PT Bank Jabar Banten Syariah alias BJB Syariah terus berupaya mewujudkan visi perusahaan menjadi bank syariah pilihan utama yang inovatif dan berkelanjutan untuk kemaslahatan masyarakat. Salah satu misi yang diusung anak Perusahaan Bank BJB ini adalah meningkatkan akses keuangan yang amanah berbasis layanan digital.
Pemimpin Divisi Teknologi Informasi (TI) BJB Syariah Akhmad Zainy Abdulrasyid memaparkan, ada beberapa solusi bisnis unggulan yang diimplementasikan baik untuk internal maupun eksternal perusahaan.
Solus bisnis pertama adalah Digital On Boarding (DOB) yang sudah diimplementasikan sejak 2023. Solusi bisnis yang dikembangkan bersama oleh tim IT internal dan eksternal ini merupakan layanan pembukaan rekening (platform mobile) secara online & realtime.
Beberapa fitur unggulannya adalah verifikasi eKYC, OCR, Face Recognation, Open CIF Online, Open Account, dan officeless.
“Solusi bisnis ini meningkatkan dan mengakselerasi pertumbuhan NOA (number of account) serta meningkatkan penetrasi & engagement pengguna platform Mobile Banking bank bjb syariah,” ujar Zainy dalam presentasi penjurian TOP Digital Awards 2024 yang dilakukan secara daring, Selasa (26/11/2024).
Hadir pula dalam penjurian ini, Pemimpin Grup IT Strategic Architecture Agung Wisasongko dan Pemimpin Unit IT Electronic Banking Muhammad Reza. Tim dari BJB Syariah ini membawakan materi presentasi berjudul Empowering Digital Business Transformation with Enhanced Security Governance and Data Protection by Strengthening Infrastructure & System.
Solusi bisnis lainnya terkait peningkatan layanan, yaitu LSBU (Layanan Syariah Bank Umum) untuk sinergi Kelompok Usaha Bank (KUB) dengan bank induk. Solusi bisnis yang dikembangkan tim internal dan diimplementasikan BJB Syariah pada 2024 ini merupakan platform aplikasi untuk mendukung perluasan layanan syariah pada bank umum dengan bersinergi melalui jaringan kantor dan layanan bank induk, termasuk KUB.
Ada beberapa fitur unggulan dalam LSBU, yaitu pendaftaran haji, layanan produk syariah, dan fitur-fitur pembayaran dengan jaringan lebih luas. “Ini menjadi fokus, karena menjadi captive market kami. Kami sudah memiliki LSBU dengan Bank BJB dan Bank Bengkulu. Nasabah Bank Bengkulu bisa membuka Tabungan Umrah dan Tabungan Haji, dan langsung terbentuk secara real-time nomor rekening hajinya di Bank BJB Syariah,” tutur Zainy.
Selain itu, Bank BJB Syariah sedang melakukan pengembangan LSBU untuk pembiayaan emas. “Insya Allah akan dilakukan testing untuk pembiayaan emas. Karena pembiayaan emas itu tidak semua bank mendapat izin membuat atau memiliki produk terkait pembiayaan emas ini,” ucap dia.
Jadi, manfaat LSBU bagi BJB Syariah adalah memberikan opportunity yang besar dengan sebaran jaringan layanan kantor bank induk dan KUB, serta meningkatkan kepercayaan nasabah bank.
BJB Syariah juga mengimplementasikan solusi bisnis untuk internal Perusahaan, yaitu INTEGRIS (Human Resources Management System). Solusi bisnis ini dikembangkan internal Perusahaan dan diimplementasikan sejak 2024 ini.
“Ini merupakan internal portal kepegawaian berbasis mobile & web (web based) untuk pengelolaan integrasi master data pegawai, remunerasi, kesejahteraan, fasilitas kepegawaian & self-services,” kata Zainy.
Untuk fitur unggulan INTEGRIS adalah paperless business process, fast SLA, dan online absensi. “Kami juga akan menambahkan satu fitur penilaian KPI karyawan, basiknya adalah hasil assessment. Ini akan menjadi dasar bagi divisi human capital BJB Syariah untuk melakukan rotasi, promosi atau apapun terkait karyawan,” ujarnya.
Secara umum, manfaat solusi bisnis ini adalah mampu memberikan solusi layanan pengelolaan data pegawai secara efektif dan efisien, serta mengurangi penggunaan ATK (alat tulis kantor) dan kertas, mempercepat proses eskalasi.
BJB Syariah juga memiliki solusi bisnis untuk internal yaitu SISUKA (Sistem Informasi Surat Masuk Keluar dan Nota Dinas Kantor). Solusi bisnis ini dikembangkan tim internal dan diimplementasikan BJB Syariah sejak 2024 ini.
“SISUKA adalah aplikasi internal yang mendukung operasional sirkulasi dokumen internal (lintas unit kerja), media informasi, eskalasi disposisi manajemen secara paperless & efektifitas komunikasi internal,” tuturnya.
Beberapa fitur unggulan SISUKA adalah nota dinas, sirkulasi dokumen internal, disposisi – delegasi & tindak lanjut eskalasi, termasuk juga digital signature – BSrE. “Alhamdulillah kami sudah berkolaborasi dengan BSSN untuk digital signature,” ucap Zainy.
Sedangkan manfaat solusi bisnis ini adalah meningkatkan efektivitas media komunikasi dan sirkulasi dokumen internal secara paperless, efisiensi biaya operasional penggunaan ATK.
Implementasi ML dan AI
Dalam digitalisasi ini, menurut Zainy, BJB Syariah memanfaatkan data management, terutama dalam konteks implementasi machine learning (ML) dan Artificial Intelligence (AI) untuk memastikan keakuratan data. Sebab itu, penting untuk mengetahui apa saja yang perlu diperhatikan dalam tiap segmentasi data management.
Dalam proses mengolah data pada tiap segmentasinya, BJB Syariah membagi data dalam beberapa segmen yaitu data source, data acquisition, data storage, data access, dan data presentation. Untuk utilisasi pemanfaatan AI dan ML dilakukan dalam penerapan data analytics, penerapan customer profiling dan penerapan asisten virtual.
Terkait tata kelola keamanan TI atau cyber security, BJB Syariah sudah memiliki Arsitektur Keamanan Sistem TI sebagai dasar acuan dan rujukan atas aktivitas pengamanan di lingkungan operasional dan bisnis bank.
“Arsitektur keamanan bank mencakup serangkaian kebijakan, praktik, dan teknologi yang dirancang untuk melindungi aset informasi, perlindungan data pribadi dan menjaga keamanan sistem secara keseluruhan, khususnya dari potensi serangan siber (cyber attact),” tuturnya.
Arsitektur Keamanan BJB Syariah terbagi menjadi empat kelompok utama yaitu; Security Management, Security Utama (kolaborasi dengan BSSN), Security Pendukung, dan Security Operation.
Secara umum, tingkat maturitas digital bank di BJB Syariah berdasarkan hasil asesmen pada periode 2023, didapatkan hasil sebesar 2,87 (dibulatkan menjadi tingkat 3). “Ini mencerminkan bahwa kondisi tingkat maturitas digital bank saat ini tergolong Tingkat 3 atau Cukup,” kata Zainy.
Demikian pula hasil asesmen IT Maturity Level berdasarkan COBIT 2019 yang berada di angka 2,30 (Performed).
Dari sisi bisnis, digitalisasi di Bank BJB Syariah diharapkan bisa berdampak positif pada kinerja perusahaan yang pada 2024 ini menargetkan kenaikan total aset menjadi Rp 15,2 triliun dibandingkan realisasi pendapatan 2023 sebesar Rp 13,6 triliun.
Dari sisi pendapatan, BJB Syariah menargetkan perolehan total pendapatan 2024 ini sebesar Rp 1,02 triliun, dibandingkan realisasi pendapatan 2023 sebesar Rp 917 miliar. Sedangkan total laba ditargetkan turun menjadi Rp 54,1 miliar ketimbang realisasi laba 2023 sebesar RP 58,6 miliar. “Kenapa laba turun sekitar 5 persenan? Ini karena ada beberapa risiko bisnis,” ucapnya.
Tahun 2024 ini, BJB Syariah menganggarkan total biaya TI Rp 9,4 miliar, naik dibandingkan realisasi biaya TI 2023 sebesar Rp 7,3 miliar. Keberhasilan implementasi TI di BJB Syariah berkat dukungan sumber daya manusia dan talent TI yang pada 2024 ini berjumlah 34 orang untuk karyawan TI (tetap) dan dua orang karyawan TI tidak tetap.
Editor: Fauzi














