ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Red Hat Rilis Red Hat OpenShift Virtualization Engine

Fauzi
7 February 2025 | 16:00
rubrik: Business Solution
Red Hat Rilis Red Hat OpenShift Virtualization Engine
Share on FacebookShare on Twitter

Perusahaan penyedia solusi open source, Red Hat, Inc., baru-baru ini mengumumkan ketersediaan umum Red Hat OpenShift Virtualization Engine, edisi terbaru Red Hat OpenShift. Engine ini akan menyediakan cara khusus bagi perusahaan untuk mengakses fungsi virtualisasi di Red Hat OpenShift.

Red Hat OpenShift Virtualization Engine yang fokus pada workload virtualisasi ini akan menawarkan opsi untuk menjalankan, mengelola, dan mengembangkan virtual machines (VMs), serta menghilangkan fitur-fitur yang tak ada hubungannya dengan pengelolaan VM. Hal ini akan memastikan perusahaan dapat memaksimalkan value dari OpenShift Virtualization sekaligus menyesuaikannya dengan berbagai kebutuhan infrastruktur yang spesifik.

Meskipun model containerization mungkin telah mengubah cara virtual machine digunakan pada aplikasi-aplikasi tertentu, VM tetap menjadi tool yang sangat penting dalam infrastruktur IT. Namun, perubahan signifikan di pasar virtualisasi dalam beberapa tahun terakhir telah membuat banyak organisasi menghadapi ketidakpastian dan peningkatan biaya terkait pengelolaan infrastruktur virtualisasi mereka.

Red Hat OpenShift Virtualization Engine memberikan solusi virtualisasi yang hemat biaya untuk menjalankan, mengelola, dan mengembangkan virtual machine.

Mike Barrett, vice president and general manager, Hybrid Cloud Platforms, Red Hat, mengatakan “Solusi virtualisasi adalah landasan dari kebanyakan lingkungan private cloud dan public cloud. Ketika organisasi ingin memodernisasi lingkungan virtual mereka untuk memenuhi permintaan iklim IT saat ini, kami menemukan bahwa tidak ada dua organisasi yang berada di titik yang sama dalam perjalanan virtualisasi mereka. Hal ini menyebabkan pendekatan yang berbeda-beda dalam menerapkan solusi yang disediakan oleh Red Hat. Red Hat harus mengubah penawaran solusi virtualisasi kami untuk mengakomodasi organisasi yang hanya ingin menggunakan fitur-fitur virtualisasi di Red Hat OpenShift. Red Hat OpenShift Virtualization Engine dan Advanced Cluster Management for Virtualization memungkinkan Red Hat untuk secara signifikan menurunkan harga solusi tersebut sesuai dengan kebutuhan mereka yang sedang melakukan modernisasi.”

BACA JUGA:  ViBiCloud Jadi Managed Service Partner Alibaba untuk Indonesia

Sementara itu, dalam komentarnya Stephen Elliott, group vice president, I&O, Cloud Operations, and DevOps, IDC, menyatakan “Meskipun penggunaan kontainer terus tumbuh, infrastruktur virtual tetap menjadi salah satu tulang punggung komputasi modern untuk aplikasi-aplikasi yang penting, menggerakan industri yang bernilai miliaran dolar. Dengan keterbatasan anggaran, banyak organisasi menginginkan opsi sederhana dalam mengelola virtual machine, opsi yang bebas dari berbagai kerumitan dan memberikan peningkatan, performa, dan keamanan.”
Mendefinisikan kembali virtualisasi melalui pendekatan yang sederhana

Red Hat OpenShift Virtualization Engine akan memaksimalkan value dari investasi dengan hanya menyediakan fitur dan komponen OpenShift yang esensial untuk virtualisasi, menghadirkan operasional yang lebih sederhana dan efisien. Didukung oleh Red Hat OpenShift Virtualization dan KVM hypervisor yang digunakan di data center dan cloud enterprise, Red Hat OpenShift Virtualization Engine bisa dijalankan di perangkat on-premise yang mendukung Red Hat Enterprise Linux, dan di layanan bare metal cloud termasuk AWS bare metal instances. Red Hat OpenShift Virtualization Engine dapat dikembangkan sesuai dengan demand pada workload, serta sudah diperkuat dengan fitur keamanan bawaan dan performa yang lebih konsisten di hybrid cloud.

Untuk mempermudah migrasi, Red Hat OpenShift Virtualization Engine juga menyertakan akses ke tool migrasi yang intuitif dari Red Hat – yakni migration toolkit for virtualization – yang akan membantu organisasi bertransisi dari platform virtualisasi lain, menyederhanakan alur kerja migrasi, dan membantu mengurangi downtime, tanpa kendala operasional.

Red Hat juga menawarkan Virtualization Migration Assessment, semacam workshop interaktif dengan para pakar dari Red Hat yang akan melakukan assessment terhadap business driver di perusahaan, kondisi saat ini, dan langkah-langkah migrasi VM yang rendah risiko.
Selain itu, Red Hat OpenShift Virtualization Engine berintegrasi dengan Red Hat Ansible Automation Platform memungkinkan tim IT dalam mengotomatiskan migrasi VM pada skala besar, serta menjalankan tugas-tugas pengelolaan VM sehari-hari. Dengan Red Hat Ansible Automation Platform, organisasi bisa mengotomatiskan dan mengelola seluruh lingkungan virtual maupun area IT lainnya dengan lebih efisien, resilien, dan konsisten pada skala apapun.

BACA JUGA:  realme Siapkan Smartphone Game of Thrones Pertama di Dunia

Selain itu, ekosistem kemitraan dari Red Hat akan mendukung Red Hat OpenShift Virtualization Engine dengan kemampuan-kemampuan seperti solusi penyimpanan, opsi back up dan pemulihan bencana yang ekstensif, dan tools jaringan untuk mempermudah penggunaan dan pengembangan sesuai dengan kebutuhan IT modern.

Untuk menyatukan pengelolaan virtual machine pada berbagai skala dan membatasi sprawl, Red Hat juga memperkenalkan Red Hat Advanced Cluster Management for Virtualization. Edisi terbaru dari Red Hat Advanced Cluster Management for Kubernetes ini menyediakan akses ke fitur-fitur Advanced Cluster Management yang didesain untuk memusatkan pengelolaan lifecycle VM dan menyederhanakan tugas sehari-hari seperti pengadaan, monitoring, dan kepatuhan VM, sekaligus mempertahankan konsistensi di seluruh lingkungan virtual organisasi.

Ketersediaan
Red Hat OpenShift Virtualization Engine dan Red Hat Advanced Cluster Management for Virtualization kini sudah tersedia, dapatkan informasi lebih lanjut mengenai cara untuk memulai penerapannya di sini.

Tags: AIGeneartive AIRed HatRed Hat OpenShiftRed Hat OpenShift Virtualization Engine
Previous Post

Samsung Galaxy S25 Series Melenggang di Pasar Global

Next Post

OutSystems Rilis Mentor, Pekerja Digital Bertenaga AI untuk Pembuatan Aplikasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Desty, Startup Teknologi Berkomitmen Berdayakan UMKM di Tanah Air

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antares, Platform IoT Telkom Diakui Dunia Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Samsung Perkenalkan Exynos 2200 dengan Xclipse GPU Berbasis AMD RDNA 2

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Mudah Mengurus Surat Pindah Domisili secara Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto