Acara puncak ajang penghargaan bidang Teknologi-Informatika (TI) bergengsi tingkat nasional, TOP Digital Awards 2024, diselenggarakan Kamis, 5 Desember 2020.
TOP Digital Awards adalah kegiatan Pembelajaran Bersama sekaligus Pemberian Penghargaan tahunan terbesar tingkat nasional yang diberikan kepada Perusahaan/Instansi yang dinilai berhasil dalam pemanfaatan Teknologi-Informatika, Telekomunikasi, dan Solusi Digital untuk meningkatkan kinerja, daya saing, dan layanan kepada pelanggan atau masyarakat.
Ajang ini diselenggarakan Majalah It Works sejak tahun 2016, didukung dan bekerja sama dengan sejumlah asosiasi, lembaga konsultan, serta pakar, di bidang TI terkemuka di Tanah Air. Tema yang diangkat dalam TOP Digital Awards 2024 adalah “Business Solutions, Generative AI, and Cyber Security for Excellence Business and Services”.
Dalam acara puncak tersebut, digelar sesi Sharing Session, yang membagikan praktek-praktek terbaik pemanfaatan TI untuk meningkatkan kinerja, daya saing, dan memberikan layanan pelanggan/publik, yang akan disampaikan oleh sejumlah narasumber yaitu:
Country Head PT Artha Solutions Indonesia, Dodi Y Soewandi membawakan presentasi “Otomatisasi Penerapan Data Governance & UU PDP.”
Artha Solutions, perusahaan konsultan bisnis dan teknologi terkemuka yang memberikan wawasan dan keahlian dalam strategi bisnis dan implementasi teknis. Artha membawa pemikiran dan inovasi ke tingkat yang baru dengan keahlian teknis dan industri selama bertahun-tahun serta transparansi penuh. Artha memiliki rekam jejak yang terbukti dalam bekerja dengan UKM (usaha kecil dan menengah) hingga perusahaan Fortune 500 yang mengubah tantangan bisnis dan teknologi mereka menjadi nilai bisnis.
Tata kelola data (data governance) menjadi satu hal yang amat penting bagi sebuah entitas bisnis. Utamanya untuk mewujudkan manajemen perusahaan yang baik dan menjalankan bisnis secara efisien dan inovatif. Pentingnya data governance terletak pada kemampuannya untuk menyelaraskan pengelolaan, keamanan, dan kualitas data secara holistik, memastikan keberlanjutan operasional, kepatuhan peraturan, serta pengambilan keputusan yang informasional.
Tata kelola data merupakan hal yang fundamental untuk mendukung keberlangsungan bisnis. Tata kelola data juga merupakan satu langkah awal bagi perusahaan ketika melakukan journey terkait dengan pengembangan arsitektur data. Tidak hanya melulu mengenai TI (Teknologi Informasi), data governance merupakan kesinambungan (kerja sama) antara TI dengan stakeholder di dalam satu perusahaan.
CEO PT Inovasi Kesehatan Indonesia (Kesia.id), San Emirza membawakan materi “Embark Your Hospital Transformation Journey.”
Kesia.id adalah local business software developer yang mengkhususkan pada pengembangan sistem aplikasi bidang kesehatan (healthcare). Keunggulan yang dimilikinya, antara lain:
Kesia.id mengelola sistem rumah sakit secara 360º dan mengedepankan transparansi kepada seluruh staff rumah sakit mulai dari Front Office hingga Dokter.
Paperless Ecosystem, mendukung gerakan eco-friendly dengan meminimalisir penggunaan kertas kepada hal-hal yang lebih penting.
Transparansi database, memberikan akses kepada mereka untuk dapat melihat perubahan data secara realtime sehingga segala bentuk perubahan dapat terekam kedalam sistem.
Integrasi antar pengguna, memberikan mereka kemudahan dalam transfer data sehingga masing-masing pengguna dapat mengakses data satu sama lain.
Pelayanan mudah diakses, dengan data yang sama di setiap penggunanya dapat melihat perubahan data pasien di setiap EMR Episode-nya sehingga dapat lebih mudah untuk mengelola administrasi pasien, seperti: Manajemen Front Office, Split Billing, Rekam pasien, Manajemen Rawat Inap, Data lab dan Radiologi, Catatan Dokter dan kebutuhan lainnya.
Akses data lebih cepat diproses, database akan terekam secara realtime yang dibantu dengan sistem microservices sehingga dapat lebih cepat diproses dan lebih secure. Beberapa diantaranya yaitu: Manajemen sistem ERP, Chart of Account, Medical Action, Telemedicine dan lainnya.
Sylvia J. Malaihollo, Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi BP Batam menyampaikan materi berjudul “Peningkatan Layanan Melalui Transformasi Digital.”
Digitalisasi BP Batam telah memanfaatkan 73 aplikasi. Untuk aplikasi terkait layanan, antara lain: Peningkatan Layanan, Aplikasi B-Care BP Batam; Peningkatan Pendapatan, Aplikasi B-FAST BP Batam; Layanan Perizinan, Aplikasi IBOSS BP Batam; Layanan Audit Internal, Aplikasi B-Audit BP Batam; Layanan Kepelabuhanan, Aplikasi B-SIMS BP Batam; dan Layanan Keuangan, Aplikasi FBMS BP Batam.
Dalam setahun terakhir, BP Batam juga telah meraih sejumlah capaian positif, antara lain: Indeks SPBE tahun 2024 4,21 dari hasil penilaian mandiri. Itu meningkat dari tahun 2023 yaitu 2,93.
Dari hasil Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral oleh BPS, BP Batam meraih Indeks Pembangunan Statistik 2,74 atau Baik. Angka itu, lebih tinggi dari Nilai Harapan 2,60 dan Nilai Nasional yaitu 2,35.
Sedangkan untuk aspek TI, Pusat Data BP Batam telah bersertifikasi internasional ISO 2001:2015, ISO 27001:2013, dan Tier 3 Design dari Uptime Institute.
Untuk Keamanan Siber, BP Batam telah membentuk Tim Tanggap Insiden Siber (Cyber Security Incident Response Team) Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam. CSIRT-BP Batam merupakan salah satu bagian dar iGov-CSIRT yang diresmikan oleh Badan Siber dan Sandi Negara pada tanggal 12 September 2022.
Untuk Indeks Cyber Security Maturity dan Indeks Tingkat Maturitas Penanganan Insiden BP Batam tahun 2024 meningkat dari tahun 2023. Aspek yang diukur untuk Indeks Cyber Security Maturity adalah Tata Kelola, Identifikasi, Proteksi, Deteksi, dan Respon.
Sedangkan untuk Indeks Tingkat Maturitas Penanganan Insiden, ada 3 aspek yang diukur yaitu Fase Persiapan, Fase Aksi, dan Fase Tindak Lanjut.
Iwan Djuniardi, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Peraturan dan Penegakan Hukum Pajak, menjelaskan “Implementasi Transformasi Digital Direktorat Jenderal Pajak.”
Transformasi Digital yang dijalankan DJP dalam beberapa tahun terakhir, dengan solusi digital Natural Digital Tax System, telah menghasilkan sejumlah capaian yang berdampak positif bagi pembangunan di Tanah Air. Juga telah mendapat pengakuan nasional dan internasional.
DJP juga telah menerapkan Artificial Intelligence dalam Administrasi Perpajakan: Harmonisasi Peraturan Perpajakan Berbasis AI, MASTERMIND; Knowledge Management Perpajakan, ARVITA; dan Training Pegawai Berbasis AI, INTENS.














