ItWorks.id- Indonesia Forestry and Woodworking Machinery Expo (Indowood Expo) 2025) yang berlangsung di Surabaya salama tiga hari dari 19-21 Juni 2025, berhasil menarik 3.349 pengunjung dari 28 negara. Selain menghadirkan beragam inovasi produk dari industri perkayuan, pameran ini juga menyuguhkan berbagai alat (woodworking) dan mesin (machinery) berteknologi tinggi.
Indowood Expo berfokus pada tiga pilar utama yaitu kehutanan (forestry), pertukangan kayu (woodworking), serta mesin dan teknologi (machinery). Sesuai fokus tersebut, pameran menghadirkan beragam mesin dan alat woodworking berteknologi tinggi, hingga desain furnitur modern dan teknologi produksi terbaru yang mendukung efisiensi serta keberlanjutan industri.
Sebanyak lebih dari 100 exhibitors hadir di Indowood Expo, dengan 59 perusahaan dari 10 negara yang menampilkan inovasi terkini dalam teknologi produksi. Peserta dari Tiongkok tampil dominan dengan beragam solusi mesin dan sistem otomasi untuk industri woodworking. Selain Tiongkok, negara-negara seperti Taiwan, Singapura, Denmark, Kanada, Australia, Rumania, Indonesia, Vietnam, dan Thailand turut memperkuat ragam teknologi yang dipamerkan.
Para pengunjung berkesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan para ahli, serta melihat secara langsung demonstrasi penggunaan mesin dengan teknik produksi yang canggih.
Gelaran Indowood Expo 2025 diselenggarakan oleh Dyandra Promosindo, Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), dan Pablo Publishing. Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur, menegaskan bahwa Indowood Expo tidak hanya berfokus pada pencapaian transaksi bisnis, tetapi lebih pada perannya sebagai wadah edukasi dan penguatan strategi industri.
“Kita tengah berada di era kompetisi global yang menuntut kecepatan dan efisiensi. Pemahaman atas teknologi produksi mutakhir menjadi kunci membangun daya saing industri nasional. Indowood Expo kami posisikan sebagai ruang belajar bersama untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi industri,” ujarnya dalam sambutan penutupan dilansir dalam rilis pers, baru-baru ini .
Abdul Sobur menambahkan Indowood Expo 2025 juga menjadi momentum penting untuk meninjau kesiapan industri dalam mengadopsi mesin dan teknologi baru, serta membuka peluang kolaborasi lintas negara. HIMKI berharap ke depan lebih banyak pelaku industri menjadikan teknologi sebagai bagian integral dari transformasi usaha mereka.
Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung juga menyampaikan, dengan pencapaian ini, pihaknya berharap dapat kembali menyelenggarakan Indowood Expo di tahun-tahun berikutnya. “Kami berkomitmen untuk menyediakan platform yang tidak hanya memfasilitasi produk-produk lokal Indonesia memasuki pasar global, tetapi juga mendukung ekspansi industri yang berkelanjutan,” ujarnya.














