelayanan yang memiliki nilai tambah. Dan, kemitraan menjadi penting,” ujarnya seraya menambahkan, program ICT Partnership Indonesia dan Korea akan memberikan kesempatan untuk bertukar informasi secara global dengan produk ICT Korea dan global, serta peluang pasar di pasar global.
Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika bidang Teknologi Herry Abdul Aziz, mewakili pemerintah menyambut positif pertemuan kemitraan ini.Menurutnya, kemitraan ini memang sudah tidak bisa dipisahkan. Karenanya, diperlukan dukungan pemerintah untuk menumbuhkan iklim investasi yang menyakinkan dan menyehatkan. Terlebih revisi UU ITE juga mengatur kerjasama bisnis di bidang telekomunikasi.
Banyak peluang kerjasama yang bisa tercipta yang diharapkan dapat membangun kota-kota di negeri ini menjadi smart city.Smart city sekarang tengah tren diterapkan di beberapa pemerintahan. Nah, apakah smart city di Korea bisa juga diterapkan di sini. Kemitraan ini untuk mempertemukan peluang itu. Pemerintah hanya mengawasi. Terutama terkait aturan main dan sisi keamanan,” ujarnya. (red.ju)














