Jakarta, Itech- Seiring perkembangan teknologi, perilaku konsumen bergerak dari offline ke online.PT Jingdong Indonesia Pertama (JD.id), pemain eCommerce asal Tiongkok ini berupaya mendorong literasi keuangan digital dengan memperluas metode pembayaran melalui Kredit Plus. Dengan demikian, konsumen bisa berbelanja dengan skema cicilan di JD.ID tanpa harus memiliki kartu kredit.
“Dengan adanya kerja sama JD.id dengan kredit Plus ini, diharapkan konsumen dapat memilih cara pembarayan baru selain cash on delivery (CoD), kartu kredit, dan bank transfer dengan memanfaatkan cicilan tanpa menggunakan kartu kredit dari Kredit Plus,” kata Head of Partnership and Alliance JD.ID Abraham Harahap didampingi Head of Corporate Communications & Public Affairs JD.ID Teddy Arifianto, serta Vincentius Rahina Surya, GM Business Development & Markom Kreditplus saat mengumumkan kerja sama JD.ID dan Kreditplus di Jakarta, Kamis (1/12).
Saat ini jumlah pengguna JD.ID mencapai 4 juta dengan total pengguna aktif di atas 1 juta per bulannya dan tengah membidik kenaikan transaksi saat Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) hingga 50% dibandingkan pada hari-hari biasa. Saat ini jumlah pengguna yang sudah berbelanja di JD.id menggunakan Kredit Plus sebanyak 600 orang. Sementara, dari segi nilai transaksi awal di Juli 2016 baru mencapai Rp 280 juta, perlahan meningkat jadi Rp1 miliar di dua bulan kemudian
Setelah data terintegrasi online sejak beberapa waktu lalu, kini nilai transaksi sudah menembus angka Rp 2,76 miliar per 23 November 2016. Pencapaian yang dinilai cukup baik ini membuat pihaknya optimis menargetkan transaksi di JD.id meningkat ke angka 4500 – 5000 transaksi per bulannya tahun depan. Pihak JD.id dan Kredit Plus mengungkapkan sebenarnya kerja sama sudah mulai dilakukan sejak Juli 2016. Namun pada saat itu secara sistem belum terintegrasi secara optimal karena belum sepenuhnya online. Kali ini, kedua belah pihak mengumumkan sistem yang telah terintegrasi dan paperless, dengan kelebihan pemrosesan input data hingga survei know your costumer (KYC) bisa dilakukan lebih cepat.
Sementara itu, Vincentius Rahina Surya, GM Business Development & Markom Kreditplus mengatakan pangsa pasar e-Commerce di Indonesia kini angkanya telah melampaui Rp 100 triliun. Pada 2017 nilainya diprediksi mencapai Rp 200 triliun seiring perkembangan teknologi. Saat ini, pembiayaan terbesar pada Kreditplus digunakan untuk membeli phablet, smartphone, gadget, dan alat-alat elektroni. Item ini serupa dengan item yang paling banyak dibeli di JD.ID.
Dilanjutkan, pada bisnis konvensional perusahaan leasing banyak bekerja dengan sama toko fisik, kerja sama dengan online marketplace diharapkan bisa memangkas jarak dan waktu. Adapun pembelian di JD.ID yang dapat dibiayai oleh Kreditplus adalah produk bernilai Rp 1,25 juta hingga maksimal Rp 20 juta. Seperti halnya kartu kredit, bunga yang diberlakukan untuk transaksi pembelian di JD.ID mulai dari 2,99 persen. Pembayaran angsuran dapat dilakukan di lebih dari 9 ribu ATM, kantor pos, Alfamart, Indomaret, maupun Pick Up Payment. Konsumen juga dapat dengan mudah mengetahui informasi jumlah cicilan dan tanggal jatuh tempo melalui aplikasi mobile Kredit Plus Mobile. (red/ju)














