Itworks-Sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan digitalisasi Indonesia memiliki magnet besar bagi daya tarik investor. Tahun 2023 investasi di sektor ini mencapai US$22 Miliar dan untuk meningkatkan daya tarik lebih besar lagi, Kementerian Kominfo mendorong pelaku usaha meningkatkan inovasi berbagai solusi berbasis TIK ini.
Demikian diungkapkan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo)Budi Arie Setiadi saat menjadi narasumber pada acara “Sarasehan Kadin Indonesia bersama Kementerian Kominfo” di Jakarta. “Industri yang menjadi tujuan investasi misalnya Pusat Data, sistem pembayaran dan infrastruktur TIK,” ungkap Menkominfo Budi Arie Setiadi pada acara Sarasehan yang berlangsung di Kantor Menara Kadin Indonesia pada (03/10/2024), dilansir dalam siaran pers, baru-baru ini.
Dalam kaitan ini, menurut Menteri Budi Arie, Kadin Indonesia dan pelaku industri tanah air memiliki peran penting dalam meningkatkan nilai investasi. Karena itu, pemerintah akan terus berupaya mendorong pemanfaatan inovasi binsis untuk meningkatkan peluang sektor digital nasional. “Saya berharap Kadin Indonesia dapat meningkatkan nilai tambah Indonesia dalam rantai pasok global, guna memperkuat upaya bersama dalam mewujudkan transformasi digital menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.
Ditambahkan bahwa perkembangan emerging technologies juga membuka banyak peluang inovasi. Ia menyontohkan perkembangan teknologi 4G Advance yang memungkinkan Ultra Reliable Law Latency Communication hingga pengembangan Artificial Intelligence untuk produktifitas dan efisiensi proses bisnis. “Teknologi juga membuka peluang bagi pelaku bisnis digital untuk melakukan ekspansi, dimana salah satu bisnis yang diproyeksikan akan berkembang pesat adalah Pusat Data dan data Analytic karena pertumbuhan ekonomi konsumsi data global,” tuturnya.
Disebutkan, saat ini konsumsi data di Indonesia masih 2 watt per kapita per tahun. Jika dibandingkan Jepang yang telah mencapai 20 watt per kapita per tahun, Menteri Budi Arie optimistis inovasi bisnis konsumsi data Indonesia akan dapat meningkatkan konsumsi dalam lima tahun ke depan. “Kesempatan ini perlu dimanfaatkan oleh pelaku industri dalam negeri untuk turut berkontribusi dalam pasar pusat data regional dan global,” tegasnya.
Menkominfo mengapresiasi Kadin Indonesia yang telah berkontribusi aktif terhadap perkembangan ekonomi digital melalui kemitraan strategis dan peningkatan kapasitas UMKM dan startup. “Saya juga minta Ketua Umum Kadin Indonesia Pak Anindya Bakrie untuk mendorong UMKM dan startup, karena kita ini salah satu negara dengan jumlah startup terbesar,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyatakan dalam kepemimpinan Menkominfo Budi Arie selama lebih dari satu tahun telah melakukan berbagai capaian. Kementerian Kominfo telah membangun hampir enam ribu Base Transceiver Station (BTS) 4G. “Gebrakan selama setahun terakhir itu luar biasa, paling tidak yang saya catat dari pembangunan BTS. Karena saya juga mulainya dari telekomunikasi, BTS adalah infrastruktur dasar untuk telekomunikasi,” jelasnya. (AC)














