Jakarta, ItWorks- Belakangan ini, Teknologi Artificial Intelligence (AI) kian menjadi topik hangat yang banyak dibahas dalam berbagai forum yang juga memicu perbincangan luas tentang dampaknya terhadap dunia kerja. Jobstreet by SEEK merespons fenomena ini dengan meluncurkan gerakan #NextMillionJobs, sebagai upaya untuk menciptakan satu juta lowongan pekerjaan baru dalam satu tahun.
Hasil survei Jobstreet menunjukan sebanyak 72 persen pekerja di Indonesia tertarik menggunakan teknologi AI untuk menopang pekerjaan, terlebih dari kalangan genenasi muda millennial-Gen AI. Meskipun, tantangan dalam hal pelatihan terstruktur dan akses ke sumber daya masih relatif terbatas, namun untuk memaksimalkan potensi Gen AI ini makin terbuka luas.
Dalam survei ini, Jobstreet by SEEK menggandeng Boston Consulting Group (BCG), The Network, dan The Stepstone Group untuk meluncurkan laporan eksklusif kedua dari Decoding Global Talent 2024 yang mengangkat tema “Perubahan Cara Kerja di Era GenAI”. Laporan ini memberikan wawasan penting mengenai preferensi karier serta dampak teknologi Generative AI (GenAI) dalam membantu pencari kerja dan perusahaan menavigasi perubahan di era digital yang terus berkembang.
Survei yang dilakukan secara global mencakup lebih dari 180 negara dan melibatkan 150,735 responden, termasuk 19,154 tenaga kerja Indonesia. Laporan ini juga memberikan gambaran mendalam tentang bagaimana kecerdasan buatan telah merevolusi lanskap pekerjaan. “Banyak pekerja profesional Indonesia menyadari pentingnya meningkatkan keterampilan mereka dalam memanfaatkan GenAI,” ungkap Country Marketing Manager Indonesia Jobstreet by SEEK, Sawitri dalam paparan pers (29/10/2024), di Kantor Pusat Jobstreet, Jakarta.
Laporan tersebut diantaranya menunjukkan, sekitar 53 persen responden merasa bahwa GenAI membantu mereka dalam menghemat waktu. Sedangkan 47 persen sisanya melihat bahwa GenAI berperan besar dalam memenuhi deadline pekerjaan mereka dengan lebih efisien. Selain itu, laporan ini mengungkap lebih dari separuh responden di Indonesia telah menggunakan GenAI sejak tahun 2023. Sebesar 88 persen pekerja Indonesia telah mendengar tentang AI dan 38 persen telah memanfaatkan AI ke dalam rutinitas kerja mereka.
Disebutkan, dengan fokus pada preferensi karier, dampak GenAI, dan strategi adaptasi, Decoding Global Talent 2024: GenAI Edition ini dapat menjadi panduan penting bagi perusahaan dan pekerja untuk beradaptasi dengan era GenAI yang menawarkan tantangan sekaligus peluang. Hal ini juga sejalan dengan Visi Indonesia Emas 2045, yang menargetkan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan menciptakan lapangan kerja baru.
Laporan eksklusif ini juga melihat adanya tiga persona utama yang ditunjukkan oleh pekerja Indonesia dalam penggunaan AI generatif dalam profesi mereka. Sebesar 18 persen pekerja di bidang teknologi informatika menggunakan GenAI sebagai “rekan” di mana pekerja tetap melakukan kebanyakan pekerjaan sendiri.
Di sisi lain, sebanyak 7 persen pekerja di sektor pemasaran dan media, secara strategis menjadikan diri mereka sebagai “GenAI Expert” yang akan melakukan review hasil dari GenAI dan melakukan perubahan yang diperlukan. Sedangkan, 7 persen dari pekerja di sektor administrasi dan sekretariat menjadi “GenAITaskmaster”.
Terungkap juga bahwa sejalan dengan tren global, para pekerja di Indonesia menggunakan AI untuk studi dan riset sebesar 41 persen, mengerjakan tugas kreatif seperti menulis sebesar 41 persen dan 37 persen untuk tugas administratif. Selain itu, 48 persen menggunakan GenAI untuk pengembangan keterampilan, mendapatkan pengetahuan umum sebesar 46 persen, dan menerjemahkan bahasa sebesar 36 persen. “Transformasi ini mencerminkan kemampuan pekerja untuk beradaptasi dan berkembang di era digital yang kian berkembang cepat ini,” ujarnya . (AC)














