Populernya layanan e-commerce, memberi dampak positif bagi dunia logistik nasional. Hal ini diakui Head of Mass Media Relations JNE Idham Azka. “Pelaku bisnis e-commerce sendiri mendominasi pelanggan kami. Sekitar 70 persen pelanggan berasal dari para pelaku bisnis jualan online, baik supplier maupun retailer,” tambahnya, seperti dikutip dari Koran Jakarta.
Hal ini juga diamini oleh CEO SiCepat Ekspress, Rudy Darwin Swigo. “Maraknya usaha online adalah momentum yang tepat untuk sebuah ekspedisi memanfaatkan peluang ini,” kata Rudy dalam jumpa pers di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Senin siang (13/2/2017). Untuk mendukung pertumbuhan logistik yang didorong oleh pebisnis e-commerce, JNE meningkatkan website dan menyiapkan aplikasi untuk memudahkan pengecekan tarif, tracking, hingga layanan pengambilan barang ke lokasi pelanggan.
Tak mau ketinggalan, penyedia jasa logistik lainnya, SiCepat Ekspress juga berusaha memberikan layanan inovatif. SiCepat memberikan jasa penjemputan barang. Dimana pengguna yang ingin mengirimkan barang bisa memasukkan sendiri data pengiriman di platform yang disediakan SiCepat Express. Sehingga, pengirim tak perlu menyambangi kantor ekspedisi SiCepat.
Selain itu, SiCepat Express pun mengaku tak perlu lagi menyediakan kantor representasi untuk pengumpulan barang. “Kami menggunakan e-CRM, tidak menyediakan hub lagi. Setelah barang dijemput, selanjutnya akan langsung diserahkan ke tim pengantaran barang,” kata Wiwin Dewi Herawati, Head of Sales Marketing Si Cepat.
Inovasi dan kreativitas layanan jasa seperti ini memang dibutuhkan oleh perusahaan ekpedisi, seperti dijelaskan COO Asosiasi E-Commerce Indonesia Mustafa Kamal. “Sehingga produk mereka adaptif dan dibutuhkan pasar,” terangnya.













