ItWorks- Kendati tahun 2024 masih sedikit diliputi tantangan yakni tahun politik, PT Pakuan Tbk (IDX: UANG), salah satu pengembang properti di bawah Vasanta Group yang mengelola Shila at Sawangan tetap optimistis bisa mencapai target penjualan (marketing sales) di tahun ini mencapai Rp1,8 triliun. Berbagai strategi dilakukan, termasuk pemasaran dan penyebaran informasi melalui berbagai media digital dan jaringan sosial.
Meski tahun 2024 masih menghadapi tantangan tahun politik, berupa gelaran Pilpres di awal tahun dan Pilkada di akhir tahun, namun emiten pengembang satu ini, tetap optimistis dengan pasar properti yang positif. Terlebih di tahun ini kebijakan insentif dari pemerintah untuk sektor properti baru akan berakhir di Desember 2024. Tingkat suku bunga bank yang ditetapkan BI juga masih di level yang kondusif.
“Target sales kita masih yakin bisa tercapai. Sekalipun kita akui ada tantangan tahun politik yang mempengaruhi pasar untuk wait and see, tapi faktor insentif kebijakan pemerintah sangat membantu. Yaitu, Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100% untuk sektor perumahan yang masih berlaku sampai dengan akhir tahun atau Desember 2024). Itu cukup membantu. Terutama di kuartal IV- 2024. Makanya kita launching-nya produk di kuartal ini. Semoga bisa push banyak ke revenue kita,” tutur Wakil Direktur Utama Pakuan Erick Wihardja, saat ditemui di sela-sela acara Myztro Fun Run 2024 itu, di Sawangan, Depok, Jawa Barat, Minggu (24/11/2024).
Menurut Erick, Myztro sendiri bukan hanya sekadar hunian. Dibangun di atas lahan seluas 3,4 hektar, produk ini menawarkan keindahan alam dan kehidupan modern menyatu sempurna. Aliran sungai yang tenang dan elemen air yang menyegarkan di mana alam menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, telah menciptakan harmoni antara manusia dan bumi. Ini yang menjadi keunggulan produk hunian ini.
Ditambahkan, Perseroan telah mematok target penjualan di angka Rp1,8 triliun tahun ini bisa tercapai. Kalau pun tidak, kemungkinan sebesar 80% itu bisa menjadi pendapatan emiten dengan kode saham UANG itu. Apalagi dengan me-launch produk anyar di kuartal IV ini bisa menjadi kontributor besar.
“Produk Shila yang sedang kami pasarkan itu Myztro. Yaitu dengan tipe M6 dan M5. Kenapa kita namakan M6 (six) yaitu tipe 6×10 dan M5 (five) tipe 5×10? Karena ini mungkin yang paling affordable (terjangkau) dari proyek yang kita partnership dengan Mitsubishi Corporation itu. Jadi ini cluster yang paling affordable,” tandasnya.
Berada di kawasan yang asri dan memiliki hutan kota. Kata Erick, untuk yang tipe satu lantai ditawarkan dengan harga mulai Rp700 jutaan dan yang dua lantai Rp900 jutaan. “Ini masih terjangkau yakni di bawah Rp1 miliar. Dan minggu depan (usai Pilkada) kita akan launching,” katanya.
Lebih lanjut dikatakan, pihaknya punya komposisi proyek hunian itu berimbang, tidak hanya mahal-mahal. Apalagi Pemerintah juga punya pertimbangan bahwa pengembang juga perlu mendukung, membangyun dan memasarkan rumah yang terjangkau harganya.
Keyakinannya akan pasar properti memang tak lepas dari kondisi pasar yang sudah membaik dan nama besar Perusahaan, Vasanta Group, yang meski belum genap berusia 10 tahun, tapi sudah masuk jajaran Top 10 bersanding dengan pengembang-pengambang papan atas nasional.
Dia bercerita, belum lama ini, Vasanta Group mendapat penghargaan dalam BCI Awards 2024 untuk 10 besar pengembang-pengembang properti papan atas nasional. “Dua bulan lalu saya terima (penghargaan). Jadi sudah sejajar dengan Lippo, Sinarmas Land, dan pengembang besar lainnya. Jadi, walaupun kita ke-10 dari revenue, tapi kita masuklah (10 besar) selama dua tahun berturut-turut. Padahal umur kita baru 9 tahun sebagai developer. Makanya, saya sangat optimis dengan pasar property, terutama landed houses ini,” tandas Erick.
Keunggulan lain, kata dia, Kawasan Shila at Sawangan ini, sangat dekat dengan alun-alun Kota Depok yang belum lama ini dibangun dan pada 24 September 2024 lalu baru saja diresmikan Walikota Depok, Mohammad Idris.
Erick menegaskan, kontribusi Pakuan di alun-alun Kota Depok itu, berupa pembangunan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos). Langkah ini, kata dia, sebagai bentuk sinergi dengan Pemerintah Kota Depok.
“Sebagai developer, kami ini tidak semata-mata mencari keuntungan. Tapi kan kita juga ingin memberikan kontribusi ke sekitar. Makanya dalam pengembangan Shila at Sawangan ini, istilahnya, kita tidak egois. Padahal kita bisa saja pembangunan fasum-fasos itu disebar di beberapa lokasi. Akan tetapi kita bersinergi dengan Pemkot Depok untuk membangun fasum dan fasos di alun-alun Kota Depok itu. Makanya dengan keunggulan Shila at Sawangan ini, kami memiliki tagline Heart of Depok,” pungkasnya. (AC)














