PT Mandiri Tunas Finance (MTF) terpilih menjadi salah satu kandidat penerima penghargaan TOP Digital Awards 2024 yang diselenggarakan Majalah It Works. Untuk keperluan penilaian, MTF telah menyelesaikan proses penjurian pada 28 Oktober 2024 lalu.
Sejumlah keberhasilan digitalisasi MTF dipaparkan pada sesi penjurian ini, yang mengantarkan perusahaan menjadi pemain utama di pasar pembiayaan (multi finance) terutama di segmen mobil baru. Hal ini seperti dipaparkan oleh Director IT & Sales MTF, William Francis yang ditemani jajaran tim IT dan Digitalsiasi MTF seperti, IT Division Head: Kanda Octaviano, Kinkin selaku Deputi Kepala Divisi IT dan Digital, Rinto Tampubolon selaku Deputi Kepala Divisi IT MTF, dan beberapa tim lainnya.
Untuk diketahui, MTF merupakan perusahaan pembiayaan dengan linsi bisnisnya sebesar 80% untuk pembiayaan kendaraan atau otomotif yang roda empat. Dengan Visinya yaitu To Be Your Trusted Financing Partner. Dan misi: Provide Reliable Fast & Easy Services to Customer.
Adapun pemegang sahamnya adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar 51% dan Tunas Ridean sebesar 49%.
Dijelaskan William, di 2024 ini, MTF memilki fokus untuk ‘Building New Foundation to Win the market’. “Nah, kenapa yang kami garis bawahi adalah Foundation to Win. Karena kami ingin tumbuh dan memenangkan market (pasar),” tandasnya.
Saat ini, di industri multi finance, pelaku usahanya ada sebanyak 151 perusahaan. “Dan untuk diketahui Bapak/Ibu sekalian, saat ini untuk pembiayaan mobil baru kami berada di nomor satu. Sementara untuk segmen pembiayaan mobil termasuk yang mobil bekas itu kami ada di nomor tiga (hanya untuk mobil),” terang dia.
Makanya, dia melanjutkan, untuk mencapai “win the market” itu, MTF pun memiliki beberapa strategi atau yang disebutnya ‘Strategi Perusahaan Mandiri Tunas Finance’ dengan memiliki tiga strategi besar, yaitu:
Pertama, menumbuhkan bisnis melalui Captive Market. “Ini adalah andalan kami. Karena kami dimiliki oleh Bank Mandiri dan Bank Mandiri sendiri memiliki lebih dari 35 juta nasabah. Nah, ini yang kami manfaatkan untuk kami ambil market-nya. Dan yang paling gampang adalah menawarkan kepada nasabahnya Bank Mandiri, memperkenalkan produk dan solusi yang dimiliki oleh Tunas Finance,” katanya.
Kedua, menjaga pertumbuhan bisnis melalui Kemitraan Dealer dan Partner. Disebutkan dia, selain kerja sama dengan Bank Mandiri, MTF juga menjalin kerja sama dengan seluruh dealer untuk segala jenis mobil baru dari semua merek mobil yang ada di seluruh Indonesia. Baik merek Jepang, Korea Selatan, China, bahkan mobil Eropa.
“Makanya kami untuk pembiayaan mobil baru ini menjadi yang nomor satu di pasar. Dan kami memiliki lebih dari 1.000 partner dealer di seluruh Indonesia,” sebut William, bangga.
Ketiga, mengoptimalkan database untuk Memberikan Nilai Tambah bagi Pelanggan. Strategi ini, kata dia, dimaksudkan untuk mengamankan database nasabah. Saat ini, sebut dia, jumlah nasabah yang dimiliki MTF ada sekitar lebih dari 300 ribu nasabah aktif, dan lebih dari 500 ribu nasabah yang sudah lunas.
“Angka tersebut tentu saja merupakan database berharga buat MTF untuk kembali ditawarkan atau di-up selling terkait produk-produk kami yang lainnya,” ujar dia.
Dia melanjutkan, dari tiga strategi itu, tentu saja butuh enabler-nya. Dalam hal ini ada tiga hal, yaitu People and Culture, perusahan akan besar jika ditunjang SDM dan budaya yang baik. Lalu, Risk and Pricing, pentingnya mitigasi risiko dan pricing (memberikan harga) yang baik. Dan juga, Digital and Technology. Dalam hal ini harus juga ditunjang oleh digital dan perkembangan teknologi yang baik.
Digitalisasi di MTF
William melanjutkan, seiring dengan pembuatan corporate plan di 2022 dan di 2024, MTF juga menerjemahkan langkah tersebut menjadi roadmap IT dan digital strategic plan 2022-2024.
“Makanya, MTF secara rutin membuat perencanaan per tiga tahun agar bisa catch up dengan teknologi yang terbaru dan menyelaraskan dengan strategi Perusahaan,” katanya.
Dia memberi contoh, kalau di 2022, MTF memiliki tema Strengthen Digital Foundation, yaitu salah satunya implementasi atau pembuatan solusi digital dan sertifikasi keamanan terkait ISO 27001 Certification, maka di tahun 2023, MTF memiliki tema Integrate Digital Ecosystem, yaitu mengintegerasikan digital secara ekosistem.
“Kami semua membuat ekosistem digital demi kenyamanan dan kemudahan pelanggan. Salah satunya adalah untuk payment channel. Dari 300 ribu nasabah lebih itu sebanyak 99% semuanya sudah melakukan pembayaran secara digital. Tidak lagi secara tradisional di mana orang atau nasabah kami datang ke kantor untuk membayar angsuran secara tunai. Itu sangat kecil sekali. Di bawah 1%. Sisanya menggunakan payment channel, baik secara banking maupun non-banking,” ujarnya.
Masih dalam langkah integrasi itu, sebut dia, MTF juga mengintegrasikan dengan pihak Dukcapil Kementerian Dalam Negeri. Karena MTF ingin merasakan kredit yang baik harus diawali dengan kredit yang benar. Jadi, perusahaan terlebih dahulu memastukan bahwa orang yang mengajukan kredit di MTF adalah orang yang terfaftar di Dukcapil dan mempercepat proses dimana datanya bisa diambil dan diimplementasikan ke system core-nya MTF.
“Lalu di 2024 ini, temanya Accelerate Digital Transformation. Jadi, kami lakukan Implementasi Robotic Nasional, Pengembangan MTF Mobile untuk create bisnis, Optimalisasi Database internal, tentu saja Integrasi aplikasi Livin (super aplikasi milik Bank Mandiri),” katanya.
“Maka dari itu, kami banyak bekerja sama dengan share holder termasuk BMRI. Dengan aplikasi Livin-nya dan kami hadir di sana. Sehingga di 2024 nasabah BMRI bisa mengambil kredit melalui Livin dan akan di-integrate ke MTF,” imbuh dia lagi.
Inisiatif IT
Di tahun ini, dia menjelaskan, MTF juga sudah mengembangkan inisiasi di sektor digitalisasi dan IT ini. Dalam hal ini, MTF memiliki pengembangan IT Governance, IT Security, maupun IT secara infrastruktur.
“Dan tentu saja dari tiga hal tadi, IT governance, security, maupun IT infrastruktur itu, pada akhirnya harus ditopang people yang kompeten. Makanya, kami pun melakukan pengembangan kompetensi untuk IT Team ini secara regular,” ungkap dia.
Selain beberapa langkah inisiatif di bidang IT, MTF juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas proses bisnis dan layanan melalui solusi digital yang inovatif dalam MTF Digital Service Point.
Beberapa Solusi bisnis yang dimiliki adalah seperti MTF 1 Access. Ini merupakan sistem aplikasi dan web terintegrasi untuk tracking aplikasi dan mempermudah proses akuisisi kredit antara pemberi order, calon pelanggan, dan cabang.
Juga ada MTF Mobile, yaitu aplikasi milik MTF yang memudahkan customer MTF mendapatkan layanan secara digital. Dan ada juga MTF Flash. Pengembangan MTFlash ini untuk membantu proses akuisisi di proses wholesale. “MTFLASH ini adalah platform berbasis web yang dirancang untuk mendukung proses akuisisi sampai dengan pre-disbursement,” katanya.
Secara rinci, William membedah keunggulan dan keberhasilan dua aplikasi unggulannya tadi, MTF 1 Access dan MTF Mobile.
“Sejak diluncurkan sejak tahun 2022, penggunaan MTF 1 Access telah berkontribusi positif bagi percepatan proses akuisisi. Dan sudah dimanfaatkan oleh total 131 cabang kami dari Aceh sampai Papua. Jadi untuk akuisisi bisnis ini sudah dilakukan secara digital,” katanya.
Beberapa keberhasilan melalui MTF 1 Access hingga September 2024 ini, antara lain, sebanyak 90,33% merupakan customer yang tergolong good quality. Ini terdiri dari 76,39% customer regular, 5,27% customer private, dan 8,67% customer priority. “Good quality itu artinya wajib memiliki kolektibilitas 1,” ucap dia.
Lalu ada sebanyak 17.500 kali rata-rata aplikasi ini digunakan dalam 6 bulan terakhir, dengan sebesar Rp1,5 triliun rata-rata NTF (Net to Finance) per bulan dalam 6 bulan terakhir, lalu untuk service level agreement (SLA) melalui aplikasi ini menjadi lebih cepat yakni hanya 6 hari dari sebelumnya sampai 11 hari.
Selain percepatan proses akuisisi, lanjut dia, MTF juga menjalankan proses digital di bidang layanan customer melalui MTF Mobile. Sebagai digital service solution, MTF Mobile ini bisa digunakan untuk Pembayaran Angsuran, Klaim Asuransi, Perpanjang STNK, Pelunasan Dipercepat, dan Booking BPKB. Selain itu juga bisa dibuakan sebagai Endorsement Asuransi, Add Order & Referral, serta Pemberian Plafon.
“Selama implementasi, MTF Mobile juga telah berhasil menggeser perilaku customer MTF dalam mengakses layanan secara digital. Ini bisa diilihat dari beberapa data hingga September 2024 lalu. Seperti jumlah downloaders sudah mencapai 91.925 dengan user aktifnya sebanyak 25.398 user aktif. Juga ada pertumbuhan transaksi yang sangat signifikan berkat aplikasi ini,” jelasnya.
Dia pun merinci, untuk nilai transaksi telah melonjak 213% dari Rp77,6 miliar di 2023 menjadi Rp243 miliar hingga September 2024 ini. Dengan volume transkasi (in unit) dari 10.856 unit pada 2023 menjadi 31,877 unit per 2024 alias meroket 193%.
Pun untuk pembayaran denda melejit 264% dari dari Rp347,4 juta di 2023 menjadi Rp1,26 miliar di 2024. Untuk pembayaran coll fee dari Rp60,4 jutadi 2023 menjadi Rp269,1 juta per 2024. Atau naik 346%. Pembayaran angsuran dari Rp41,8 miliar di 2023 menjadi Rp144,9 miliar di 2024 atau naik 247%. Dan untuk pelunasan dipercepat dari Rp6,5 milair di 2023 naik menjadi Rp14,4 miliar di 2024 atau naik 121%.
Pemanfaatan AI
Dilanjutkannya, sejalan dengan tujuan untuk menciptakan solusi digital yang inovatif, MTF berusaha mencapai keunggulan kompetitif melalui pemanfaatan AI. Beberapa manfaat AI adalah:
- Otomatisasi Proses. Berupa automasi pengolahan aplikasi, verifikasi dokumen, dan pengelolaan data nasabah mempercepat proses layanan.
- Analisis Kredit Akurat. AI dapat menganalisis data nasabah dengan lebih mendalam, membantu dalam penilaian risiko kredit dan mengurangi tingkat default.
- Personalisasi Layanan Pelanggan. AI dapat menganalisis data nasabah dengan lebih mendalam, membantu dalam penilaian risiko kredit dan mengurangi tingkat default.
- Strategic Data Driven. AI dapat membantu manajemen dalam mengambil keputusan berbasis data, dengan menganalisis tren pasar dan perilaku konsumen.
- Respon Lebih Cepat. AI dapat mendeteksi dan merespons masalah pelanggan secara real-time, mengurangi waktu tunggu dan meningkatkan kepuasan.
- Deteksi Fraud. AI mampu mendeteksi pola dan anomali yang mencurigakan dalam proses verifikasi customer dan transaksi, meningkatkan keamanan dan mengurangi risiko penipuan.
- Peningkatan Pengalaman Digital. AI meningkatkan pengalaman digital di platform Mandiri Tunas Finance, membuatnya lebih intuitif dan mudah digunakan.
“Salah satu pemanfaatan AI di MTF adalah Teknologi Face Recognition. Teknologi ini digunakan untuk mendeteksi customer fiktif pada saat proses akuisisi,” katanya.
“Selain itu, kami juga memanfaatkan teknologi Robotic Process Automation. Dalam hal ini, MTF mengembangkan Robotic Credit Data Entry. Salah satunya dengan Robotic Data Input. Ini untuk mempercepat proses input data dan mempercepat proses SLA yang diberikan. Dikembangkannya teknologi Robotic Process Automation ini untuk melakukan integrasi dari MTF 1 Access ke sistem MTF (Estar),” jelas dia.
Editor: Fauzi














