Jakarta, iTech – Untuk memenuhi aturan TKDN, Xiaomi, memproduksi ponsel Xiaomi Redmi 4A di Indonesia. Perusahaan ponsel asal Tiongkok ini bekerjasama dengan Sat Nusapersada Tbk dan TSM Technologies untuk proses manufaktur ponsel tersebut. Pabrik lokal ini berlokasi di Batam. Untuk distribusi, Xiaomi bermitra dengan PT Erajaya Swasembada Tbk.
Dalam keterangannya, I Gusti Putu Suryawirawan, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian, menyebutkan bahwa ponsel ini masih mengikuti aturan 20 persen kandungan TKDN. “Saat ini semua ponsel yang beredar masih mengikuti aturan 20 persen TKDN. Belum ada yang menggunakan aturan 30 persen TKDN.”
Redmi 4A dilengkapi dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 425, dual sim dan didukung jaringan 4G. Berat ponsel pintar ini 131,5 g. Sementara untuk baterainya berkapasitas 3120mAh. Ponsel ini tersedia dengan harga Rp.1,499,000 dan akan dijual melalui jaringan toko Erafone. Untuk distribusi ke seluruh toko handphone tradisional akan dilakukan oleh PT. Teletama Artha Mandiri (TAM). Ponsel ini akan tersedia di seluruh Indonesia pada akhir Februari.
Wang Xiang, Senior Vice President, Xiaomi, mengatakan, “kami melihat potensi pertumbuhan yang besar di Indonesia, dan ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami untuk turut andil dalam perubahan yang akan mendorong Indonesia ke dalam babak baru dalam industri ponsel pintar,” jelasnya. Steven Shi, Head of Southeast Asia, Country Head of Indonesia, Xiaomi juga menjanjikan untuk bekerjasama dengan pengembang perangkat lunak di Indonesia pada ponselya.














