PT Farmon Awal Bros Seraya Tbk. (Primaya Hospital Group) menjadi kandidat peraih TOP Digital Awards 2024. Sebagai rumah sakit yang mengutamakan mutu dan keselamatan pasien, Primaya Hospital Group terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan hasil klinis. Salah satunya dengan memperlengkapi peralatan medis sesuai perkembangan teknologi terkini, seperti pemanfaatan AI (Artificial Intelligence).
TOP Digital Awards adalah kegiatan Pembelajaran Bersama sekaligus Pemberian Penghargaan tahunan terbesar tingkat nasional yang diberikan kepada Perusahaan atau Instansi yang dinilai berhasil dalam pemanfaatan Teknologi-Informatika (TI) untuk meningkatkan kinerja, daya saing, dan layanan kepada pelanggan atau masyarakat.
Kegiatan tahunan ini diselenggarakan Majalah It Works sejak tahun 2016 bekerja sama dengan sejumlah asosiasi, lembaga konsultan, serta pakar, di bidang Teknologi Informatika (TI) terkemuka di Tanah Air.
Hendra Suherman selaku Head of Digital Primaya Hospital Group dan tim telah mengikuti Penjurian TOP Digital Awards 2024, secara online, Kamis 21/11/2024. Bertindak selaku dewan juri, yaitu: Melani K. Harriman (Melani K. Harriman & Associates), Dwinda Ruslan (Yayasan PAKEM), Jonathan Prabowo (BRIN), Subandi (Praktisi IT), Benyamin De Haan (Penasehat MSI Group), dan Febrizal Effendi (Aspiluki).
Selaras dengan tema TOP Digital Awards 2024 yaitu “Business Solutions, Generative AI, and Cyber Security for Excellence Business and Services”, Hendra memaparkan upaya Primaya Hospital Group untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan hasil klinis dengan memanfaatkan teknologi terkini atau digitalisasi, seperti AI (Artificial Intelligence).
“Digitalisasi membawa dampak positif terhadap pertumbuhan dan loyalitas pasien rawat jalan di Primaya Hospital Group. Salah satu digitalisasi terbaru yang kami hadirkan memperlengkapi peralatan medis sesuai perkembangan teknologi terkini yaitu pemanfaatan AI,” ungkapnya.
Tahun 2023 lalu, Primaya menghadirkan perangkat HFM (Heart Failure Monitor), teknologi untuk memonitor pasien gagal jantung dari jarak jauh yang pertama di Indonesia. HFM merupakan sebuah perangkat medis berbasis AI berbentuk seperti stetoskop yang disambungkan ke aplikasi handphone.
Alat ini bekerja dengan mendeteksi kelebihan cairan pada paru-paru, yang merupakan gejala umum gagal jantung hanya dalam kurun waktu 30 detik setelah diletakan di dada pasien. Hasil deteksi dari perangkat tersebut akan masuk ke dalam aplikasi handphone untuk kemudian dapat dianalisa oleh dokter dan diberikan penanganan yang tepat.
Pemanfaatan AI berikutnya, bahkan yang pertama di Indonesia. Fasilitas Catherization Laboratory (Cath Lab) dengan teknologi AI hadir di Primaya Hospital Tangerang. Teknologi AI tersebut bermanfaat untuk mengoptimalisasi proses fluoroskopi/cine & visualisasi sehingga waktu tindakan menjadi relatif lebih singkat serta memperkecil resiko radiasi yang diterima baik oleh pasien maupun tim operator. Cath Lab bermanfaat untuk tindakan jantung dan pembuluh darah, seperti pemasangan stent (ring jantung) dan angiografi koroner.
Fasilitas Cath Lab terbaru Primaya Hospital Tangerang sudah menerapkan implementasi AI dengan tujuh parameter yang berguna untuk mengoptimalkan penggunaan radiasi pada tindakan fluoroskopi/cine sehingga dosis radiasi yang dikeluarkan lebih rendah. Teknologi ini mempermudah operator dalam mengoperasikan alat, mempersingkat waktu prosedur pemeriksaan, serta memungkinkan operator mengubah tampilan kualitas gambar ditengah-tengah prosedur.
Juga tersedia, Primaya Chatbot. Pendaftaran Konsultasi Dokter melalui WhatsApp. Pendaftaran rawat jalan melalui Primaya Chatbot dilayani oleh robot yang beroperasi selama 24 Jam. Dengan satu nomor WA yaitu 0822 8888 9702 untuk seluruh cabang rumah sakit Primaya.
Menurut Hendra, AI memiliki potensi besar untuk merevolusi industri kesehatan. Penerapan AI sebagai asisten kesehatan dapat menjadi langkah awal bagi rumah sakit lain untuk memanfaatkan teknologi ini dalam meningkatkan kualitas layanan.
Primaya Hospital
Primaya Hospital adalah Rumah Sakit dengan standar pelayanan PRIMA – Profesional, Rapi, Ibadah, Mendengarkan dan Asertif – yang mengutamakan mutu keselamatan pasien. “Kami terakreditasi nasional dan internasional seperti KARS, LARS, LAFKI dan JCI,” ujar Hendra.
Untuk menjangkau kebutuhan kesehatan masyarakat, Primaya Hospital memiliki 15 jaringan rumah sakit yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bekasi, Tangerang, Depok, Karawang, Sukabumi, Semarang, Makasar, Palangkaraya, dan Pangkal Pinang.
Beberapa layanan unggulan yang tersedia bagi pasien antara lain: Pusat Layanan Jantung Dan Pembuluh Darah, Ibu Dan Anak, Sport Clinic & Orthopedic, Kanker, Diabetes, Urologi, Geriatri, Kesehatan Mata, dan lainnya. Primaya Hospital memiliki fasilitas pelayanan yang lengkap seperti layanan Gawat Darurat, Radiologi, Laboratorium, dan Farmasi yang buka 24 jam.
Editor: Teguh IS.














